Deteksi Cepat Tuberkulosis dengan TCM di RS Universitas Airlangga

VOKASI NEWS – Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menyerang paru-paru dan dapat menular melalui udara.

Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus mempercepat penanganan pasien. Pemeriksaan yang cepat dan akurat dapat membantu tenaga kesehatan menentukan terapi yang sesuai (WHO, 2023).

Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR) telah memanfaatkan teknologi Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai salah satu metode diagnosis tuberkulosis. Pemeriksaan ini menggunakan alat berbasis GeneXpert yang mampu mendeteksi keberadaan bakteri TB sekaligus mengetahui resistensi terhadap rifampisin dalam waktu relatif singkat (Kemenkes RI, 2023).

Proses Pemeriksaan TCM

Pemeriksaan TCM dilakukan menggunakan sampel dahak dari pasien yang memiliki dugaan infeksi tuberkulosis. Sampel tersebut kemudian dimasukkan ke dalam cartridge khusus sebelum diproses menggunakan alat GeneXpert.

Sistem GeneXpert bekerja secara otomatis melalui proses pemeriksaan berbasis molekuler. Dengan sistem tersebut, risiko kesalahan teknis dapat diminimalkan sehingga hasil pemeriksaan menjadi lebih akurat (Cepheid, 2021).

Salah satu keunggulan utama TCM adalah waktu pemeriksaan yang relatif cepat. Hasil pemeriksaan dapat diperoleh dalam waktu kurang dari dua jam.

Kecepatan tersebut menjadi kelebihan dibandingkan metode konvensional seperti pemeriksaan mikroskopis yang membutuhkan waktu lebih lama. Dengan hasil yang lebih cepat, tenaga medis dapat segera menentukan langkah pengobatan yang tepat bagi pasien.

Peran TCM dalam Penanganan TB

Pemanfaatan TCM di RS Universitas Airlangga memberikan kontribusi dalam upaya pengendalian tuberkulosis. Teknologi ini mampu membantu mendeteksi kasus TB secara dini, termasuk kasus tuberkulosis yang mengalami resistensi terhadap obat.

Dengan adanya deteksi tersebut, pasien dapat segera memperoleh pengobatan sesuai kondisi yang dialami. Selain itu, risiko penularan kepada lingkungan sekitar juga dapat ditekan (Susanti & Stephen, 2023).

Tidak hanya mempercepat diagnosis, TCM juga mendukung efisiensi pelayanan laboratorium. Proses pemeriksaan yang lebih praktis dan terstandar membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam bidang diagnostik penyakit menular.

Dengan demikian, penerapan Tes Cepat Molekuler (TCM) menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat sistem deteksi tuberkulosis. Pemanfaatan teknologi GeneXpert di RS Universitas Airlangga mampu mempercepat identifikasi penyakit, meningkatkan ketepatan hasil pemeriksaan, serta mendukung penanganan pasien secara lebih efektif (WHO, 2023).

[BACA JUGA: Teknologi IndoBERT Bantu Konsumen Pilih Tabir Surya Secara Cerdas]

Penulis: Aurellia Kavka Saptiananda

Editor: Sinta (Tim Vokasi Branding)