VOKASI NEWS – Penggunaan obat cair sering dianggap lebih mudah dibandingkan bentuk sediaan obat lainnya. Namun, masih banyak masyarakat yang melakukan kesalahan dalam penggunaan obat cair. Kesalahan tersebut meliputi penggunaan alat ukur yang tidak sesuai hingga kurang memperhatikan aturan penyimpanan obat.
Akibatnya, dosis yang diterima pasien dapat menjadi tidak tepat dan memengaruhi keberhasilan terapi. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa D-III Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan edukasi mengenai penggunaan sediaan obat cair kepada masyarakat.
Kegiatan edukasi dilaksanakan pada 1 Mei 2026 di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai jenis-jenis sediaan obat cair, cara penggunaan yang benar, serta pentingnya memperhatikan dosis dan penyimpanan obat.
Mengenal Berbagai Jenis Sediaan Obat Cair
Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum, khususnya ibu rumah tangga yang berperan penting dalam pemberian obat kepada anggota keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai berbagai jenis sediaan obat cair, seperti sirup, suspensi, emulsi, dan eliksir. Masing-masing sediaan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan cara penggunaan yang berbeda pula.
Sebagai contoh, sediaan suspensi harus dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan agar zat aktif dapat tercampur merata dan memberikan efek terapi yang optimal.
Pentingnya Penggunaan Alat Ukur yang Tepat
Selain mengenalkan jenis sediaan obat cair, tim edukasi juga menjelaskan pentingnya menggunakan alat ukur yang sesuai, seperti sendok takar atau gelas ukur yang tersedia dalam kemasan obat.
Penggunaan sendok makan atau sendok teh biasa dapat menyebabkan ketidaktepatan dosis karena ukuran setiap sendok rumah tangga berbeda-beda. Akibatnya, pengobatan dapat menjadi kurang efektif atau bahkan meningkatkan risiko efek samping.
Menurut Alifa Istiana, anggota tim edukasi, “Banyak masyarakat yang masih menggunakan sendok makan biasa untuk memberikan obat cair. Padahal, penggunaan alat ukur yang tepat sangat penting agar dosis yang diberikan sesuai dengan anjuran.”
Alifa juga menjelaskan bahwa edukasi sederhana mengenai penggunaan obat dapat membantu mencegah kesalahan yang sering terjadi di lingkungan keluarga.
Edukasi Interaktif Tingkatkan Pemahaman Masyarakat
Untuk meningkatkan pemahaman peserta, kegiatan edukasi didukung dengan berbagai media pembelajaran, seperti selebaran, papan edukasi, dan video pembelajaran.
Selain itu, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi serta mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan obat cair yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya penggunaan obat cair yang benar. Pengetahuan mengenai cara penggunaan, dosis, dan penyimpanan obat tidak hanya membantu meningkatkan efektivitas pengobatan, tetapi juga dapat mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat.
Dengan demikian, masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan obat dan menjaga kesehatan keluarga secara mandiri.
[BACA JUGA: Jangan Asal Minum Obat: Mahasiswa D-III Keperawatan UNAIR Kenalkan Fungsi Obat Berdasarkan Sistem Tubuh]
Penulis: Alifa Istiana
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



