Pengalaman Magang Mahasiswa TLM UNAIR di Bidang Patologi Klinik, Mikrobiologi, dan Patologi Anatomi

VOKASI NEWS – Pengalaman magang menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis (TLM). Lewat kegiatan ini, mahasiswa dapat mengenal dunia kerja secara langsung. Mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu perkuliahan. Mereka juga mempelajari berbagai jenis pemeriksaan, alur kerja laboratorium, serta peran tenaga medis.

Mahasiswa TLM Universitas Airlangga (UNAIR) mendapatkan pengalaman belajar di berbagai instansi. Setiap tempat magang menghadirkan pengalaman dan pembelajaran tersendiri. Contohnya adalah pemeriksaan jaringan Patologi Anatomi, pemeriksaan mikrobiologi klinik, hingga pemeriksaan HbA1c.

Memahami Pemeriksaan HbA1c di Laboratorium Budi Sehat

Tsabina Amelia dan Faradilla Yulianti merupakan mahasiswa Program Studi D-4 Teknologi Laboratorium Medik. Mereka menjalani magang di Laboratorium Klinik Budi Sehat. Pengelola laboratorium menempatkan mereka di beberapa stase. Salah satunya adalah bagian Patologi Klinik. Tenaga medis menguji salah satu pemeriksaan utama, yaitu pemeriksaan HbA1c. Parameter ini menggambarkan rata-rata kadar gula darah selama dua sampai tiga bulan. Oleh sebab itu, dokter sering menggunakan parameter ini untuk memantau pengendalian diabetes.

Petugas menjalankan pemeriksaan di laboratorium tersebut menggunakan alat Wondfo Finecare. Alat ini bekerja memakai metode FIA (fluorescence immunoassay). Sistem mengukur persentase HbA1c yang bereaksi dengan antibodi berlabel fluoresens. Selanjutnya, alat langsung mengenali molekul HbA1c secara akurat. Petugas dapat memperoleh hasil dalam waktu sekitar lima menit. Alat ini memiliki rentang pengukuran 4,0–14,5%. Selain itu, setiap cartridge menyediakan kontrol internal pada setiap pemeriksaan. Melalui kegiatan magang ini, Faradilla dan Tsabina memperoleh ilmu baru. Mereka memahami pentingnya ketelitian dalam setiap tahap pemeriksaan laboratorium.

Mengenal Teknologi Mikrobiologi Klinik di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur

Pengalaman magang Nayla Aziza di RSUD Haji Jawa Timur memberikan kesempatan berharga. Nayla dapat mengenal perkembangan teknologi pemeriksaan Mikrobiologi Klinik. Salah satunya melalui penggunaan VITEK 2 Compact. Alat ini merupakan sistem otomatis yang membantu identifikasi mikroorganisme. Mesin tersebut juga menguji kepekaan antimikroba secara lebih efisien.

Selain itu, Nayla memperoleh pengalaman melakukan Tes Cepat Molekuler (TCM). Program pemerintah ini berjalan secara rutin untuk menanggulangi tuberkulosis (TB). Pemeriksaan ini membantu petugas mendeteksi Mycobacterium tuberculosis. Petugas juga dapat mengetahui tingkat resistansi bakteri terhadap rifampisin.

Pengalaman tersebut memperluas keterampilan dan pemahaman Nayla. Ia makin memahami peran teknologi laboratorium dalam mendukung diagnosis penyakit infeksi. Hal ini juga mendukung program kesehatan masyarakat.

Mengenal Jaringan dan Sel di RSUD Dr. Harjono Ponorogo

Ekky Regita menjalani magang di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Pengalaman ini berbeda dari analisis darah atau identifikasi mikroorganisme. Ekky mendapat kesempatan mengenal proses pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi. Laboratorium ini berperan membantu penegakan diagnosis melalui pemeriksaan jaringan dan sel.

Selama kegiatan magang, Ekky mempelajari tahapan pengolahan jaringan. Ia memakai alat mikrotom untuk menghasilkan irisan jaringan tipis. Ekky juga melakukan pewarnaan preparat dengan Hematoxylin Eosin. Setelah itu, ia melakukan pengamatan struktur sel menggunakan mikroskop. Dokter spesialis Patologi Anatomi menginterpretasikan hasil pemeriksaan laboratorium. Langkah ini bertujuan membantu penegakan diagnosis, termasuk pada kasus tumor dan kanker.

Pengalaman ini memberikan wawasan bagi Ekky tentang kontribusi pemeriksaan histopatologi. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengenali perubahan jaringan sebagai dasar diagnosis. Laboratorium memiliki peran penting dalam membantu dokter memahami kondisi pasien. Hal ini mencakup pemeriksaan Patologi Klinik, Patologi Anatomi, dan Mikrobiologi Klinik. Layanan tersebut meliputi analisis darah, pengamatan jaringan, hingga identifikasi mikroorganisme. Setiap pemeriksaan memberikan informasi berbeda yang saling melengkapi untuk penegakan diagnosis.

Proses pemeriksaan laboratorium membutuhkan ketelitian, keahlian, dan dukungan teknologi. Pengalaman magang di rumah sakit memberikan gambaran nyata. Laboratorium bukan sekadar tempat pemeriksaan spesimen. Fasilitas ini merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan. Laboratorium membantu dokter menentukan langkah penanganan pasien secara tepat. Dengan memahami peran laboratorium, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya pemeriksaan diagnostik. Hal ini sangat mendasar untuk mendukung deteksi penyakit dan meningkatkan kualitas kesehatan.

[BACA JUGA: Get To Know PB 2026 Ajak Calon Mahasiswa Mengenal Dunia Perbankan dan Keuangan]

Penulis: Ekky Regita, Faradilla Yulianti, Nayla Aziza, Tsabina Amelia

Editor: Nawal Eka Paramita (Tim Vokasi Branding)