Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Edukasi Penggolongan Obat

VOKASI NEWS – Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penggolongan obat dan penyimpanan obat yang benar dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat bagi masyarakat Graha Bunder Asri, Kabupaten Gresik, pada 5 Mei 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi kesehatan, khususnya terkait pemilihan, penggunaan, dan penyimpanan obat yang benar di lingkungan keluarga. Selain itu, edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat secara aman dan sesuai aturan.

Sementara itu, ibu rumah tangga menjadi sasaran utama kegiatan karena memiliki peran penting dalam menyediakan serta menggunakan obat bagi anggota keluarga. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan mengenai penggolongan obat diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi kesehatan keluarga.

Penyampaian Materi Dikemas Lebih Menarik

Agar materi lebih mudah dipahami, tim mahasiswa memanfaatkan papan obat dan leaflet yang berisi ringkasan materi. Selain itu, peserta diajak mengamati berbagai contoh obat yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui media visual tersebut, peserta dapat mengenali perbedaan setiap golongan obat berdasarkan simbol yang terdapat pada kemasannya. Oleh sebab itu, informasi yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta.

Memahami Penggolongan Obat dalam Kehidupan Sehari-hari

Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan bahwa setiap obat memiliki klasifikasi yang berbeda sesuai tingkat keamanan dan aturan penggunaannya. Peserta diperkenalkan dengan obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep untuk mengatasi keluhan ringan, obat bebas terbatas yang tetap memerlukan perhatian terhadap aturan pakai, hingga obat keras yang hanya boleh digunakan berdasarkan resep tenaga kesehatan.

Di sisi lain, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai obat psikotropika dan narkotika yang penggunaannya diawasi secara ketat karena memiliki potensi penyalahgunaan apabila tidak digunakan sesuai ketentuan medis. Dengan adanya pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam menggunakan obat dan tidak membagikan obat kepada orang lain tanpa saran tenaga kesehatan.

Diskusi Seputar Penyimpanan Obat

Setelah penyampaian materi selesai, sesi diskusi berlangsung aktif. Berbagai pertanyaan diajukan peserta mengenai penggunaan dan penyimpanan obat di rumah.

Salah satu topik yang paling banyak menarik perhatian berkaitan dengan masa simpan obat setelah kemasan dibuka, terutama obat sirup dan obat tetes mata. Oleh karena itu, tim mahasiswa memberikan penjelasan mengenai cara penyimpanan yang tepat untuk menjaga kualitas obat.

Obat sirup masih dapat digunakan apabila disimpan sesuai petunjuk, belum melewati tanggal kedaluwarsa, serta tidak mengalami perubahan warna, bau, maupun bentuk. Sementara itu, obat tetes mata memiliki batas penggunaan yang lebih singkat karena berisiko mengalami kontaminasi setelah kemasan dibuka.

Dengan demikian, masyarakat dianjurkan untuk selalu memperhatikan petunjuk penyimpanan yang tercantum pada kemasan obat. Selain menjaga keamanan, cara penyimpanan yang benar juga membantu mempertahankan efektivitas obat.

Meningkatkan Literasi Obat di Lingkungan Masyarakat

Secara keseluruhan, kegiatan edukasi ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Bahkan, antusiasme peserta terlihat selama penyampaian materi maupun sesi diskusi berlangsung.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami penggolongan obat serta cara memilih, menggunakan, dan menyimpan obat secara tepat. Selain itu, pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat di lingkungan keluarga.

Pada akhirnya, kegiatan serupa perlu terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Dengan demikian, penggunaan obat yang aman, efektif, dan bertanggung jawab dapat semakin terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

[BACA JUGA : Asah Kompetensi Pelayanan dan Administrasi melalui Program Magang di PT PLN (Persero) ULP Ngagel Surabaya Selatan]

Penulis : Adistiar Rahma Salsabila

Editor : Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)