VOKASI NEWS – Pemeriksaan radiografi lumbosacral masih menjadi pilihan utama untuk membantu diagnosis kelainan tulang belakang akibat nyeri punggung bawah atau Low Back Pain. Pemeriksaan tersebut cepat, mudah dilakukan, serta mampu menampilkan struktur anatomi tulang secara jelas apabila menggunakan faktor eksposi yang tepat. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa gangguan muskuloskeletal terus meningkat sehingga kebutuhan pemeriksaan radiografi juga semakin tinggi (World Health Organization, 2023).
Namun, radiografi lumbosacral memiliki tantangan tersendiri karena ketebalan anatomi menghasilkan radiasi hambur (scatter radiation) yang dapat menurunkan kualitas citra. Penggunaan faktor eksposi yang kurang tepat juga berpotensi meningkatkan dosis radiasi tanpa memberikan peningkatan kualitas gambar secara optimal. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan teknologi Virtual Grid sebagai alternatif pengganti grid fisik.
Teknologi Virtual Grid
Virtual Grid merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk mengurangi pengaruh radiasi hambur melalui proses pengolahan citra digital. Teknologi tersebut mampu mempertahankan kualitas gambar tanpa harus meningkatkan paparan radiasi kepada pasien. Selain meningkatkan efisiensi pemeriksaan, Virtual Grid juga mendukung penerapan prinsip As Low As Reasonably Achievable (ALARA) dalam pelayanan radiologi.
Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RS dr. Mohamad Soewandhie menggunakan sistem Digital Radiography yang dilengkapi Virtual Grid rasio 10:1 pada bulan April 2026. Pengujian dilakukan pada phantom anthropomorphic 3D dengan proyeksi AP, lateral, dan oblique menggunakan beberapa kombinasi faktor eksposi. Kualitas citra dievaluasi melalui parameter Signal-to-Noise Ratio (SNR), Contrast-to-Noise Ratio (CNR), noise, dan Modulation Transfer Function (MTF).
Kombinasi Faktor Eksposi yang Memberikan Hasil Terbaik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tegangan tabung disertai penurunan arus tabung mampu meningkatkan nilai SNR sekaligus menurunkan noise. Pada proyeksi AP dan oblique, kombinasi 106 kV dan 4 mAs menghasilkan kualitas citra terbaik berdasarkan nilai SNR tertinggi dan noise terendah. Sementara itu, proyeksi lateral menunjukkan hasil optimal pada kombinasi 113 kV dan 6,3 mAs.
Nilai CNR cenderung menurun ketika tegangan tabung meningkat karena bertambahnya radiasi hambur. Sebaliknya, nilai MTF relatif stabil pada seluruh variasi faktor eksposi sehingga ketajaman detail anatomi lebih dipengaruhi karakteristik detektor dibandingkan perubahan parameter eksposi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Virtual Grid mampu mempertahankan kualitas citra meskipun menggunakan teknik eksposi dengan dosis lebih rendah.
Manfaat bagi Pelayanan Radiologi
Optimasi faktor eksposi menggunakan Virtual Grid memberikan keuntungan bagi fasilitas pelayanan kesehatan maupun pasien. Penggunaan arus tabung yang lebih rendah berpotensi mengurangi dosis radiasi, sementara kualitas citra diagnostik tetap terjaga. Pendekatan tersebut mendukung pemeriksaan radiografi yang lebih aman, efisien, serta sesuai dengan perkembangan teknologi pencitraan digital modern.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kombinasi faktor eksposi 106 kV dan 4 mAs pada proyeksi AP dan oblique serta 113 kV dan 6,3 mAs pada proyeksi lateral direkomendasikan sebagai protokol optimal. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi referensi bagi radiografer dalam menghasilkan citra berkualitas tinggi dengan paparan radiasi serendah mungkin sesuai prinsip ALARA.
[BACA JUGA: Pemanfaatan Google Flow AI dalam Produksi Video Iklan untuk Mendukung Promosi Produk]
Penulis: Rimbi Bessa Adellia
Pembimbing: Alifatus Wahyu Nur Ma’rifah dan Ghinaa Rihadatul ‘Aisy Farhah
Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)



