Pengembangan Fiksasi Image Receptor Portable Slip-On pada Pasien Non Ambulatory 

VOKASI NEWS Pelayanan radiologi modern tidak hanya dituntut menghasilkan citra diagnostik yang akurat. Pelayanan juga harus aman, cepat, dan nyaman bagi pasien. Salah satu tantangan yang masih dihadapi radiografer adalah pemeriksaan pada pasien non-ambulatory. Pasien ini tidak mampu berpindah atau berdiri secara mandiri. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh trauma, penyakit degeneratif, gangguan neurologis, pascaoperasi, maupun kelemahan fisik lainnya.

Pasien dengan kondisi tersebut umumnya menjalani pemeriksaan menggunakan kursi roda (wheelchair) atau tempat tidur dorong (stretcher). Kondisi tersebut sering menyulitkan radiografer dalam mempertahankan posisi image receptor agar tetap stabil selama proses pemeriksaan. Akibatnya, kualitas citra radiografi dapat menurun dan pemeriksaan berpotensi harus diulang, sehingga meningkatkan waktu pelayanan maupun paparan radiasi bagi pasien.

Mengembangkan Alat Fiksasi yang Lebih Praktis

Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa Program Studi DIV Teknologi Radiologi Pencitraan VOKASI UNAIR mengembangkan alat bantu fiksasi image receptor portable slip-on. Perangkat ini dirancang untuk menjaga posisi image receptor tetap stabil selama prosedur radiografi sehingga memudahkan radiografer memperoleh citra yang optimal.

Alat dibuat menggunakan material akrilik transparan dengan ketebalan 3–5 mm sehingga cukup kuat namun tetap ringan digunakan. Sistem fiksasi memanfaatkan spring-loaded locking system berbasis clamp lock, sekrup roofing antikarat, serta mekanisme adjustable yang memungkinkan perubahan posisi dari portrait ke landscape dengan sudut rotasi 0° hingga 90°.

Selain itu, perangkat dilengkapi jalur slip-on sebagai tempat memasukkan image receptor agar tetap berada pada posisi yang stabil selama pemeriksaan berlangsung. Dimensi alat dirancang sepanjang 51 cm, lebar 42,5 cm, dan tinggi 2,5 cm sehingga kompatibel dengan ukuran kaset radiografi konvensional 35 × 43 cm yang umum digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Lulus Uji Fungsi dan Kompatibilitas

Pengembangan alat dilanjutkan melalui pengujian fungsi serta kompatibilitas untuk memastikan perangkat dapat digunakan secara optimal. Hasil uji fungsi menunjukkan mekanisme rotasi dan sistem fiksasi bekerja dengan tingkat keberhasilan antara 80 hingga 100 persen.

Sementara itu, uji kompatibilitas melibatkan 40 volunteer melalui enam simulasi proyeksi radiografi. Berdasarkan hasil penilaian, alat memperoleh skor kelayakan rata-rata sebesar 3,68 dari skala maksimum 4,00. Nilai tersebut menunjukkan bahwa alat memiliki kategori sangat baik dalam mendukung pemeriksaan radiografi pada pasien non-ambulatory.

Hasil pengujian tersebut memperlihatkan bahwa sistem fiksasi yang dikembangkan mampu mempertahankan posisi image receptor secara stabil sekaligus memberikan kemudahan bagi radiografer saat melakukan berbagai variasi proyeksi pemeriksaan.

Mendukung Kualitas Diagnostik dan Keselamatan Pasien

Pengembangan image receptor portable slip-on memberikan manfaat tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga aspek keselamatan pasien. Posisi image receptor yang lebih stabil membantu meminimalkan kesalahan positioning sehingga mengurangi kemungkinan pengulangan pemeriksaan akibat kualitas citra yang kurang optimal.

Selain meningkatkan efisiensi pelayanan radiologi, inovasi ini juga mendukung penerapan proteksi radiasi karena jumlah pengambilan gambar ulang dapat diminimalkan. Hal tersebut penting untuk menjaga paparan radiasi tetap serendah mungkin sesuai prinsip keselamatan radiasi.

Melalui inovasi ini, mahasiswa menunjukkan bahwa pengembangan teknologi sederhana berbasis kebutuhan klinis mampu memberikan solusi nyata bagi pelayanan kesehatan. Ke depan, alat fiksasi image receptor portable slip-on diharapkan dapat menjadi alternatif pendukung pemeriksaan radiografi pasien non-ambulatory sehingga pelayanan radiologi menjadi lebih efektif, ergonomis, dan aman bagi pasien maupun tenaga kesehatan.

[BACA JUGA: Pelaksanaan Pemeriksaan Pajak dan Upaya Penanggulangan Risiko Kurang Bayar]

Penulis: Ajeng Putri Pradika

Pembimbing: Amillia Kartika Sari, S.Tr.Kes., M.T. dan Ghinaa Rihadatul ‘Aisy Farhah, S.Tr.Kes., M.T.

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)