VOKASI UNAIR

Sirup Daun Salam untuk Menurunkan Kadar Asam Urat Penderita Hiperuresemia

ilustrasi daun salam/gambar kiriman penulis

VOKASI NEWS – Sirup daun salam dan khasiatnya untuk menurunkan kadar asam urat.

Hiperuresemia adalah  kondisi meningkatnya kadar asam urat darah lebih dari 7mg/dl pada pria dan lebih dari 6mg/dl pada wanita. Menurut data Riskesdas prevalensi asam urat meningkat pada tahun 2018 sebesar 7,3% dan di Jawa Timur sebesar 6,72%. Hiperuresemia menyebabkan nyeri yang mengganggu pergerakan dan aktivitas sehari-hari karena reaksi inflamasi endapan kristal asam urat pada rongga sendi. Rasa nyeri yang timbul secara bertahap dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Secara medik pengobatan hiperuresemia menggunakan obat anti inflamasi nonsteroid seperti kolkisin dan kortikosteroid. Pada beberapa kasus penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid  ini memiliki efek samping penipisan tulang dan penurunan pertahanan tubuh terhadap infeksi. Serta digunakan obat golongan xantin inhibitor yang terkadang menimbulkan efek alergi.

Secara tradisional pengobatan hiperuresemia dapat menggunakan daun salam (Syzygium polyanthum). Daun salam memiliki kandungan flavonoid yang bekerja sebagai antioksidan mengikat enzim xantin oksidase sehingga mampu menghambat xantin dan menghambat pembentukan asam urat. Dalam perkembanganya, telah banyak ditemukan cara untuk mengkonsumsi herbal, salah satunya sediaan sirup. Sirup memiliki keunggulan kemudahan dalam konsumsi karena rasa dan bau yang lebih mudah diterima. Serta kandungan gula dalam sirup merupakan pengawet alami yang dapat memudahkan pengonsumsian sehari-hari.

[BACA JUGA: Fisioterapi Universitas Airlangga: Membangun Masa Depan Sehat Indonesia]

Desain Penelitian

Dilakukan penelitian selama 14hari untuk mengetahui pengaruh pemberian sirup daun salam terhadap kadar asam urat penderita hiperurisemia di Puskesmas Perak Timur. Metode penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan rancangan pre-pos test control group design pada subjek penelitian.

Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive randome sampling sebanyak 20 orang penderita hiperurisemia. Kemudian dibagi menjadi dua kelompok yaitu 10 orang pada kelompok perlakuan dan 10 orang pada kontrol. Kelompok perlakuan diberikan sirup daun salam, sebanyak 30ml mengandung 20gr daun salam, diseduh pada 200ml air dan diminum sebanyak sehari sekali. Kelompok kontrol tanpa diberikan sirup daun salam.

Subjek penelitian mendapatkan pemeriksaan kadar asam urat pada saat pretest (tes awal), monitoring pada hari ke-7 dan postest (tes akhir). Pemeriksaan kadar asam urat menggunakan alat cek asam urat sederhana merek Easy Touch (Bioptic Technology Inc).

Hasil Penelitian

Adapun hasil penelitian menunjukan rerata kadar asam urat kelompok perlakuan pada pretest sebesar 7,25 mg/dl dan pada postest sebesar 6,2 mg/dl. Sehingga rerata penurunan kadar asam urat pada kelompok perlakuan sebesar 14,49% atau 1,05 mg/dl. Sedangkan rerata kadar asam urat kelompok kontrol pada pretest sebesar 7,09 mg/dl dan pada postest sebesar 6,93 mg/dl. Sehingga rerata penurunan kelompok kontrol sebesar 2,26% atau 0,16 mg/dl.

Kemudian dilakukan uji analisa menggunakan paired t-test menunjukan nilai pvalue sebesar 0,000 yang artinya ada beda bermakna sebelum dan sesudah pemberian sirup daun salam. Serta dilakukan uji mann whitney untuk membandingkan data selisih penurunan kadar asam urat dari kedua kelompok. Pada uji mann whitney menunjukan nilai Sig 0,000 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian dan analisis tersebut, pemberian sirup daun salam pada penderita hiperurisemia efektif dapat menurunkan kadar asam urat.

***

Penulis            : Ayu Dyah Kusumawati

Pembimbing    : Myrna Adianti

Neny Purwitasari

Program Studi : D4 Pengobat Tradisional

Editor              : Oky Sapto Mugi Saputro – Tim Branding Fakultas Vokasi UNAIR

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori