Mengintip Prosedur Audit Kas: Menjaga Keandalan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Kegiatan magang di Kantor Akuntan Publik Iskandar dan Roni Cabang Sidoarjo | Foto: Dokumentasi Pribadi

VOKASI NEWS – Akun kas merupakan salah satu pos penting dalam laporan keuangan. Pos ini sering mendapat perhatian khusus dalam setiap proses pemeriksaan laporan keuangan. Tingkat likuiditas yang tinggi membuat akun kas rentan terhadap kesalahan pencatatan maupun potensi penyalahgunaan. Hal inilah yang mendasari pentingnya prosedur audit kas yang cermat, seperti yang diterapkan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) XYZ dalam memeriksa laporan keuangan PT. BAR, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan batu bata tahan api.

PT BAR menyusun laporan keuangannya berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Standar tersebut digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan. Pemeriksaan difokuskan pada laporan keuangan periode 31 Desember 2024. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa prosedur audit yang dijalankan telah sesuai dengan standar audit yang berlaku serta menghasilkan bukti audit yang relevan dan andal.

Prosedur Audit yang Diterapkan

Sejumlah tahapan dijalankan auditor KAP XYZ dalam memeriksa akun kas PT. BAR. Tahapan tersebut diawali dengan pencocokan saldo audit tahun sebelumnya dengan trial balance perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan konsistensi data dari satu periode ke periode berikutnya. Selanjutnya, auditor melakukan cash opname atau penghitungan fisik kas secara langsung untuk memverifikasi kesesuaian antara saldo fisik dan saldo pembukuan.

Tahapan lain yang tidak kalah penting adalah pengujian cut-off kas, yang bertujuan memastikan seluruh transaksi kas dicatat pada periode akuntansi yang tepat. Auditor juga memeriksa dokumen-dokumen transaksi pendukung sebelum menyusun top schedule dan supporting schedule sebagai bagian dari kertas kerja audit.

“Setiap tahapan audit kas dilakukan secara sistematis agar bukti yang diperoleh benar-benar dapat diandalkan,” ujar salah satu auditor yang terlibat dalam pemeriksaan tersebut.

Temuan dan Analisis Hasil Audit

Dari rangkaian prosedur yang dijalankan, ditemukan selisih sebesar Rp150.000 antara saldo kas fisik dan saldo kas dalam pembukuan PT. BAR. Selisih tersebut disebabkan oleh transaksi pengeluaran kas yang belum tercatat akibat human error. Meski demikian, nilai selisih ini tergolong kecil dan tidak bersifat material, sehingga tidak memengaruhi opini auditor terhadap kewajaran laporan keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Temuan ini menegaskan bahwa kesalahan pencatatan sekecil apa pun tetap perlu ditelusuri untuk memastikan keakuratan laporan keuangan. Ketelitian dalam setiap tahapan audit menjadi kunci utama dalam mendeteksi dan mengklarifikasi selisih semacam ini sebelum berdampak lebih luas.

Kesesuaian dengan Standar dan Kontribusi terhadap SDGs

Secara keseluruhan, prosedur audit akun kas yang dijalankan KAP XYZ dinilai telah sesuai dengan standar audit yang berlaku. Proses ini turut mendukung terwujudnya laporan keuangan yang transparan dan akuntabel, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 16, yakni Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan tata kelola dan akuntabilitas lembaga usaha.

Selain itu, praktik audit yang andal turut berkontribusi pada SDGs nomor 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena laporan keuangan yang kredibel menjadi fondasi bagi keberlangsungan usaha dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Dengan demikian, prosedur audit kas yang teliti bukan hanya memenuhi kewajiban profesional, tetapi juga berperan dalam mendorong ekosistem bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.

[BACA JUGA: Pentingnya Validasi Purchase Request dalam Pembelian Barang Hotel]

Penulis: Najma Nadyana

Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)