Transformasi Digital untuk Pencatatan Kejadian Reject pada Pemeriksaan Radiografi Thorax

VOKASI NEWS – Radiografi thorax merupakan salah satu pemeriksaan pencitraan yang paling sering dilakukan untuk membantu diagnosis berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan paru-paru dan jantung. Agar mampu memberikan informasi diagnostik yang akurat, pemeriksaan ini memerlukan kualitas citra yang optimal. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan citra radiografi yang tidak memenuhi standar sehingga harus dilakukan pengulangan pemeriksaan atau dikenal sebagai reject.

Kejadian reject menjadi salah satu indikator penting dalam sistem manajemen mutu pelayanan radiologi. Selain menyebabkan proses pelayanan menjadi kurang efisien, pengulangan pemeriksaan juga berpotensi meningkatkan paparan radiasi kepada pasien. Oleh karena itu, identifikasi penyebab reject menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung keselamatan pasien.

Human Error Menjadi Penyebab Utama Reject

Analisis yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan menunjukkan bahwa faktor manusia (human error) merupakan penyebab terbesar terjadinya reject pada pemeriksaan radiografi thorax. Kesalahan yang paling sering ditemukan meliputi ketidaktepatan positioning pasien, penentuan titik pusat sinar-X (centering), pengaturan kolimasi, hingga pemilihan parameter eksposi.

Selain faktor petugas, kondisi pasien juga turut memengaruhi kualitas citra. Pasien yang kesulitan mengikuti instruksi menahan napas atau bergerak selama proses eksposi dapat menghasilkan motion blur sehingga citra tidak memenuhi kriteria diagnostik dan harus diulang.

Sebaliknya, hasil quality control menunjukkan bahwa sistem Digital Radiography (DR) yang digunakan telah berfungsi sesuai standar operasional. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan mutu pelayanan lebih perlu difokuskan pada optimalisasi prosedur pemeriksaan serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia dibandingkan pada aspek teknologi peralatan.

Digitalisasi Permudah Evaluasi Mutu Pelayanan

Salah satu tantangan dalam pengelolaan kejadian reject adalah proses pencatatan yang masih dilakukan secara manual. Dokumentasi yang belum terstruktur menyulitkan proses pemantauan pola kesalahan maupun evaluasi mutu pelayanan secara berkala.

Sebagai solusi, dikembangkan aplikasi pencatatan kejadian reject berbasis website yang mampu mendokumentasikan setiap kejadian secara sistematis. Sistem ini memungkinkan data diklasifikasikan berdasarkan faktor penyebab sehingga memudahkan instalasi radiologi melakukan analisis serta menyusun strategi perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.

Melalui sistem digital tersebut, seluruh data reject tersimpan dalam satu basis data yang mudah diakses, dipantau, dan dievaluasi. Informasi yang terkumpul juga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam meningkatkan kualitas pemeriksaan radiografi.

Website Dukung Quality Assurance Radiologi

Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor human error menyumbang 78,7 persen dari seluruh kejadian reject, sedangkan faktor pasien sebesar 21,3 persen. Data tersebut menegaskan bahwa evaluasi rutin terhadap proses pemeriksaan memiliki peran penting dalam menekan angka reject dan mempertahankan kualitas citra radiografi.

Transformasi digital melalui sistem pencatatan berbasis website tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi quality assurance di instalasi radiologi. Proses identifikasi masalah menjadi lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi sehingga upaya peningkatan mutu pelayanan dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Pengembangan sistem ini menunjukkan bahwa digitalisasi mampu mendukung pelayanan radiologi yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Ke depan, pemanfaatan teknologi informasi diharapkan semakin memperkuat budaya mutu dalam pelayanan radiologi sekaligus meminimalkan kebutuhan pengulangan pemeriksaan akibat reject.

[BACA JUGA: Pengembangan Fiksasi Image Receptor Portable Slip-On pada Pasien Non Ambulatory]

Penulis: Juan Farikh Rahmada

Pembimbing: Berliana Devianti Putri, S.KM., M.Kes. dan Erowahjuningdiah, S.ST., M.KKK.

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)