VOKASI NEWS – Dalam era perkembangan industri manufaktur, kualitas dan keamanan produk menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan. Salah satu produk yang wajib memenuhi persyaratan sebelum dipasarkan di Indonesia adalah lampu LED swa-ballast, yang harus lolos pengujian sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) IEC 62560:2015. Salah satu parameter penting dalam standar tersebut adalah pengujian momen tekuk pada fitting lampu. Pengujian ini bertujuan memastikan bahwa kaki lampu mampu menahan beban mekanik saat dipasang pada dudukannya sehingga tetap aman digunakan oleh masyarakat.
Di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI), proses pengujian momen tekuk masih banyak dilakukan menggunakan alat analog. Operator harus membaca hasil pengukuran secara manual, menghitung nilai momen tekuk, kemudian mencatat hasil pengujian secara konvensional. Proses tersebut memerlukan waktu sekitar tiga menit untuk setiap sampel serta berpotensi menimbulkan human error pada pembacaan maupun pencatatan data.
Pengembangan Alat Ukur Digital Berbasis Arduino
Berangkat dari kondisi tersebut, dikembangkan alat ukur digital momen tekuk fitting lampu yang memanfaatkan sensor load cell, Arduino Uno, modul HX711, LCD, serta modul SD Card sebagai media penyimpanan data. Sensor load cell digunakan untuk mengukur berat lampu. Selanjutnya, data tersebut diolah oleh Arduino Uno menjadi nilai momen tekuk berdasarkan prinsip mekanika menggunakan persamaan M = W × d. Selanjutnya, hasil pengukuran dikoreksi menggunakan metode kalibrasi regresi linear untuk meningkatkan akurasi pembacaan alat.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persamaan regresi y = 0,9734x + 0,0003 dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9984. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan linear yang sangat kuat antara hasil pengukuran alat dengan data referensi. Implementasi persamaan regresi tersebut berhasil menghasilkan rata-rata error pengukuran momen tekuk sebesar 1,53%, sehingga tingkat akurasi alat mencapai sekitar 98,47%. Selain itu, seluruh data hasil pengujian dari 30 sampel lampu berhasil disimpan secara otomatis ke dalam SD Card dengan format CSV tanpa mengalami kehilangan data. Kondisi ini memudahkan proses dokumentasi dan analisis hasil pengujian.
Pengembangan alat ini tidak hanya meningkatkan akurasi pengukuran, tetapi juga mempercepat proses pengujian. Selain itu, alat ini mengurangi kesalahan akibat pencatatan manual serta menghasilkan dokumentasi data yang lebih rapi dan mudah diakses. Seluruh sampel lampu yang diuji juga memenuhi ketentuan SNI IEC 62560:2015, yaitu memiliki nilai momen tekuk di bawah batas maksimum 2 Nm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat mampu mendukung proses evaluasi kesesuaian produk sesuai standar yang berlaku.
Mendukung Transformasi Digital Laboratorium Standardisasi
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi yang mendukung transformasi digital pada proses pengujian produk di laboratorium standardisasi. Selain meningkatkan efisiensi kerja, sistem digital yang dikembangkan juga memberikan kontribusi terhadap penerapan teknologi yang lebih modern. Sistem ini juga mendukung proses pengujian yang lebih akurat dan terdokumentasi dengan baik.
Pengembangan alat ukur digital ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Hal ini diukur melalui penerapan inovasi teknologi dalam proses pengujian industri. Selain itu, alat ini mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan membantu pengawasan mutu produk agar memenuhi standar keselamatan sebelum dipasarkan. Alat ini juga mendukung SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui peningkatan keandalan proses standardisasi dan penilaian kesesuaian produk yang transparan, akurat, dan terdokumentasi.
[BACA JUGA: Mengenal Efek Samping Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara Melalui Pemeriksaan Hematologi]
Penulis: Nanda Robi Dwiajeng
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



