VOKASI NEWS – Perkembangan teknologi informasi mendorong berbagai sektor usaha meningkatkan kualitas pengelolaan operasional melalui pemanfaatan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi. Salah satu bidang yang memerlukan pengelolaan transaksi secara akurat adalah penjualan food and beverage karena aktivitas tersebut berlangsung setiap hari. Sistem informasi akuntansi berperan dalam mencatat transaksi, mengolah data, serta menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan operasional (Simon dkk., 2023). Pengumpulan data mengenai penerapan sistem dilakukan pada Mei 2026 melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap proses operasional.
Peran Sistem Informasi Akuntansi
Penerapan sistem informasi akuntansi melibatkan beberapa bagian operasional yang saling berhubungan dalam proses pemesanan, pembayaran, pencatatan transaksi, dan pelaporan. Sistem tersebut membantu mempercepat aliran informasi sehingga setiap transaksi dapat dicatat secara lebih terstruktur dan terdokumentasi dengan baik. Seorang narasumber dari bidang akuntansi menyampaikan bahwa penggunaan sistem informasi membantu mempercepat pencatatan transaksi serta penyusunan laporan operasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan efisiensi proses kerja sekaligus mendukung penyediaan informasi yang lebih akurat.
Tantangan dalam Penerapan Sistem
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian proses operasional masih menggunakan dokumen manual sebelum data dimasukkan ke dalam sistem informasi yang tersedia. Proses tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian informasi apabila perubahan transaksi belum diperbarui secara menyeluruh pada seluruh dokumen pendukung. Perbedaan informasi antardokumen dapat memengaruhi kualitas data yang digunakan sebagai dasar penyusunan laporan maupun evaluasi operasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sistem perlu dilakukan agar informasi yang dihasilkan tetap konsisten, akurat, dan mudah ditelusuri.
Pentingnya Integrasi Sistem
Integrasi antarsistem menjadi salah satu upaya yang dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan transaksi pada kegiatan penjualan food and beverage. Sistem yang saling terhubung mampu mempercepat penyampaian informasi, mengurangi pencatatan berulang, serta meminimalkan potensi kesalahan selama proses operasional berlangsung. Menurut DeLone dan McLean (2003), keberhasilan sistem informasi dipengaruhi oleh kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kepuasan pengguna, serta manfaat yang dihasilkan. Pengembangan sistem secara berkelanjutan diharapkan mampu mendukung operasional yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Sumber:
DeLone & McLean (2003); Simon dkk. (2023).
Simon, E. S. N., Dince, M. N., & Goo, E. E. K. (2023). Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Pada CV Agung Mandiri Motor. Jurnal Riset Akuntansi, 1(4), 238-252.
DeLone, W. H., & McLean, E. R. (2003). The DeLone and McLean Model of Information Systems Success: A Ten-Year Update. Journal of Management Information Systems, 19(4), 9–30.
[BACA JUGA: Ketika Mutasi Rekening Memicu Pemeriksaan Pajak]
Penulis: Aini Indah Chumairoh
Pembimbing: Riska Nur Rosyidiana
Editor: Aghnia Faiza (Tim Branding Vokasi)



