VOKASI NEWS – Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kategorisasi obat dan cara penggunaan yang benar masih menjadi tantangan di bidang kesehatan. Banyak individu menggunakan obat secara mandiri tanpa memahami jenis, kegunaan, dosis, maupun efeknya terhadap tubuh. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kesalahan penggunaan obat, mulai dari ketidaktepatan dosis hingga penyalahgunaan obat.
Menurut data yang digunakan dalam proyek edukasi, lebih dari 50 persen penggunaan obat secara global masih tergolong tidak rasional. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan program edukasi mengenai penggolongan obat berdasarkan sistem tubuh serta penggunaan obat yang aman dan bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini bertujuan membantu masyarakat memahami fungsi obat pada berbagai sistem tubuh, seperti sistem pernapasan, kardiovaskular, pencernaan, saraf, dan sistem lainnya.
Edukasi Kategorisasi Obat bagi Masyarakat
Kegiatan dilaksanakan pada 1 Mei 2026 di Dusun Pucuk, Kabupaten Lamongan, dengan sasaran masyarakat umum dan kelompok ibu PKK. Pemilihan lokasi dilakukan karena masyarakat di wilayah pedesaan dinilai memerlukan akses edukasi kesehatan yang lebih luas dan mudah dipahami.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai pengertian obat, penggolongan obat berdasarkan sistem tubuh, cara membaca label obat, serta pedoman penggunaan obat yang benar.
Materi disampaikan melalui berbagai media edukasi, seperti selebaran, papan obat, video pembelajaran, dan diskusi interaktif. Setelah kegiatan selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman setelah menerima edukasi.
Hasil Edukasi Menunjukkan Peningkatan Pengetahuan
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Pada materi sistem kardiovaskular, jumlah peserta dengan kategori pemahaman baik meningkat dari 30 persen menjadi 80 persen.
Sementara itu, seluruh peserta mencapai kategori baik pada materi sistem pencernaan dan sistem saraf setelah kegiatan berakhir. Peningkatan juga terlihat pada materi sistem pernapasan dan muskuloskeletal yang menunjukkan penurunan jumlah peserta dalam kategori pengetahuan kurang.
Selain peningkatan hasil evaluasi, peserta menjadi lebih memahami pentingnya membaca petunjuk penggunaan obat, memperhatikan indikasi dan kontraindikasi, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami keraguan dalam menggunakan obat.
Mendorong Penggunaan Obat yang Aman dan Rasional
Pendekatan edukatif yang interaktif dinilai mampu meningkatkan partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan peserta dalam proses pembelajaran dan diskusi yang dilakukan selama kegiatan.
Program edukasi ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, aman, dan sesuai petunjuk.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu membentuk perilaku penggunaan obat yang lebih rasional, aman, dan bertanggung jawab.
[BACA JUGA: Masih Salah Takar Obat: Mahasiswa D-III Keperawatan UNAIR Beri Edukasi Penggunaan Obat Cair]
Penulis: Wilda Sofi Inayah
Pembimbing: Susilo Harianto
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



