Perkuat Kesiapan Kerja Mahasiswa, Fakultas Vokasi UNAIR Timba Ilmu Manajemen Rantai Pasok di BMW Asia

VOKASI NEWS – Delegasi mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan kunjungan industri. Peserta merupakan gabungan dari berbagai program studi Departemen Bisnis dan Teknik. Kunjungan dilaksanakan ke BMW Asia Technology Centre di Senai, Malaysia. Kegiatan outbound ini merupakan bagian dari agenda International Academic Exploration. Tujuannya untuk mempelajari penerapan sistem logistik terintegrasi dan manajemen rantai pasok. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari standar kerja profesional berskala global.

Pelajari Proses Bisnis dari Pimpinan Tertinggi

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi serta industrial tour keliling fasilitas gudang utama BMW Asia. Momen tersebut menjadi pengalaman yang paling berkesan bagi delegasi UNAIR. Sebab, kegiatan dipandu langsung oleh Rizal Bakar selaku Head of Parts Distribution Asia/Oceania.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori procurement. Peserta juga melihat langsung bagaimana seluruh proses bisnis BMW berjalan secara menyeluruh hingga ke strategi pemasarannya. Penjelasan yang begitu detail dari sosok berpengalaman seperti beliau benar-benar membuka mata tentang penerapan standar kerja kelas dunia secara nyata di lapangan,” ujar salah satu perwakilan delegasi.

Selama kunjungan, para delegasi mengamati langsung pengaplikasian Specialized Zoning & Climate Control. Contohnya adalah pengkondisian gudang pendingin khusus komponen ban guna menjaga efisiensi dan kualitas material. Menurut Irul, strategi Regional Logistics & Distribution Hub yang diterapkan BMW Senai sangat berpotensi diadaptasi ke dalam lingkungan kampus. Penerapannya dapat melalui konsep Hub Inovasi & Wirausaha Terpadu. Sistem ini dapat memusatkan pengadaan materi, pengolahan inventaris alat riset, hingga distribusi produk mahasiswa secara efisien.

Adaptasi Gaya Kepemimpinan dan Budaya Kerja

Selain aspek teknis logistik, kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya kepemimpinan yang terstruktur dan kolaboratif. Bunga mengungkapkan bahwa setiap lini pekerjaan di perusahaan multinasional memiliki Prosedur Operasional Standar (SOP) dan tanggung jawab yang jelas.

“Hal yang menarik adalah keseimbangan antara ketegasan dalam menjalankan standar kerja dengan kerja sama dalam tim. Budaya seperti ini penting karena perusahaan besar membutuhkan konsistensi, kedisiplinan, sekaligus komunikasi yang baik,” ungkap Bunga.

Meski terdapat perbedaan budaya kerja antara industri dan lingkungan kampus. Bunga menegaskan bahwa prinsip dasarnya dapat diformulasikan secara bertahap di UNAIR. Nilai-nilai kedisiplinan dan ketelitian akan disesuaikan melalui pembagian tugas yang terukur serta penataan timeline kegiatan mahasiswa.

Transformasi Mindset dan Langkah Konkret Himpunan

Hasil pengamatan dari industri manufaktur global ini turut mendorong reorientasi arah gerak organisasi kemahasiswaan. Jelita menjelaskan bahwa kunjungan ini mengubah mindset tim himpunan. Himpunan tidak hanya berfokus sebagai penyelenggara acara (event organizer), melainkan menjadi wadah pengembangan keterampilan praktis mahasiswa yang berorientasi dunia kerja.

“Dalam 3 hingga 6 bulan ke depan, memulai evaluasi program kerja secara besar-besaran untuk memangkas kegiatan yang bersifat formalitas, merapikan timeline kerja, dan menerapkan standar baru ini secara bertahap di kepanitiaan,” jelas Jelita.

Untuk jangka pendek, delegasi menargetkan pembentukan relasi awal guna menyelenggarakan joint event seperti webinar antarmahasiswa. Sementara dalam jangka panjang, jaringan komunikasi yang terjalin diharapkan mampu membuka peluang program pertukaran mahasiswa. Program pertukaran ini ditujukan bagi program studi di UNAIR.

[BACA JUGA: UNAIR opens 566th AUN-QA Programme Assessment for three Faculty of Vocational Studies programs]

Penulis: Jelita Fajriena Sulianto, Bunga Veganela Putri, Achyarul Sapto Prabowo, dan Kumaradeva Rachmad Samudra

Editor: Nawal Eka Paramita (Tim Vokasi Branding)