VOKASI NEWS – Air bersih yang mengalir hingga ke rumah-rumah masyarakat melewati serangkaian proses pengolahan yang tidak sederhana. Salah satu tahapan terpenting adalah proses disinfeksi menggunakan klorin, bahan kimia yang berperan membunuh mikroorganisme penyebab penyakit. Di balik manfaatnya, terdapat risiko yang tidak boleh diabaikan. Paparan klorin dapat mengganggu sistem pernapasan, mengiritasi mata dan kulit, bahkan membahayakan keselamatan apabila terjadi kebocoran dalam jumlah besar.
Tidak seperti bahaya dari mesin yang mudah terlihat, ancaman klorin sering kali hadir tanpa disadari. Gas ini tidak selalu tampak oleh mata, tetapi dapat menyebar dengan cepat ketika terjadi kebocoran. Kondisi tersebut membuat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pekerja di instalasi pengolahan air minum.
Pengetahuan Membentuk Kebiasaan Bekerja Aman
Gambaran tersebut terlihat pada pekerja di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Ngagel Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya. Sebagian besar pekerja telah memiliki pemahaman yang baik mengenai keselamatan kerja dalam penggunaan klorin. Kondisi tersebut berjalan seiring dengan tingginya kepatuhan terhadap prosedur kerja aman selama menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pekerja yang memahami potensi bahaya klorin cenderung lebih disiplin menggunakan alat pelindung diri (APD), mengikuti prosedur kerja, serta lebih siap menghadapi situasi darurat apabila sewaktu-waktu terjadi kebocoran. Pengetahuan yang dimiliki tidak hanya berhenti sebagai informasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten di lingkungan kerja.
Membangun Budaya Keselamatan dari Pengetahuan
Budaya keselamatan tidak terbentuk hanya melalui aturan yang ditempel di dinding atau prosedur yang tersimpan dalam dokumen perusahaan. Budaya tersebut lahir ketika setiap pekerja memahami risiko pekerjaannya dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam setiap situasi.
Pelatihan yang dilakukan secara berkala, simulasi keadaan darurat, serta sosialisasi mengenai bahaya klorin menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya tersebut. Pengetahuan yang terus diperbarui akan membantu pekerja tetap waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin berubah seiring perkembangan proses kerja.
Keselamatan Dimulai dari Pemahaman
Di balik setiap tetes air bersih yang sampai ke masyarakat, terdapat tanggung jawab besar yang diemban para pekerja instalasi pengolahan air. Menjaga kualitas air memang menjadi tujuan utama, tetapi memastikan setiap pekerja dapat menjalankan tugasnya dengan selamat memiliki arti yang sama pentingnya.
Pengetahuan K3 pada akhirnya bukan sekadar materi pelatihan atau syarat administrasi perusahaan. Pengetahuan menjadi fondasi yang membentuk perilaku, memperkuat budaya keselamatan, dan memastikan proses penyediaan air bersih dapat berlangsung tanpa mengorbankan kesehatan maupun keselamatan para pekerja.
[BACA JUGA: Burnout Operator CCR Pembangkit Listrik Berkorelasi Signifikan dengan Motivasi Kerja]
Penulis: Mochamad Fauzan Firmansyah
Pembimbing: Fadilatus Sukma Ika N.
Editor: Vioretha (Tim Branding Vokasi)



