Sosialisasi Penanganan Stres Siswa SMKN 5 Surabaya dengan Pendekatan Komplementer

VOKASI NEWS – Pada 13 Mei 2026, mahasiswa Program Studi D4 Pengobat Tradisional melaksanakan kegiatan sosialisasi penanganan stres dengan pendekatan komplementer kepada siswa SMKN 5 Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai stres serta memberikan edukasi terkait penanganan stres secara alami melalui terapi komplementer sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental di lingkungan sekolah. Remaja, khususnya siswa sekolah menengah, rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik, kegiatan organisasi, kurangnya waktu istirahat, serta permasalahan pribadi maupun lingkungan. Apabila tidak ditangani dengan baik, stres dapat memengaruhi kesehatan fisik dan psikologis, seperti gangguan konsentrasi, sulit tidur, mudah lelah, hingga menurunkan motivasi belajar.

Kegiatan diawali dengan pembagian kuesioner dan pre-test untuk mengetahui tingkat stres serta pengetahuan awal siswa mengenai stres dan terapi komplementer. Selanjutnya, pemateri menjelaskan pengertian stres, penyebab, tanda dan gejala, serta dampaknya terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Siswa juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental melalui pola hidup sehat dan aktivitas relaksasi.

Pengenalan Terapi Komplementer

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai terapi komplementer, seperti akupunktur, akupresur, nutrisi, herbal, dan pijat relaksasi. Pada sesi akupunktur, siswa dikenalkan alat dan manfaat terapi dalam membantu relaksasi tubuh serta mengurangi stres. Beberapa siswa turut mencoba terapi akupunktur pada titik yang aman dan mengaku merasa lebih rileks setelah terapi dilakukan. Selain itu, siswa diajarkan teknik akupresur sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri untuk membantu mengurangi rasa jenuh dan stres.

Pemateri juga memberikan edukasi mengenai nutrisi sehat serta memperkenalkan teh herbal berbahan bunga telang dan lemon sebagai alternatif relaksasi alami. Siswa turut berpartisipasi dalam meracik teh herbal dan mencicipinya secara langsung. Kegiatan ditutup dengan pembagian leaflet edukatif, post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa, serta sesi foto bersama peserta dan guru pendamping.

[BACA JUGA: Prosedur Audit dalam Aset Tetap untuk Meminimalisir Risiko Salah Saji]

Penulis :  Jasmine Oktavia Riyanto Putri

Pembimbing : Dwi Setiani Sumardiko S.Kep., Ns., M.Si.,

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)