Ibu Posyandu Randuagung Belajar Cermat Memilih Obat untuk Anak

Ibu Posyandu Randu Agung Cermat Pilih Obat Anak - Shafiyyah NitiSara

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Vokasi UNAIR mengedukasi ibu-ibu posyandu Desa Randuagung mengenai penggolongan obat dan penggunaan obat yang aman untuk anak.

Mahasiswa Vokasi UNAIR Tingkatkan Literasi Obat bagi Kader Posyandu

Kesehatan anak menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian khusus dalam lingkungan keluarga. Dalam banyak situasi, ibu berperan sebagai pihak pertama yang mengambil keputusan terkait penggunaan obat ketika anak mengalami keluhan kesehatan ringan.

Namun, tidak semua masyarakat memahami bahwa setiap obat memiliki fungsi, aturan penggunaan, serta dampak yang berbeda terhadap sistem tubuh manusia. Kesalahan dalam memilih atau menggunakan obat dapat meningkatkan risiko efek samping, terutama pada anak-anak yang organ tubuhnya masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan edukasi kesehatan bagi ibu-ibu posyandu di Desa Randuagung, Kabupaten Gresik, pada 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggolongan obat berdasarkan dampaknya terhadap sistem tubuh manusia.

Pentingnya Memahami Penggunaan Obat pada Anak

Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang anak. Pada fase tersebut, berbagai organ tubuh masih berkembang sehingga lebih sensitif terhadap efek obat dibandingkan orang dewasa.

Oleh karena itu, penggunaan obat pada anak tidak dapat disamakan dengan orang dewasa, baik dari segi dosis maupun aturan penggunaannya. Pemahaman mengenai kandungan obat, fungsi, serta risiko efek samping menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kesalahan penggunaan obat.

Berdasarkan informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), masyarakat perlu memahami informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakannya. Pemahaman tersebut mencakup logo penggolongan obat, aturan pakai, hingga peringatan penggunaan yang tercantum pada label kemasan.

Mengenal Klasifikasi Obat Berdasarkan Sistem Tubuh

Dalam kegiatan edukasi, peserta diperkenalkan pada berbagai golongan obat berdasarkan sistem tubuh yang menjadi target kerjanya. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa menjelaskan mengenai obat yang bekerja pada sistem saraf pusat, seperti obat penurun demam dan pereda nyeri yang umum digunakan saat anak mengalami demam atau keluhan ringan lainnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai obat yang bekerja pada sistem pencernaan, termasuk penggunaan oralit dan sirup zink untuk membantu penanganan diare sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Materi lain yang dibahas adalah obat yang bekerja pada sistem pernapasan untuk membantu mengatasi gejala batuk dan pilek. Dalam sesi ini, peserta diingatkan agar tidak menggunakan antibiotik secara sembarangan tanpa resep dokter karena dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.

Edukasi Interaktif dengan Media Visual

Untuk memudahkan pemahaman peserta, tim mahasiswa menggunakan media edukasi berupa banner penggolongan obat dan leaflet yang berisi informasi ringkas mengenai berbagai golongan obat.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti pengisian kuesioner sebelum dan sesudah edukasi untuk mengetahui tingkat pemahaman yang dimiliki. Metode ini membantu tim melihat efektivitas kegiatan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan komunikatif. Peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait penggunaan obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Kuis Edukatif Tingkatkan Partisipasi Peserta

Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, mahasiswa mengadakan kuis interaktif berhadiah. Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan materi yang telah disampaikan, terutama mengenai logo penggolongan obat.

Peserta diajak mengenali perbedaan antara logo lingkaran hijau yang menandakan obat bebas, lingkaran biru untuk obat bebas terbatas, serta logo lingkaran merah dengan huruf K yang menunjukkan golongan obat keras.

Melalui kuis tersebut, peserta dapat mengulang kembali informasi yang telah dipelajari sehingga materi menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.

Hasil Evaluasi Menunjukkan Peningkatan Pemahaman

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, peserta kembali mengisi kuesioner sebagai bentuk evaluasi akhir. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai penggolongan obat dan cara membaca informasi pada kemasan obat.

Peserta menjadi lebih memahami pentingnya memperhatikan logo obat, aturan penggunaan, serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila obat digunakan secara tidak tepat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa, kader kesehatan, dan peserta posyandu sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat.

Mendorong Ibu Menjadi Agen Literasi Kesehatan Keluarga

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu posyandu diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

Langkah sederhana seperti membaca label kemasan obat, memahami penggolongan obat, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat tertentu dapat membantu mencegah kesalahan penggunaan obat pada anak.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional, diharapkan kualitas kesehatan anak dan keluarga dapat terus terjaga. Edukasi kesehatan seperti ini menjadi salah satu upaya nyata dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan bijak dalam menjaga kesehatan.

[BACA JUGA: Elektroakupunktur Efektif Kurangi Nyeri Punggung pada Buruh Pabrik di Plumpang]

Penulis: Shafiyyah Nitisara

Editor: Alkeshar (Tim Branding Vokasi)