VOKASI NEWS – Pengolahan sampah plastik tidak selalu membutuhkan mesin pabrikan berskala besar maupun modal yang rumit dan mahal. Melalui pendekatan kreatif berbasis skala rumah tangga, limbah yang kerap diabaikan seperti tutup botol plastik dapat disulap menjadi barang yang memiliki nilai guna. Selain itu, limbah tersebut juga dapat memiliki nilai estetika tinggi. Kesadaran inilah yang dihadirkan HIMA AKSO dalam pelaksanaan program kerja edukatif di SDN Keputih 245 Surabaya pada hari Rabu, 21 Juli 2026. Melalui aksi nyata, kegiatan ini dikemas dalam konsep unik bertajuk program kerja MAGIC (Membuat Gantungan Kunci Inovasi Cerdas). Tim penyelenggara dari HIMA AKSO memperkenalkan teknik sederhana pengolahan limbah plastik jenis termoplastik. Limbah tersebut banyak berasal dari tutup botol minuman bekas. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperlihatkan kepada para siswa betapa mudahnya mengubah barang bekas yang tidak terpakai. Barang bekas tersebut dapat diubah menjadi sebuah karya seni personal yang sangat menarik.
Memanfaatkan Alat Sederhana untuk Mengolah Plastik
Teknik yang diajarkan oleh HIMA AKSO dalam program ini berfokus pada penggunaan alat-alat sederhana. Alat-alat tersebut sudah sangat lazim ditemukan di dalam rumah tangga, yaitu setrika listrik biasa dan kertas pemanggang atau baking paper. Prosesnya diawali dengan pengumpulan tutup botol plastik yang kemudian dibersihkan dari sisa kotoran maupun stiker perekat yang menempel. Setelah bersih, tutup botol dipotong-potong menjadi serpihan kecil agar proses pelelehan dapat berlangsung lebih cepat dan merata. Serpihan plastik dengan beragam warna cerah tersebut lalu disusun sedemikian rupa di atas selembar kertas pemanggang. Penyusunan tersebut dilakukan untuk menciptakan kombinasi corak warna yang indah dan unik. Kertas pemanggang berperan penting sebagai penghalang agar lelehan plastik tidak menempel langsung pada permukaan alas setrika maupun meja kerja.
Proses Pelelehan Plastik yang Menarik dan Edukatif
Selanjutnya, tumpukan serpihan plastik tersebut ditutup kembali dengan lembaran kertas pemanggang di bagian atasnya sebelum dipanaskan. Setrika listrik yang sudah dipanaskan pada suhu sedang kemudian ditekan secara perlahan di atas lapisan kertas tersebut selama beberapa menit. Panas dari setrika akan melembutkan dan menyatukan seluruh serpihan plastik menjadi satu lembaran padat yang pipih dan fleksibel. Proses pelelehan yang berlangsung secara cepat ini memperlihatkan perubahan wujud plastik dari keras menjadi lunak. Perubahan tersebut memberikan sensasi keajaiban tersendiri bagi para siswa yang menyaksikannya secara langsung. Sensasi visual inilah yang membuat kegiatan daur ulang besutan HIMA AKSO ini terasa menyenangkan dan tidak membosankan.
Membentuk Plastik Menjadi Gantungan Kunci Kreatif
Pada saat lembaran plastik daur ulang tersebut masih berada dalam kondisi hangat dan mudah dibentuk, langkah pencetakan dapat segera dilakukan. Lembaran plastik tersebut di press atau dipotong menggunakan cetakan berbagai bentuk menarik sesuai dengan selera, seperti bentuk bintang, hati, lingkaran, maupun karakter lucu lainnya. Setelah bentuk yang diinginkan terbentuk, plastik dibiarkan sejenak hingga dingin dan mengeras kembali secara alami. Tahap akhir dari pembuatan gantungan kunci ini adalah merapikan bagian tepi yang kurang rata menggunakan pemotong atau amplas halus, kemudian memberikan lubang kecil pada salah satu sisinya untuk memasang rantai gantungan kunci.
Menumbuhkan Kreativitas dan Kepedulian Siswa
Kegiatan yang berlangsung sangat meriah di SDN Keputih 245 Surabaya ini berhasil memantik rasa ingin tahu dan semangat kreasi para siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang keterampilan teknis pertukangan sederhana, tetapi juga diajak untuk memahami konsep daur ulang secara intuitif bersama tim HIMA AKSO. Melalui eksperimen langsung ini, para siswa dapat melihat dengan mata kepala sendiri bahwa sampah plastik yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai di alam sebenarnya menyimpan potensi besar apabila diolah dengan ide-ide kreatif.
Menanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
Melalui keberhasilan penyelenggaraan program kerja ini, HIMA AKSO berharap benih-benih kepedulian terhadap lingkungan dapat tertanam secara kuat pada diri setiap siswa sejak usia dini. Edukasi lingkungan hidup tidak harus selalu disampaikan melalui teori yang kaku di dalam kelas, melainkan dapat dipraktekkan secara interaktif, murah, dan menyenangkan. Mengubah limbah rumah tangga menjadi produk berguna kini bukan lagi hal yang mustahil untuk dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dari rumah masing-masing.
[BACA JUGA: Eksplorasi Kompetensi Dimulai Melalui Ekspedisi Vokasi 2026]
Penulis: Syafa Azaleayn Aurelia Gantari
Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)



