VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR mengedukasi ibu-ibu peserta Posyandu di Ecopark Randuagung mengenai manfaat dan risiko penggunaan obat untuk meningkatkan literasi kesehatan keluarga dan mendorong penggunaan obat yang lebih aman.
Kesehatan keluarga memerlukan perhatian khusus, termasuk dalam penggunaan obat. Pemahaman yang tepat mengenai manfaat dan risiko obat menjadi penting karena keputusan penggunaan obat dapat memengaruhi kondisi kesehatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Secara global, kesehatan perempuan masih menjadi isu yang mendapat perhatian luas. Pada 2023, diperkirakan sekitar 260.000 perempuan meninggal akibat komplikasi kesehatan. Meskipun angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2000, edukasi kesehatan tetap menjadi kebutuhan yang penting. Tidak hanya terkait pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi juga perlu mencakup pemahaman mengenai penggunaan obat yang aman bagi keluarga.
Sebagai bentuk upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat, mahasiswa Program D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan seminar edukasi pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Ecopark Randuagung. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu peserta Posyandu dan keluarga yang antusias memperoleh informasi mengenai manfaat dan risiko penggunaan obat.
Pentingnya Memahami Risiko dan Manfaat Obat
Penggunaan obat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbagai data menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat pernah menggunakan setidaknya satu jenis obat dalam periode tertentu. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penggunaan obat yang tepat menjadi sangat penting.
Dalam seminar ini, narasumber menjelaskan bahwa pemilihan obat harus didasarkan pada pertimbangan ilmiah, konsultasi dengan tenaga kesehatan, serta pemahaman mengenai manfaat dan risiko yang mungkin muncul. Setiap obat memiliki efek yang berbeda pada tubuh sehingga penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Peserta juga diperkenalkan pada berbagai contoh kasus yang menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan obat. Salah satunya adalah kasus talidomid yang dikenal memiliki risiko efek samping serius apabila digunakan tanpa pengawasan yang tepat. Contoh tersebut membantu peserta memahami bahwa obat yang tampak aman tetap memerlukan penggunaan yang bijaksana.
Mengenal Berbagai Jenis Sediaan Obat Cair
Salah satu materi utama dalam kegiatan ini membahas sediaan obat cair. Narasumber menjelaskan bahwa bentuk sediaan seperti sirup, suspensi, emulsi, dan eliksir sering dipilih karena lebih mudah dikonsumsi dibandingkan tablet atau kapsul.
Bagi ibu-ibu peserta Posyandu, informasi ini sangat relevan karena mereka sering berperan dalam menyiapkan obat untuk anak maupun anggota keluarga lainnya. Namun, kemudahan penggunaan tidak selalu berarti obat tersebut dapat digunakan tanpa pertimbangan.
Peserta diberikan pemahaman bahwa pemilihan sediaan obat cair tetap harus memperhatikan kandungan zat aktif, dosis, serta kondisi kesehatan pasien. Dengan demikian, penggunaan obat dapat memberikan manfaat yang optimal dan meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.
Kuis Edukatif untuk Memperkuat Pemahaman
Agar suasana belajar lebih menarik, panitia menyelenggarakan kuis berhadiah setelah sesi pemaparan materi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan partisipasi peserta sekaligus membantu mereka mengingat kembali informasi yang telah disampaikan.
Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan. Kuis tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai metode penguatan materi edukasi.
Setelah sesi kuis selesai, peserta diminta mengisi kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman mereka. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana materi yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta.
Media Edukasi Mendukung Penyampaian Informasi
Keberhasilan kegiatan juga didukung oleh penggunaan berbagai media edukasi. Banner digunakan untuk memperjelas informasi penting secara visual. Selain itu, leaflet dibagikan kepada peserta sebagai bahan bacaan yang dapat dipelajari kembali di rumah.
Kuesioner yang diberikan setelah kegiatan juga menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran. Melalui berbagai media tersebut, informasi dapat disampaikan secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi seluruh peserta. Dokumentasi tersebut sekaligus menjadi bukti pelaksanaan kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Meningkatkan Literasi Obat dalam Keluarga
Seminar di Ecopark Randuagung menunjukkan bahwa edukasi mengenai penggunaan obat masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Penyampaian materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami membuat peserta lebih mudah menerima informasi yang diberikan.
Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat, risiko, dan cara penggunaan obat yang tepat, ibu-ibu peserta Posyandu diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dalam penggunaan obat di lingkungan keluarga.
Semakin tinggi literasi kesehatan masyarakat, semakin besar pula peluang untuk mencegah risiko kesehatan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, kegiatan edukasi seperti ini perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat.
[BACA JUGA: Cerdas Menggunakan Obat Cair: Meningkatkan Literasi Kesehatan Lansia di Gumeno]
Penulis: Siti Haliza Putri
Editor: Nadya (Tim Branding Vokasi)



