VOKASI NEWS – Kampung Adat Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, memiliki potensi wisata berbasis alam, budaya, serta ekonomi kreatif yang terus dikembangkan masyarakat setempat. Melalui program Bina Komunitas (BINKOM) TOURISMATRIX, mahasiswa Program Studi D-IV Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan pendampingan. Pendampingan tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapan Kampung Adat Segunung sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal.
Program yang dilaksanakan pada 10–13 Juli 2026 ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui beberapa bidang. Bidang tersebut meliputi standardisasi homestay, pengembangan produk lokal, penguatan branding dan digitalisasi UMKM, serta penyusunan tour package berbasis eduwisata. Selain itu, program ini juga mencakup pengenalan kreativitas lokal kepada generasi muda.
TOURISMATRIX dan Fokusnya pada Standar Pelayanan Homestay
Pengembangan homestay menjadi salah satu fokus utama dalam program TOURISMATRIX. Berdasarkan hasil observasi terhadap homestay warga, ditemukan bahwa masyarakat telah memiliki kesiapan dalam menerima wisatawan, tetapi masih membutuhkan pedoman pelayanan yang lebih terstruktur. Oleh karena itu, mahasiswa menyusun Modul Standar Operasional Prosedur (SOP) Homestay sebagai panduan dalam memberikan pelayanan, menjaga kebersihan, serta meningkatkan kenyamanan wisatawan tanpa menghilangkan karakter khas masyarakat lokal.
Peningkatan Kepercayaan Masyarakat dalam Menerima Wisatawan
Kepala Adat Kampung Adat Segunung, Sufi’i, menyampaikan bahwa pendampingan tersebut membantu masyarakat lebih percaya diri dalam menerima wisatawan. “Warga sebenarnya senang menerima tamu yang datang menginap. Namun, masih ada rasa khawatir apakah pelayanan yang diberikan sudah baik. Harapannya, melalui pendampingan ini masyarakat semakin siap menyambut wisatawan tanpa meninggalkan keramahan khas Kampung Adat Segunung,” ujar Sufi’i.
Ekonomi Kreatif Masyarakat sebagai Produk Lokal Bernilai Tambah
Selain pelayanan wisata, program TOURISMATRIX turut mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif masyarakat. Beberapa komoditas lokal seperti pisang kitiran, sukun, dan kopi dikembangkan menjadi produk inovatif bernilai tambah. Produk yang dihasilkan meliputi Selai Pisang Kitiran, Sukun Bites, cokelat rasa kopi, serta lilin aromaterapi kopi robusta. Pengembangan tersebut dilakukan melalui proses uji coba produk, penyusunan identitas merek, hingga perancangan kemasan agar memiliki daya tarik lebih baik.
Pendampingan dalam Pemasaran Digital UMKM
Dalam aspek pemasaran, mahasiswa juga memberikan pendampingan digital kepada pelaku UMKM Kampung Adat Segunung. Pendampingan dilakukan melalui optimalisasi media digital seperti WhatsApp Business, Instagram, QRIS, serta penguatan identitas produk melalui branding. Upaya tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Paket Wisata Berbasis Edukasi dan Pengenalan Potensi Lokal
Penguatan sektor wisata dilakukan melalui penyusunan tour package berbasis eduwisata yang mengintegrasikan berbagai potensi Kampung Adat Segunung. Tiga paket wisata dirancang, yaitu Edu Explore (One Day Trip), Edu Adventure (2 Hari 1 Malam), dan Edu Live In (3 Hari 2 Malam). Paket tersebut menghadirkan pengalaman wisata melalui aktivitas membatik, edukasi kopi farm to cup, bermain gamelan, memerah susu, jelajah desa, hingga tinggal bersama masyarakat melalui konsep homestay.
Tidak hanya menyasar masyarakat dewasa, TOURISMATRIX juga memperkenalkan potensi lokal kepada generasi muda melalui workshop ecoprint. Sebanyak 15 anak Kampung Adat Segunung mengikuti kegiatan tersebut dengan membuat karya menggunakan bahan alami berupa daun yang dicetak pada media totebag.
Melalui program TOURISMATRIX, berbagai luaran berhasil dihasilkan, mulai dari modul SOP homestay, inovasi produk lokal, media branding digital, hingga paket wisata edukatif. Program ini diharapkan mampu memperkuat identitas Kampung Adat Segunung sebagai desa wisata yang memiliki pelayanan berkualitas, produk unggulan, serta pengalaman wisata berbasis budaya lokal.
[BACA JUGA: Program Kerja Inovasi Olahan Limbah Tutup Botol Bekas menjadi Gantungan Kunci di SDN Keputih 245 Surabaya]
Penulis: Umi Zahiroh
Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)



