Penemuan Kasus Hipertensi dan Hiperkolesterolemia pada Remaja di MA Ar-Raudlah Kabupaten Gresik Tahun 2026

PENEMUAN KASUS HIPERTENSI DAN HIPERKOLESTEROLEMIA PADA REMAJA DI MA AR-RAUDLAH KABUPATEN GRESIK TAHUN 2026

VOKASI NEWS – Kasus hipertensi (tekanan darah tinggi) dan hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi) biasanya sering terjadi pada individu usia lanjut. Namun, penelitian yang dilakukan di MA Ar-Raudlah Kabupaten Gresik ini mengungkap sebuah fakta. Pasalnya, setelah dilakukan penelitian oleh mahasiswa akhir TLM, telah ditemukan bahwa kasus tersebut juga dapat terjadi pada individu dengan usia remaja. Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor risiko yang terlibat sehingga dapat menyebabkan individu mengalami hipertensi maupun hiperkolesterolemia.

Faktor Risiko berdasarkan Karakteristik Responden

Faktor-faktor risiko ini dibedakan menjadi dua yaitu faktor risiko yang tidak dapat dikontrol (jenis kelamin, usia, dan riwayat genetik) dan faktor risiko yang dapat dikontrol (pola makan berisiko, aktivitas fisik, obesitas sentral, perokok, dan status sosial ekonomi). Gangguan hipertensi dan hiperkolesterolemia ini sangat erat hubungannya dengan penyakit kardiovaskular. Apabila tidak segera ditangani, hal ini akan menyebabkan kematian karena adanya kerusakan organ tubuh seperti ginjal dan jantung.

Pentingnya Deteksi Dini pada Remaja

Responden yang menjadi partisipan pada penelitian ini merupakan 108 siswa dan siswi MA Ar-Raudlah Kabupaten Gresik tahun 2026 yang telah menyetujui dengan menandatangani surat persetujuan menjadi responden (IC). Pemeriksaan yang dilakukan yaitu meliputi pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan tensimeter. Kemudian, kadar kolesterol juga diperiksa dengan menggunakan alat POCT dan pengukuran lingkar perut menggunakan pita ukur.

Selain itu, responden diminta untuk melakukan pengisian kuesioner karakteristik responden, kuesioner pola makan 3×24 jam/seminggu, juga kuesioner aktivitas fisik. Penelitian ini dilakukan pada remaja karena pada usia ini biasanya individu lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi garam dan tinggi lemak jenuh. Pola konsumsi tersebut dapat memengaruhi kejadian hipertensi dan hiperkolesterolemia.

Hasil Skrining Tekanan Darah dan Kadar Kolesterol pada Remaja

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengisian kuesioner oleh responden penelitian, ditemukan sebanyak 8 siswa mengalami hipertensi sistolik. Selain itu, 10 siswa mengalami hipertensi diastolik dan 41 siswa mengalami hiperkolesterolemia. Gangguan tersebut dapat terjadi karena pengaruh paparan faktor-faktor risiko, seperti konsumsi makanan dengan kandungan tinggi garam, kurang beraktivitas fisik, dan status sosial ekonomi orang tua yang rendah.

Adanya pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol pada remaja ini dapat memberikan keuntungan. Keuntungan ini salah satunya dapat digunakan untuk mengetahui individu yang mengalami gangguan tersebut. Hal ini dikarenakan secara teori, kejadian hipertensi dan hiperkolesterolemia tidak menimbulkan gejala klinis yang spesifik atau biasa disebut dengan “silent killer” (Faridah dkk., 2022).

[BACA JUGA: Tim Ksatria Airlangga Raih Bronze Medal DIGITEX 2026, Bawa Inovasi Kearsipan Inklusif ke Malaysia]

Penulis: Nabila Khoirun Nisa’ Putri Sani

Editor: Aghnia Faiza (Tim Branding Vokasi)