Posisi Bending Sulit Dipertahankan, Alat Fiksasi Ini Bantu Pemeriksaan Skoliosis Lebih Stabil

VOKASI NEWS – Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang ditandai dengan kelengkungan ke arah samping disertai rotasi tulang belakang. Salah satu pemeriksaan radiografi yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kelenturan kurva skoliosis adalah skoliosis series posisi bending. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memiringkan tubuh ke kanan dan kiri agar dokter dapat menilai fleksibilitas kurva sebelum menentukan penanganan yang sesuai.

Selama pemeriksaan berlangsung, posisi tubuh yang stabil menjadi faktor penting untuk menghasilkan citra radiografi yang optimal. Namun, tidak semua pasien mampu mempertahankan posisi bending secara maksimal. Kesulitan menjaga keseimbangan sering menyebabkan tubuh bergerak selama pemeriksaan sehingga hasil radiografi kurang optimal dan berpotensi memerlukan pengulangan pemeriksaan.

Mengapa Alat Fiksasi Penunjang Stabilitas Dibutuhkan?

Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan alat fiksasi penunjang stabilitas pada pemeriksaan skoliosis series posisi bending. Alat ini dirancang agar mampu membantu mempertahankan posisi tubuh saat melakukan bending ke kanan maupun ke kiri sehingga gerakan pasien menjadi lebih stabil selama proses pemeriksaan.

Alat terdiri atas rangka utama, penahan panggul, sistem pengatur ketinggian, adjustable strap, pegangan (handle retractable), beban pemberat 5 kg, serta roda pengunci. Penahan panggul berfungsi membantu menjaga posisi tubuh, sedangkan pegangan yang terhubung dengan beban pemberat membantu pengguna memperoleh posisi bending yang lebih maksimal sesuai kemampuan masing-masing.

Hasil Pengujian Menunjukkan Alat Layak Digunakan

Pengujian dilakukan terhadap 20 volunteer sehat melalui simulasi penggunaan alat di Laboratorium RSKI Universitas Airlangga. Hasil pengujian menunjukkan nilai kompatibilitas sebesar 89%, sehingga alat termasuk dalam kategori layak digunakan sebagai penunjang stabilitas pada pemeriksaan skoliosis series posisi bending.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat mampu membantu mempertahankan posisi tubuh selama pemeriksaan sehingga gerakan yang tidak diinginkan dapat diminimalkan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa bagian yang memerlukan penyempurnaan. Bagian tersebut meliputi sistem tali pengikat yang masih menyisakan sedikit kelonggaran setelah dikunci serta mekanisme pengunci penahan panggul yang perlu ditingkatkan agar kestabilan alat menjadi lebih optimal.

Berpotensi Meningkatkan Kualitas Pemeriksaan

Selain membantu mempertahankan kestabilan tubuh, alat ini juga dirancang agar penggunaan beban pemberat menjadi lebih praktis. Beban ditempatkan pada pegangan sehingga pengguna tidak perlu membawa pemberat secara langsung selama melakukan posisi bending. Sistem tersebut membantu menghasilkan gerakan bending yang lebih maksimal sekaligus mempertahankan keseimbangan tubuh selama pemeriksaan berlangsung.

Pengembangan alat fiksasi ini diharapkan dapat mendukung pelayanan radiologi, khususnya pada pemeriksaan skoliosis series posisi bending. Posisi pasien yang lebih stabil berpotensi menghasilkan citra radiografi yang lebih konsisten sehingga evaluasi fleksibilitas kurva skoliosis menjadi lebih optimal. Ke depan, alat ini diharapkan dapat dikembangkan melalui uji klinis dan penyempurnaan desain agar lebih praktis digunakan di fasilitas radiologi.

[BACA JUGA: Administrasi Akutansi Dukung Kelancaran Ekspor Impor Di Perusahaan Kereta Api]

Penulis: Nurul Rahmah

Pembimbing: Muhaimin dan Krizky Eka Putra

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)