VOKASI UNAIR

Mengenal Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian di banyak negara maju, bahkan di negara berkembang seperti Indonesia.

Apa itu penyakit jantung koroner?

Dalam lima tahun terakhir, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian nomor satu dan akan meningkat di masa mendatang dengan pola makan tinggi lemak dan makanan cepat saji yang menyebabkan masyarakat malas melakukan aktivitas fisik.

Gambar proses terjadinya aterosklerosis pada pasien penyakit jantung koroner

Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung Koroner

Salah satu penyebab penyakit ini adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang kaya lemak. Terutama lemak jenuh, yang menyebabkan terbentuknya plak lemak yang disebut ateroma.

Ateroma menyebabkan aterosklerosis, suatu kondisi arteri besar dan kecil yang ditandai dengan penumpukan lemak, trombosit, makrofag, dan leukosit di seluruh Tunica intima dan Tunica media. Pada aterosklerosis, lapisan intima dinding arteri mengandung banyak kolesterol atau lemak lainnya yang mengeras dan menebal.

Pengerasan dan penyempitan pembuluh darah akibat penimbunan kolesterol, kalsium dan lemak kuning ini dikenal dengan aterosklerosis (Atherosclerosis) atau pengapuran. Hal ini menyebabkan kekurangan oksigen dan nutrisi, yang menyebabkan infark miokard.

Klasifikasi Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung ini diklasifikasikan menjadi tiga berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), dan pemeriksaan marka jantung, yaitu

  1. Infark miokard dengan elevasi segmen ST (STEMI atau ST Segment Elevation Myocardial Infarction)
  2. Infark miokard dengan non elevasi segmen ST (NSTEMI atau Non ST Segment Elevation Myocardial Infarction)
  3. Angina Pektoris tidak stabil (UAP atau Unstable Angina Pectoris)
Gejala Klinis Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Gambaran klinis PJK adalah badan terasa lemas, dada terasa sakit, jantung berdebar kencang saat berolahraga atau melakukan aktivitas, sesak napas, dan terkadang mual dan muntah. Namun, gejala pertama adalah nyeri di dada kiri, yang bisa menjalar ke lengan kiri, leher, atau punggung.

Nyeri dada ini bersifat subyektif dan sebagian orang menggambarkannya sebagai perasaan tertekan oleh sesuatu yang berat, rasa terbakar, rasa perih, rasa tidak nyaman di dada, atau masuk angin. Lokalisasi dapat terjadi di dada bagian tengah, leher, punggung, dada kanan dan juga di ulu hati, seperti pada tukak lambung

Pemeriksaan Laboratorium Penunjang Diagnosis Penyakit Jantung Koroner

Gangguan pada jantung juga ditunjukkan dengan peningkatan kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) enzim Aspartate Aminotransferase (AST) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) atau Alanine Aminotransferase (ALT).

Peningkatan kadar enzim kreatinin kinase (CK dan CK-MB), mioglobin, dan troponin menunjukkan adanya nekrosis miokard. Data laboratorium yang dikumpulkan selain biomarker jantung meliputi pemeriksaan darah rutin, gula darah sewaktu, status elektrolit, koagulasi darah, tes fungsi ginjal dan panel lipid.

BACA JUGA: Perlu Diperhatikan! Inilah Bahaya Penyakit Tuberkulosis Paru

***

Penulis                        : Della Sinka Tiara Suri

Dosen Pembimbing    : Yessy Puspitasari

Program Studi             : D-III Teknologi Laboratorium Medis

Editor: Puspa Anggun Pertiwi

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori