Mahasiswa Vokasi UNAIR Teliti Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Gigitan Ular

Penelitian mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga tentang pertolongan pertama gigitan ular

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan penelitian mengenai hubungan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap sikap dalam memberikan pertolongan pertama gigitan ular. Penelitian berlangsung di Kelurahan Betiting Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada April 2026. Kegiatan ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan keterampilan dengan sikap masyarakat saat menghadapi kasus gigitan ular. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar penyusunan edukasi kesehatan yang lebih efektif.

Pentingnya Pengetahuan dan Keterampilan


Kasus gigitan ular masih sering terjadi di Indonesia, terutama pada wilayah persawahan dan perkebunan (Patikom et al., 2022; Victoria et al., 2025). Penanganan yang kurang tepat dapat memperburuk kondisi korban. Sebagian masyarakat masih mempercayai cara tradisional yang belum terbukti secara ilmiah (Parajuli et al., 2022). Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya penelitian mengenai pertolongan pertama gigitan ular.


Penelitian berfokus pada hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penelitian. Setiap responden memperoleh penjelasan mengenai tujuan penelitian sebelum mengisi kuesioner. Seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan etika penelitian dan menjaga kerahasiaan data responden.

Menghindari Tindakan yang Keliru


Pertolongan pertama yang benar dapat membantu mengurangi risiko komplikasi akibat gigitan ular. Korban dianjurkan tetap tenang dan membatasi gerakan tubuh. Bagian tubuh yang tergigit dijaga tetap diam dan tidak lebih tinggi dari jantung. Korban juga perlu segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan (Usiono & Utami, 2023).


Sebaliknya, beberapa tindakan tidak lagi dianjurkan dalam penanganan gigitan ular. Mengikat luka terlalu kuat dapat mengganggu aliran darah. Menghisap atau menyayat luka juga tidak terbukti menghilangkan bisa ular. Tindakan tersebut justru dapat meningkatkan risiko cedera dan infeksi (Maduwage et al., 2023).

Menjadi Dasar Edukasi Masyarakat


Penelitian ini diharapkan memberikan gambaran mengenai tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat terhadap pertolongan pertama gigitan ular. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program penyuluhan kesehatan. Edukasi yang tepat diharapkan mampu meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi keadaan darurat. Upaya tersebut juga dapat membantu menurunkan risiko komplikasi akibat keterlambatan atau kesalahan penanganan.

Melalui penelitian ini, mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga turut berkontribusi dalam pengembangan ilmu keperawatan gawat darurat komunitas. Penelitian tidak hanya menghasilkan data ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapannya, masyarakat semakin memahami langkah pertolongan pertama yang benar. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan korban sebelum memperoleh penanganan medis.

[BACA JUGA: Mengapa Pengendalian Internal Kas Penting?]

Penulis: Freda Indah Haryanti

Pembimbing: Fanni Okviasanti

Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)