Penggunaan Tambahan Video Edukasi Tingkatkan Pemahaman Radioterapi Pasien Kanker Kepala Leher

VOKASI NEWS – Radioterapi merupakan salah satu terapi utama bagi pasien kanker kepala dan leher. Sebelum menjalani terapi, pasien harus melalui beberapa tahapan, seperti CT-Simulator, pembuatan masker termoplastik, hingga proses penyinaran. Sayangnya, rangkaian prosedur tersebut sering kali belum dipahami sepenuhnya oleh pasien.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi yang mudah dipahami sebelum terapi dimulai. Edukasi yang baik dapat membantu pasien memahami prosedur, mengurangi kebingungan, serta mempersiapkan diri selama menjalani radioterapi.

Penelitian membandingkan dua metode edukasi

Sebuah penelitian di Instalasi Radioterapi RSPAU Dr. S. Hardjolukito Yogyakarta mengevaluasi penggunaan video edukasi radioterapi sebagai media pendukung. Media tersebut dibandingkan dengan edukasi verbal yang selama ini umum diberikan kepada pasien.

Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sebanyak 20 pasien kanker kepala dan leher yang akan menjalani radioterapi pertama kali menjadi responden penelitian.

Tingkat pengetahuan pasien diukur sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas.

Video edukasi memberikan peningkatan lebih tinggi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode sama-sama meningkatkan pengetahuan pasien. Namun, peningkatan pada kelompok yang memperoleh video edukasi lebih tinggi dibandingkan kelompok edukasi verbal.

Rata-rata skor pengetahuan pada kelompok video meningkat dari 9,6 menjadi 13,5. Sementara itu, kelompok edukasi verbal mengalami peningkatan dari 7,9 menjadi 10,4.

Analisis statistik juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Nilai p sebesar 0,001 menunjukkan bahwa peningkatan tersebut bermakna secara statistik. Selain itu, nilai Cohen’s d sebesar 1,759 termasuk dalam kategori efek yang sangat besar.

Media audiovisual mendukung pemahaman pasien

Video edukasi menyajikan informasi melalui kombinasi gambar dan suara. Dengan cara tersebut, pasien dapat memahami prosedur radioterapi secara lebih jelas.

Materi yang disampaikan meliputi tahapan radioterapi, persiapan sebelum terapi, penggunaan masker imobilisasi, serta kemungkinan efek samping. Penyajian informasi yang menarik juga membantu pasien mengingat materi edukasi dan mengurangi kesalahpahaman selama menjalani pengobatan.

Temuan ini menunjukkan bahwa video edukasi radioterapi berpotensi menjadi media pendukung dalam pelayanan radioterapi. Meskipun demikian, penggunaan video tidak dimaksudkan untuk menggantikan komunikasi langsung tenaga kesehatan. Sebaliknya, media tersebut berfungsi melengkapi edukasi verbal agar informasi yang diterima pasien menjadi lebih utuh dan konsisten.

Penerapan video edukasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan radioterapi. Selain itu, media ini berpotensi membantu pasien mempersiapkan diri sebelum menjalani terapi. Edukasi yang efektif juga dapat meningkatkan kepatuhan terhadap jadwal pengobatan serta membantu mengurangi kecemasan selama proses radioterapi.

[BACA JUGA: Penentuan Reference Interval AST dan ALT Menggunakan Metode Indirek Berdasarkan Data Medical Check Up]

Penulis: Muhammad Bintang Aswin Pradhana

Editor: Sinta (Tim Vokasi Branding)