VOKASI NEWS – Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat secara signifikan. Kondisi kelebihan berat badan ini meningkatkan risiko penyakit metabolik. Dalam perspektif biomekanika dan fisioterapi, obesitas membawa dampak serius. Masalah tersebut mengganggu kontrol postural manusia. Selain itu, kondisi ini juga merusak sistem keseimbangan tubuh.
Peningkatan massa tubuh pada individu dengan obesitas menyebabkan pergeseran center of gravity ke arah anterior serta peningkatan tekanan secara konstan pada telapak kaki. Menurut Hatton dkk. (2024), kondisi ini dapat menurunkan sensitivitas mekanoreseptor plantar sehingga mengganggu input somatosensorik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh.
Menurut Khanan dkk. (2021), akibat penurunan kualitas input sensorik dari alas tumpuan ini, sistem saraf pusat mengalami keterlambatan dalam mendeteksi goyangan postural (postural sway), yang berdampak langsung pada penurunan keseimbangan statis dan meningkatkan risiko cedera jatuh.
Stimulasi Vibrasi dan Foot Core Exercise sebagai Solusi
Studi ini merancang intervensi terintegrasi secara spesifik. Intervensi tersebut menyasar dua komponen utama sistem sensorimotor. Komponen utama ini meliputi input sensorik dan output motorik. Stimulasi Vibrasi Planar adalah pemberian getaran mekanis menggunakan perangkat massage gun portabel yang diaplikasikan pada telapak kaki. Getaran diberikan dengan intensitas halus (sub-threshold). Menurut Tang dkk. (2025), melalui mekanisme Stochastic Resonance (SR), stimulasi ini membantu meningkatkan sensitivitas mekanoreseptor plantar dan memperkuat sinyal sensorik yang lemah menuju sistem saraf pusat.
Foot Core Exercise (FCE) merupakan program latihan fisik otot intrinsik kaki. Program ini menggunakan metode towel curls atau short foot exercise. Menurut Kao dkk. (2024), latihan tersebut berfungsi sebagai penstabil dinamis. Fungsi ini bermanfaat untuk meningkatkan kekakuan lengkungan kaki. Selain itu, latihan tersebut juga memperbaiki kontrol center of pressure saat menahan beban tubuh.
Menurut Dwi Rosella Komalasari & Shafira Rizky Nur Khairunnisa (2023), pengukuran kemampuan keseimbangan statis dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan One Leg Stance Test (OLS). Tes ini mengevaluasi durasi maksimal subjek dalam mempertahankan pusat massa tubuh di atas satu kaki tumpu dalam keadaan diam.
Perbaikan Kontrol Postural Statis yang Signifikan
Hasil penelitian setelah pemberian program intervensi rutin selama empat minggu menunjukkan adanya perbaikan kemampuan kontrol postural yang sangat signifikan. Durasi waktu yang dicapai subjek dalam mempertahankan posisi berdiri satu kaki meningkat secara konsisten, baik pada pengukuran sisi kanan (dextra) maupun sisi kiri (sinistra).
Kombinasi stimulasi vibrasi dan foot core exercise terbukti efektif dalam memfasilitasi integrasi sistem sensorimotor secara lebih optimal. Peningkatan sensitivitas sensorik dari telapak kaki memberikan informasi posisi tubuh secara akurat ke otak. Sementara itu, penguatan otot intrinsik kaki menyediakan dasar tumpuan yang kokoh. Dasar tumpuan yang stabil ini berfungsi untuk mengeksekusi respons motorik korektif.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah yang bermanfaat. Selain itu, penelitian ini menjadi rujukan bagi praktisi kesehatan dan fisioterapis. Para ahli dapat merancang program rehabilitasi secara efektif. Program tersebut juga berfungsi untuk mencegah risiko jatuh secara praktis pada populasi obesitas.
[BACA JUGA: Pengalaman Berharga Mahasiswa Keperawatan UNAIR selama PKL di Ruang Kenari RS Menur Surabaya]
Penulis: Nur Aisyah Addini
Pembimbing: Yudith Dian Prawitri & Devi Arianti
Editor: Nawal (Tim Vokasi Branding)



