VOKASI NEWS – Samuel, mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil membawa inovasi kampus ke panggung internasional. Bersama tim, Samuel meraih Grand Champion pada ajang 2nd International Student Summit (ISS) 2026. Prestasi tersebut diperoleh melalui tiga gagasan pada bidang hukum, ekonomi, pariwisata, budaya, dan lingkungan.
International Student Summit 2026 diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bersama INSAN, USIM, dan WAYS. Ajang tersebut menjadi ruang kolaborasi mahasiswa dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan global. Selain itu, setiap karya dikembangkan berdasarkan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
Kebijakan Lingkungan untuk Rumah Sakit
Pada bidang Law and Economics, Samuel dan tim menghadirkan gagasan kebijakan lingkungan. Karya tersebut berjudul “PIL: Economic Incentive-Based Environmental Policy Instrument for Sustainable Hospital Laundry Management”. Inovasi ini membahas pengelolaan layanan penatu rumah sakit secara berkelanjutan.
PIL menawarkan skema insentif ekonomi dan regulasi untuk mendorong pengelolaan yang ramah lingkungan. Selain itu, skema tersebut mengutamakan efisiensi energi dan pengurangan limbah. Dengan demikian, pengelolaan penatu rumah sakit dapat berjalan lebih berkelanjutan.
Gagasan tersebut mendukung SDG 12 tentang Responsible Consumption and Production. Selain itu, PIL berkaitan dengan SDG 13 mengenai Climate Action. Keterkaitan tersebut memperkuat dimensi lingkungan dan kebijakan dalam inovasi tim.
Promosi Digital Wisata Pesisir
Sementara itu, bidang Tourism and Culture mengangkat potensi wisata pesisir Surabaya. Tim memperkenalkan “SMART MARINE TOUR: An English-Based Interactive Media for Surabaya Coastal Tourism for Foreign Tourists to Minimize Poverty”. Inovasi tersebut berupa media promosi digital interaktif berbahasa Inggris.
SMART MARINE TOUR dirancang untuk memperkenalkan keindahan wisata pesisir Surabaya kepada wisatawan mancanegara. Selain itu, media tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Peningkatan kunjungan wisata berpotensi membuka peluang usaha dan pekerjaan bagi warga.
Oleh karena itu, inovasi tersebut berkaitan dengan SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth. Pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada promosi destinasi. Sebaliknya, inovasi ini juga memperhatikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Aplikasi untuk Mengurangi Emisi
Pada bidang Environment, tim menghadirkan inovasi bernama ECOMPACT. Karya tersebut berjudul “ECOMPACT: A Community-Based Sustainable Empowerment Application and Social Enterprise Initiative to Increase Public Awareness in Realizing Zero Emissions in the Era of Society 5.0”. Inovasi ini menggabungkan aplikasi pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan wirausaha sosial.
ECOMPACT dirancang sebagai media edukasi mengenai pengurangan emisi karbon. Selanjutnya, aplikasi tersebut mendorong masyarakat untuk terlibat dalam aksi lingkungan. Pendekatan berbasis komunitas juga memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan target nol emisi.
Dengan konsep tersebut, ECOMPACT mendukung SDG 13 tentang Climate Action. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan mengenai perubahan iklim. Namun, ECOMPACT juga mendorong tindakan nyata melalui pemberdayaan masyarakat.
Raih Sejumlah Penghargaan Internasional
Tiga inovasi tersebut membawa Samuel dan tim meraih berbagai penghargaan. Capaian itu meliputi Gold Medal, Silver Medal, Bronze Medal, dan Honorable Mention 3rd Winner Overall. Selain itu, tim berhasil meraih gelar Grand Champion.
Keterbatasan waktu menjadi tantangan terbesar selama kompetisi berlangsung. Tim harus menyampaikan setiap gagasan secara singkat, padat, dan mudah dipahami. Meskipun demikian, seluruh ide tetap dapat dipresentasikan dengan baik di hadapan juri.
Keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa vokasi dalam menghasilkan inovasi aplikatif. Selain memiliki dimensi kebijakan, gagasan yang dibawa juga menawarkan dampak sistemik. Setiap inovasi berupaya menjawab persoalan melalui solusi yang dapat diterapkan.
Pada akhirnya, kompetisi internasional tidak hanya menjadi ruang untuk meraih kemenangan. Ajang tersebut juga melatih keberanian mahasiswa dalam membawa gagasan ke forum global. Dengan demikian, inovasi mahasiswa dapat dikenal sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Samuel
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



