VOKASI NEWS – Keberhasilan pengobatan kanker tidak hanya ditentukan oleh ketepatan terapi. Pengalaman pasien selama menjalani pengobatan juga menjadi faktor penting. Pada layanan radioterapi, pasien harus menjalani penyinaran secara berulang dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, kualitas pelayanan turut memengaruhi kenyamanan dan kepuasan pasien. Pelayanan yang berpusat pada pasien menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan.
World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas harus aman, efektif, tepat waktu, efisien, adil, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Prinsip tersebut menjadi dasar penyelenggaraan layanan radioterapi. Pasien tidak hanya membutuhkan terapi yang efektif. Mereka juga memerlukan pelayanan yang nyaman selama menjalani pengobatan.
Pengalaman Pasien Menjadi Bagian Penting dalam Pelayanan Radioterapi
Radioterapi merupakan salah satu modalitas utama dalam penanganan kanker. Sekitar 50 persen pasien kanker diperkirakan membutuhkan terapi ini selama perjalanan penyakitnya. Berbeda dengan layanan kesehatan lainnya, pasien radioterapi harus datang secara rutin selama beberapa minggu. Kondisi tersebut membuat pasien berinteraksi lebih intensif dengan tenaga kesehatan, petugas administrasi, dan lingkungan rumah sakit.
Seluruh rangkaian pengalaman tersebut membentuk persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. Semakin baik pengalaman yang dirasakan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan.
Lima Aspek Pengalaman Pelayanan Radioterapi
Penelitian di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Lavalette Malang melibatkan 40 pasien. Seluruh responden telah menjalani lebih dari 10 fraksi radioterapi. Pengalaman pelayanan dievaluasi menggunakan lima dimensi Patient Satisfaction Model (PSM). Kelima dimensi tersebut meliputi pelayanan tenaga medis radioterapi, pelayanan administrasi, penyampaian informasi medis, waktu tunggu, dan kenyamanan lingkungan pelayanan radioterapi.
Model tersebut menjelaskan bahwa kepuasan pasien terbentuk dari pengalaman yang diperoleh selama menerima pelayanan kesehatan, sehingga kualitas interaksi antara pasien dan penyedia layanan menjadi faktor yang sangat penting.
Mayoritas Pasien Merasa Puas dengan Pelayanan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian positif terhadap seluruh aspek pelayanan. Pelayanan tenaga medis radioterapi dan pelayanan administrasi memperoleh penilaian baik sebesar 82,5 persen. Kenyamanan lingkungan pelayanan mendapatkan penilaian baik sebesar 80 persen, diikuti penyampaian informasi medis sebesar 75 persen dan waktu tunggu pelayanan sebesar 72,5 persen.
Secara keseluruhan, sebanyak 77,5 persen responden menyatakan puas terhadap pelayanan radioterapi yang diterima di Rumah Sakit Lavalette Malang. Menurut Muhammad Hisyam, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pasien selama menjalani radioterapi menjadi aspek penting yang berkaitan dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan kesehatan.
Seluruh Aspek Pelayanan Berhubungan dengan Kepuasan Pasien
Analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa seluruh dimensi pengalaman pelayanan memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien, dengan nilai p sebesar 0,001.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan tenaga medis, pelayanan administrasi, penyampaian informasi medis, waktu tunggu, serta kenyamanan lingkungan pelayanan sama-sama berkontribusi dalam membentuk kepuasan pasien selama menjalani radioterapi.
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa pengalaman pelayanan yang positif mampu meningkatkan kepuasan pasien sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.
Pelayanan Humanis Perlu Terus Ditingkatkan
Temuan ini menjadi bahan evaluasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan radioterapi yang lebih humanis, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Peningkatan mutu pelayanan tidak hanya berfokus pada ketepatan tindakan medis, tetapi juga mencakup kualitas komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, kemudahan proses administrasi, kejelasan informasi yang diberikan, pengelolaan waktu tunggu, serta kenyamanan lingkungan pelayanan.
Melalui pengalaman pelayanan yang baik, rumah sakit tidak hanya meningkatkan kepuasan pasien, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien serta mendukung keberhasilan proses pengobatan kanker secara menyeluruh.
[BACA JUGA: Penyelesaian SP2DK atas Indikasi Tidak Melaporkan Penghasilan Non Final PPh 23]
Penulis: Muhammad Hisyam
Pembimbing: Berliana Devianti Putri dan Ero Wahjuningdiah
Editor: Inviana (Tim Vokasi Unair)



