Mengenal Salep, krim, gel dan pasta

Mengenal Salep, krim, gel dan pasta

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Vokasi UNAIR mengedukasi masyarakat Jajar Tunggal tentang perbedaan salep, krim, gel, dan pasta agar penggunaan obat topikal lebih tepat.

Pentingnya Memahami Sediaan Obat Setengah Padat

Pemahaman masyarakat mengenai bentuk sediaan obat menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung penggunaan obat yang aman dan efektif. Salah satu bentuk sediaan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah sediaan obat setengah padat, seperti salep, krim, gel, dan pasta.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan fungsi masing-masing sediaan tersebut. Akibatnya, penggunaan obat topikal sering kali kurang tepat dan tidak sesuai dengan kondisi kulit yang dialami.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai sediaan obat setengah padat. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai RW 04, Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Surabaya Barat, pada 13 Mei 2026.

Edukasi Kesehatan di Balai RW 04 Jajar Tunggal

Kegiatan edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai jenis, fungsi, serta cara penggunaan obat topikal. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menggunakan obat secara lebih tepat, aman, dan sesuai dengan keluhan yang dialami.

Edukasi mengenai sediaan obat setengah padat menjadi penting karena obat topikal sering digunakan secara mandiri di rumah. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa setiap jenis sediaan memiliki karakteristik dan tujuan penggunaan yang berbeda.

Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan informasi yang mudah dipahami agar masyarakat tidak hanya mengenal nama obat, tetapi juga mengetahui fungsi dan aturan penggunaannya.

Edukasi melalui Media Visual dan Diskusi Interaktif

Penyampaian materi dilakukan menggunakan media edukasi berupa leaflet, papan edukasi, serta contoh berbagai jenis sediaan obat setengah padat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Media tersebut digunakan agar peserta lebih mudah memahami perbedaan bentuk dan fungsi masing-masing sediaan.

Peserta diperkenalkan dengan karakteristik salep, krim, gel, dan pasta beserta perbedaan fungsi masing-masing dalam pengobatan. Penjelasan diberikan secara sederhana agar materi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan dari mahasiswa, tetapi juga aktif berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mereka saat menggunakan obat topikal di rumah.

Mengenal Jenis Sediaan Obat Setengah Padat

Materi edukasi difokuskan pada pengenalan empat jenis sediaan obat setengah padat, yaitu salep, krim, gel, dan pasta. Mahasiswa menjelaskan bahwa setiap bentuk sediaan memiliki karakteristik berbeda sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi kulit dan tujuan terapi.

Salep umumnya digunakan pada kulit yang kering karena mampu mempertahankan kelembapan kulit. Sediaan ini memiliki tekstur lebih berminyak sehingga dapat memberikan efek perlindungan pada permukaan kulit.

Sementara itu, krim lebih nyaman digunakan karena mudah dioleskan dan tidak terlalu berminyak. Krim biasanya lebih mudah meresap dan sering dipilih untuk penggunaan pada area kulit yang membutuhkan sediaan lebih ringan.

Perbedaan Fungsi Gel dan Pasta

Gel merupakan sediaan obat setengah padat yang memberikan sensasi dingin saat digunakan. Sediaan ini mudah dibersihkan dan banyak digunakan pada berbagai keluhan kulit yang membutuhkan efek sejuk atau nyaman setelah pengolesan.

Berbeda dengan gel, pasta memiliki konsistensi lebih kental. Pasta biasanya digunakan untuk membantu melindungi kulit yang mengalami iritasi atau luka ringan.

Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat dapat memilih sediaan obat topikal secara lebih tepat. Pemilihan bentuk sediaan yang sesuai dapat membantu obat bekerja lebih optimal dan mengurangi risiko penggunaan yang keliru.

Penggunaan Salep Menjadi Topik yang Banyak Ditanyakan

Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah diskusi mengenai penggunaan salep untuk berbagai keluhan kulit. Beberapa peserta menanyakan obat yang tepat untuk digunakan pada daerah sensitif, seperti area lipatan kulit.

Tim mahasiswa menjelaskan bahwa penggunaan salep harus disesuaikan dengan penyebab keluhan. Misalnya, keluhan yang disebabkan oleh infeksi jamur memerlukan obat antijamur dan harus digunakan sesuai aturan pakai.

Peserta juga menanyakan kegunaan beberapa salep yang sering dijumpai, seperti Salep 24, Salep 88, dan Fungiderm. Tim mahasiswa menjelaskan bahwa setiap produk memiliki indikasi yang berbeda sehingga penggunaannya perlu memperhatikan keluhan, aturan pakai, serta informasi pada kemasan obat.

Pentingnya Membaca Aturan Pakai

Dalam sesi diskusi, masyarakat diingatkan agar tidak menggunakan obat topikal secara sembarangan. Setiap obat memiliki kandungan, fungsi, dosis, frekuensi penggunaan, dan lama pemakaian yang perlu diperhatikan.

Membaca aturan pakai menjadi langkah sederhana untuk mencegah kesalahan penggunaan obat. Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan tanggal kedaluwarsa, cara penyimpanan, serta peringatan yang tercantum pada kemasan.

Apabila keluhan kulit tidak kunjung membaik, semakin parah, atau menimbulkan reaksi tidak nyaman, masyarakat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Langkah ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sesuai penyebab keluhan.

Meningkatkan Kesadaran Penggunaan Obat Topikal

Pelaksanaan edukasi mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Antusiasme peserta dalam berdiskusi menunjukkan tingginya minat untuk memahami penggunaan obat topikal yang benar.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami perbedaan setiap bentuk sediaan obat setengah padat. Selain itu, peserta juga diharapkan mampu mengetahui fungsi masing-masing obat dan memilih sediaan yang sesuai dengan keluhan yang dialami.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung penggunaan obat secara rasional, meningkatkan keberhasilan terapi, serta mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.

[BACA JUGA: Penyuluhan Kesehatan tentang Sediaan Obat Setengah Padat untuk Mendukung Penggunaan Obat yang Tepat]

Penulis: Adistiar Rahma Salsabila

Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)