Tabir Radiasi Terintegrasi Mobile X-Ray Terbukti 98 Persen Efektif Lindungi Petugas

VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-IV Teknologi Radiologi Pencitraan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Muhammad Nur Habib, mengembangkan rancang bangun tabir radiasi yang terintegrasi dengan mobile X-Ray. Inovasi ini bertujuan menyediakan perlindungan radiasi yang praktis bagi radiografer, sekaligus menguji tingkat efektivitasnya sebagai alat pelindung radiasi.

Apa Itu Tabir Radiasi Terintegrasi pada Mobile X-Ray?

Tabir radiasi adalah pelindung radiasi yang terbuat dari timbal dengan ketebalan tertentu. Alat ini dirancang untuk mengurangi paparan radiasi sinar-X. Melalui inovasi ini, tabir radiasi diintegrasikan langsung dengan mobile X-Ray. Dengan begitu, dalam satu kegiatan pemeriksaan mobile X-Ray, perlindungan radiasi dapat langsung terfasilitasi tanpa perlu alat tambahan terpisah.

Dasar Regulasi Penggunaan Mobile X-Ray

Surat Edaran Kepala BAPETEN Nomor 2127 Tahun 2023 menyatakan bahwa pesawat sinar-X portabel (Mobile X-Ray) digunakan untuk pemeriksaan radiografi umum. Alat ini ditujukan bagi pasien yang tidak memungkinkan dibawa ke ruang radiologi atau ruang pemeriksaan dengan pesawat sinar-X terpasang tetap. Penggunaannya mencakup pasien di ruang IGD, unit perawatan intensif, pasien kritis, maupun penyandang disabilitas yang berisiko mengalami perburukan kondisi apabila dipindahkan. Mobile X-Ray pun menjadi alternatif pemeriksaan radiografi yang mendukung pelayanan diagnostik tanpa harus memindahkan pasien dari lokasi perawatannya.

Oleh karena itu, setiap pelaksanaan pemeriksaan menggunakan mobile X-Ray memerlukan tabir radiasi sebagai pelindung bagi pekerja radiasi. Kebutuhan inilah yang mendorong terbentuknya inovasi rancang bangun tabir radiasi terintegrasi pada mobile X-Ray, sekaligus pengujian efektivitasnya sebagai alat pelindung radiasi yang aman.

Metode Pengujian Efektivitas Tabir Radiasi

Salah satu cara memastikan tabir radiasi efektif sebagai penahan radiasi adalah melalui pengujian efektivitas tabir dan paparan radiasi hambur. Pengujian ini bertujuan mengetahui efektivitas tabir pelindung terhadap sinar-X sebagai alat pelindung saat penggunaan mobile X-Ray. Penelitian ini secara khusus bertujuan mengetahui tingkat efektivitas rancang bangun tabir radiasi. Tujuannya adalah memastikan tabir radiasi aman bagi pekerja radiasi dari bahaya radiasi sinar-X.

Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Metode ini digunakan untuk menguji tingkat efektivitas rancang bangun tabir radiasi. Uji rancang bangun tabir radiasi yang terintegrasi pada mobile X-Ray ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perlindungan. Inovasi ini juga diharapkan memberikan solusi praktis bagi radiografer dalam menegakkan prinsip proteksi radiasi.

Hasil Uji Efektivitas dan Paparan Radiasi Hambur

Pengujian efektivitas tabir radiasi menunjukkan tingkat efektivitas sebesar 98% pada tabir bagian atas maupun tabir bagian bawah. Angka ini menunjukkan bahwa rancang bangun tabir radiasi efektif dan mampu melindungi petugas radiasi dari bahaya radiasi sinar-X.

Selain itu, pengujian paparan radiasi hambur juga menunjukkan bahwa tabir radiasi efektif sebagai alat proteksi bagi pekerja radiasi dari bahaya radiasi hambur. Hal ini dibuktikan dengan perkiraan dosis hambur tertinggi, yakni sebesar 1,05 µSv/Jam. Waktu efektif jam kerja pekerja radiasi tercatat sebesar 2040 jam/Tahun. Apabila digunakan terus-menerus dalam satu tahun, diperoleh hasil sebesar 2142 µSv/Jam atau sekitar 2,142 mSv/Tahun. Nilai tersebut tidak melampaui Nilai Batas Dosis (NBD) yang ditetapkan oleh BAPETEN, yakni sebesar 20 mSv/Tahun.

[BACA JUGA: Memahami Proses Penyelesaian SP2DK atas Kurang Potong PPh Pasal 21 pada PT X]

Penulis: Muhammad Nur Habib

Pembimbing: Amillia Kartika Sari, S.Tr.Kes., M.T., Weni Purwanti, S.Si., M.Si.

Editor: Nadya Tika (Tim Branding Vokasi)