VOKASI NEWS – Penggunaan obat merupakan bagian penting dalam upaya menjaga dan memulihkan kesehatan. Salah satu bentuk sediaan obat yang paling sering digunakan oleh masyarakat adalah obat cair. Bentuk sediaan ini banyak dipilih karena mudah dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia, terutama anak-anak, lansia, serta individu yang mengalami kesulitan menelan tablet atau kapsul.
Meski mudah digunakan, obat cair tetap memerlukan pemahaman yang tepat. Kemudahan penggunaan sering kali tidak diiringi dengan pengetahuan memadai mengenai cara penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat cair yang benar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat di lingkungan keluarga.
Salah satu kesalahan yang masih sering dijumpai adalah penggunaan sendok makan atau sendok teh untuk mengukur dosis obat cair. Padahal, ukuran sendok dapur tidak memiliki standar pasti sehingga dapat menyebabkan ketidaktepatan dosis. Selain itu, masih ditemukan kebiasaan menyimpan obat cair di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau menggunakan obat yang telah melewati batas waktu penggunaan setelah kemasan dibuka.
Kesalahan tersebut dapat menurunkan efektivitas terapi. Bahkan, penggunaan obat cair yang tidak tepat juga dapat meningkatkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.
OCEAN sebagai Edukasi Obat Cair untuk Masyarakat
Sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan pemahaman kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan VOKASI UNAIR menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk OCEAN. OCEAN merupakan akronim dari Obat Cair Aman dan Cermat untuk Semua.
Kegiatan ini mengusung tema “Mengalirkan Edukasi Penggunaan Obat Cair yang Tepat untuk Masyarakat Sehat”. Edukasi ditujukan kepada masyarakat umum, terutama ibu rumah tangga. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai di kawasan Car Free Day Gresik, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Tlogobendung, Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Program edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai indikasi penggunaan obat cair, cara penggunaan yang tepat, jenis-jenis sediaan obat cair, serta tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang benar. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, risiko kesalahan penggunaan obat diharapkan dapat diminimalkan sehingga keamanan dan keberhasilan terapi dapat tercapai secara optimal.
Mengenal Jenis Sediaan Obat Cair
Dalam kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada berbagai jenis sediaan obat cair yang umum digunakan. Secara umum, obat cair terdiri atas tiga kelompok utama, yaitu larutan, suspensi, dan emulsi.
Larutan merupakan sediaan cair homogen yang mengandung zat aktif terlarut sempurna dalam pelarut. Contoh sediaan larutan adalah sirup, eliksir, dan obat tetes. Sementara itu, suspensi merupakan sediaan yang mengandung partikel padat yang tidak larut dalam cairan. Oleh karena itu, suspensi harus dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan.
Adapun emulsi merupakan campuran dua cairan yang tidak saling bercampur, seperti minyak dan air, yang distabilkan dengan bantuan zat pengemulsi. Pengenalan jenis sediaan ini menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui nama obat, tetapi juga memahami cara penggunaannya sesuai karakteristik masing-masing sediaan.
Pentingnya Alat Ukur dan Prinsip Kocok Dahulu
Selain mengenalkan jenis-jenis obat cair, edukasi juga menekankan pentingnya penggunaan alat ukur yang tepat. Penggunaan syringe oral, gelas takar, atau sendok takar yang disediakan bersama obat sangat dianjurkan untuk memastikan dosis yang diberikan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Ketidaktepatan dosis dapat menyebabkan underdosing yang mengurangi efektivitas terapi. Sebaliknya, dosis yang berlebihan atau overdosing berpotensi menimbulkan efek toksik. Oleh karena itu, masyarakat perlu menghindari penggunaan sendok makan atau sendok teh biasa sebagai alat takar obat cair.
Materi edukasi juga mencakup prinsip “Kocok Dahulu” yang sering ditemukan pada label obat cair, khususnya sediaan suspensi dan emulsi. Instruksi tersebut bertujuan memastikan zat aktif tersebar secara merata sehingga setiap dosis yang dikonsumsi mengandung jumlah obat yang sesuai.
Tanpa pengocokan yang benar, pasien berisiko menerima dosis yang tidak sama selama masa pengobatan. Hal ini dapat memengaruhi keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko penggunaan obat yang kurang tepat.
Memahami Beyond Use Date pada Obat Cair
Aspek lain yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah pemahaman mengenai Beyond Use Date atau BUD. BUD merupakan batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka atau setelah obat diracik.
Banyak masyarakat hanya memperhatikan tanggal kedaluwarsa pada kemasan obat. Padahal, beberapa sediaan obat cair memiliki masa pakai yang lebih pendek setelah kemasan dibuka. Kondisi ini perlu dipahami agar masyarakat tidak menggunakan obat yang kualitasnya sudah menurun.
Melalui edukasi OCEAN, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara mengenali BUD dan pentingnya mematuhi batas waktu penggunaan obat. Pengetahuan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan terapi, terutama pada obat cair yang lebih rentan terhadap kontaminasi dan perubahan kualitas.
Media Edukasi Interaktif untuk Peserta
Untuk mendukung proses penyampaian informasi, kegiatan OCEAN menggunakan media edukasi berupa e-book dan papan obat. Papan obat berfungsi sebagai alat peraga visual yang menampilkan informasi singkat dan menarik mengenai jenis-jenis obat cair, cara penggunaan, serta penyimpanan yang benar.
Sementara itu, e-book disediakan dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui QR Code. Melalui media tersebut, peserta dapat mempelajari kembali materi kapan saja dan di mana saja. Penggunaan media digital juga membantu memperluas jangkauan edukasi karena informasi dapat dibagikan kembali kepada keluarga maupun masyarakat sekitar.
Pendekatan visual dan digital tersebut membuat materi lebih mudah dipahami. Peserta tidak hanya menerima penjelasan secara lisan, tetapi juga memperoleh media yang dapat digunakan sebagai pengingat setelah kegiatan selesai.
Mendorong Penggunaan Obat Cair yang Aman dan Cermat
Melalui pendekatan edukasi yang interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami, program OCEAN diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat cair yang aman dan cermat.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, OCEAN juga menjadi upaya untuk mengurangi kesalahan penggunaan obat di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu menggunakan obat cair sesuai aturan, menyimpan obat dengan benar, memperhatikan batas waktu penggunaan, serta membuang obat yang sudah tidak layak pakai secara bertanggung jawab. Edukasi ini menjadi langkah sederhana, tetapi penting, dalam mendukung penggunaan obat yang lebih aman, tepat, dan rasional.
[BACA JUGA: Lahirnya SAK EP: Apakah SAK ETAP Sudah Tidak Relevan?]
Penulis: Layli Nurhasanah Kusumawardani
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



