VOKASI NEWS – Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi salah satu pengalaman penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja profesional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan. Selain itu, PKL juga memberikan gambaran nyata mengenai suasana kerja di lingkungan pelayanan kesehatan. Pengalaman tersebut dirasakan oleh mahasiswa Fakultas Vokasi Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medis Universitas Airlangga yang melaksanakan PKL di RS Hermina Kemayoran selama tiga bulan atau 12 minggu.
Sistem Informasi Laboratorium dan Keselamatan Kerja
Pada awal pelaksanaan PKL, mahasiswa diperkenalkan dengan alur pelayanan laboratorium berbasis digital melalui Sistem Informasi Laboratorium (SIL) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Sistem ini memudahkan proses pencatatan hasil pemeriksaan dan pengiriman data kepada dokter. Selain itu, sistem tersebut juga membantu pemantauan mutu layanan.
Mahasiswa juga mempelajari tata tertib kerja dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium. Materi yang dipelajari meliputi penanganan limbah infeksius, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur darurat apabila terjadi tumpahan bahan berbahaya.
Pengalaman di Berbagai Unit Laboratorium
Selama menjalani PKL, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar di berbagai bagian laboratorium. Unit yang dipelajari meliputi hematologi, kimia klinik, urinalisis, pemeriksaan feses, BTA, bank darah, hingga patologi anatomi. Sistem rotasi yang dilakukan setiap dua hingga tiga hari membantu mahasiswa memahami alur kerja di setiap bagian laboratorium.
Di bagian hematologi, mahasiswa mempelajari penggunaan hematology analyzer untuk pemeriksaan darah rutin, seperti hemoglobin, leukosit, trombosit, dan diferensiasi sel. Pengalaman mengoperasikan alat secara langsung menjadi pengalaman yang berkesan. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari pemeriksaan laju endap darah (LED) dan pembuatan apusan darah tepi untuk mengamati morfologi sel darah merah dan sel darah putih.
Pada bagian kimia klinik, mahasiswa mengenal penggunaan alat Indiko untuk pemeriksaan glukosa, kolesterol, ureum, kreatinin, serta elektrolit. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memahami pentingnya ketelitian dalam bekerja. Pasalnya, kesalahan kecil dapat memengaruhi hasil pemeriksaan pasien.
Selain itu, mahasiswa juga mempelajari pelaksanaan quality control (QC) internal dan eksternal. Sebelum memeriksa sampel pasien, kontrol dilakukan menggunakan larutan standar. Tujuannya untuk memastikan alat dan reagen bekerja dalam batas yang dapat diterima.
Di bagian mikrobiologi, mahasiswa mempelajari pemeriksaan BTA (Bakteri Tahan Asam) untuk diagnosis tuberkulosis. Mahasiswa juga melakukan inokulasi sampel ke media kultur dan uji sensitivitas antibiotik. Ketelitian menjadi aspek yang sangat penting karena kontaminasi sekecil apa pun dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Selain itu, mahasiswa mempelajari teknik pewarnaan Gram untuk identifikasi awal bakteri dari spesimen klinis.
Pada unit bank darah, mahasiswa mempelajari pemeriksaan golongan darah sistem ABO dan Rhesus. Mahasiswa juga belajar melakukan uji crossmatch sebelum transfusi darah dilakukan. Proses tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketelitian dalam menjaga keselamatan pasien.
Pengalaman Lapangan dalam Pembentukan Profesionalisme
Selama PKL berlangsung, mahasiswa mempelajari bahwa pekerjaan di laboratorium tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Kemampuan beradaptasi dan bekerja sama juga menjadi keterampilan yang penting. Suasana kerja yang kondusif membantu proses pembelajaran berlangsung dengan baik.
Tenaga laboratorium dan senior memberikan arahan selama kegiatan berlangsung. Ketika terjadi kesalahan, proses pembelajaran dilakukan melalui pendampingan dan evaluasi. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami prosedur kerja secara lebih baik.
Kegiatan PKL dilaksanakan pada jadwal dinas pagi, yaitu pukul 08.00–16.00. Meskipun cukup melelahkan, pengalaman tersebut melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Selain itu, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai budaya kerja rumah sakit yang menuntut ketepatan waktu, ketelitian, dan kerja sama antar tenaga kesehatan.
Menambah Wawasan Profesionalisme Mahasiswa
Pengalaman PKL menjadi lebih berkesan karena dijalani bersama teman satu kelompok. Selama 12 minggu, mahasiswa saling membantu, belajar bersama, dan berbagi pengalaman di setiap unit laboratorium. Situasi tersebut membuat proses PKL terasa lebih ringan.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemeriksaan laboratorium. Selain itu, mahasiswa juga belajar mengenai komunikasi profesional, kerja sama tim, adaptasi di lingkungan kerja, serta etika profesi.
Meskipun tidak semua jenis pemeriksaan laboratorium tersedia secara lengkap di rumah sakit tempat PKL berlangsung, pengalaman yang diperoleh tetap memberikan banyak wawasan baru. Mahasiswa menjadi lebih memahami alur pelayanan laboratorium rumah sakit, penggunaan alat otomatis maupun manual, serta pentingnya sikap profesional dalam bekerja. Pengalaman ini juga memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja tenaga Teknologi Laboratorium Medis pada masa mendatang.
[BACA JUGA: AVOCST x ALERT 2026: Edukasi Keperawatan dan Pelatihan BLS bagi Siswa SMA/SMK/Sederajat]
Penulis: Fauzan Rhizky Kurniawan
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



