Rancang Bangun Sistem Kontrol Kandang Ayam Broiler Berbasis Internet of Things

VOKASI NEWS – Perkembangan teknologi mendorong inovasi pada sektor peternakan ayam broiler. Sistem kontrol kandang berbasis Internet of Things (IoT) menjadi solusi dalam menjaga kondisi lingkungan kandang secara optimal. Penerapan teknologi ini bertujuan meningkatkan efisiensi serta produktivitas peternakan ayam broiler melalui otomatisasi dan monitoring real-time.

Latar Belakang dan Permasalahan

Peternakan ayam broiler memiliki potensi ekonomi tinggi karena pertumbuhan ayam relatif cepat dan masa panen singkat. Namun, kualitas lingkungan kandang seperti suhu, kelembapan, pemberian pakan, dan kebersihan sangat memengaruhi kesehatan ayam. Suhu ideal berkisar antara 32–34°C pada fase awal, sedangkan kelembapan berkisar 50–60%. Kondisi lingkungan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan stres hingga kematian ayam (Wijayanti et al., 2013).

Metode konvensional masih banyak digunakan dalam pemberian pakan dan pengelolaan kandang. Proses manual memerlukan tenaga besar, waktu panjang, serta berpotensi menimbulkan ketidakteraturan pemberian pakan. Selain itu, penyemprotan disinfektan sering tidak dilakukan secara optimal sehingga meningkatkan risiko penyakit (Badriyah, 2013).

Perancangan Sistem IoT

Sistem kontrol kandang ayam broiler berbasis IoT dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali. Sensor DHT22 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan, sedangkan sensor ultrasonik digunakan untuk memantau ketersediaan pakan. Modul RTC DS3231 berfungsi mengatur jadwal pemberian pakan secara otomatis. Sistem dilengkapi aktuator berupa lampu, kipas, mist maker, servo, dan pompa disinfektan.

Lampu berfungsi meningkatkan suhu, kipas menurunkan suhu, dan mist maker menjaga kelembapan. Servo digunakan untuk membuka wadah pakan sesuai jadwal. Pompa berfungsi menyemprotkan disinfektan untuk menjaga kebersihan kandang. Seluruh data dikirim ke Firebase dan ditampilkan melalui aplikasi Android. Monitoring suhu, kelembapan, waktu, dan status pakan dapat dilakukan secara real-time. Kontrol manual maupun otomatis juga tersedia melalui aplikasi.

Hasil Implementasi

Pengujian sistem menunjukkan performa yang baik. Sensor suhu memiliki tingkat error rata-rata sebesar 2,01%, sedangkan kelembapan sebesar 1,42%. Sistem kontrol mampu menjaga kondisi kandang sesuai nilai set point. Pemberian pakan otomatis berjalan sesuai jadwal pukul 09.00 dan 16.00 dengan delay sekitar 3 detik.

Sistem penyemprotan disinfektan merespon perintah aplikasi dengan waktu komunikasi 2–3 detik. Monitoring data melalui Firebase menunjukkan tingkat keberhasilan sistem mencapai 100%. Implementasi ini membuktikan bahwa sistem mampu bekerja secara stabil dan efisien.

Manfaat dan Dampak

Penerapan sistem IoT pada kandang ayam broiler memberikan berbagai manfaat. Efisiensi waktu dan tenaga meningkat karena proses otomatisasi. Risiko kesalahan manusia dalam pemberian pakan dan pengelolaan lingkungan dapat diminimalkan. Selain itu, kesehatan ayam lebih terjaga sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas peternakan (Junaidi, 2015). Sistem ini juga memungkinkan monitoring jarak jauh melalui smartphone sehingga memudahkan pengelolaan kandang, terutama pada lokasi yang jauh dari pemukiman.

Rancang bangun sistem kontrol kandang ayam broiler berbasis IoT berhasil direalisasikan dengan fitur monitoring dan kontrol yang terintegrasi. Sistem mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan kandang serta menjaga kondisi lingkungan secara optimal. Teknologi ini menjadi solusi inovatif dalam mendukung modernisasi sektor peternakan.

[BACA JUGA: Mahasiswa UNAIR Kembangkan Alat Monitoring Gas Toksik, Inovasi Berbasis IoT untuk Kawasan Industri Berbahaya]

Penulis: Hasan Basri

Pembimbing: Winarno, Aji Akbar Firdaus

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)