VOKASI NEWS – Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu modalitas pencitraan yang sering digunakan untuk mengevaluasi pankreas karena bersifat non-invasif, tidak menggunakan radiasi pengion, relatif mudah dilakukan, dan tersedia secara luas. Namun, visualisasi pankreas sering menjadi tantangan karena pankreas terletak di belakang lambung dan termasuk organ retroperitoneal. Selain itu, gas gastrointestinal dapat menghambar perambatan gelombang ultrasonik sehingga sebagian anatomi pankreas sulit tervisualisasi.
Salah satu upaya untuk meningkatkan visualisasi pankreas yaitu dengan mengubah posisi pasien selama pemeriksaan. Variasi posisi diketahui dapat memengaruhi distribusi organ intraabdomen dan gas gastrointestinal yang berperan dalam pembentukan acoustic window menuju pankreas.
Penelitian ini dilakukan pada 18 volunteer sehat yang menjalani puasa 6-8 jam sebelum pemeriksaan. Pemeriksaan USG abdomen dilakukan dengan tiga variasi posisi yaitu supine, semi-erect, dan knee-chest. Hasil citra kemudian dinilai oleh dua dokter spesialis radiologi.
Penemuan berdasarkan Hasil Visualisasi Pankreas
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan visualisasi pankreas pada ketiga posisi pemeriksaan. Pada bidang transversal, visualisasi lengkap yanng menampilkan caput, corpus, dan cauda pankreas paling banyak ditemukan pada posisi knee-chest. Pada penilaian dokter pertama, visualisasi lengkap diperoleh pada 4 subjek pada posisi supine, 5 subjek pada posisi semi-erect, dan 7 subjek pada posisi knee-chest. Sementara itu, pada penilaian dokter kedua diperoleh 9 subjek pada posisi supine, 10 subjek pada posisi semi-erect, dan 13 subjek pada posisi knee-chest.
Pada bidang longitudinal, caput pankreas merupakan bagian yang paling sering tervisualisasi pada seluruh posisi pemeriksaan. Sedangkan, cauda pankreas tidak tervisualisasi pada seluruh subjek penelitian. Hasil uji Cohen’s Kappa menunjukkan (k= 0,253-0,318) kategori fair agreement pada penilaian transversal dan menunjukkan (k= 0,557-0,727) kategori moderate hingga good agreement pada penilaian longitudinal yang menunjukkan adanya kesesuaian penilaian antar kedua dokter.
Pengaruh Posisi Pasien terhadap Visualisasi Pankreas
Posisi supine merupakan posisi standar yang umum digunakan pada pemeriksaan USG pankreas. Namun, visualisasi pankreas pada posisi ini masih dapat terganggu oleh gas gastrointestinal yang menghasilkan artefak dan menghambat jalur perambatan gelombang ultrasonik menuju pankreas.
Visualisasi pankreas meningkat pada posisi semi-erect. Posisi ini memungkinkan perubahan distribusi organ intraabdomen akibat pengaruh gravitasi sehingga membantu memperbaiki acoustic window menuju pankreas. Selain itu, hepar dapat berfungsi sebagai acoustic window yang membantu visualisasi pankreas.
Visualisasi terbaik diperoleh pada posisi knee-chest. Pada posisi ini, perubahan distribusi organ intraabdomen dan perpindahan gas gastrointestinal menyebabkan jalur perambatan gelombang ultrasonik menuju pankreas lebih terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa knee-chest menghasilkan visualisasi lengkap yaitu caput, corpus, dan cauda pankreas paling banyak dibandingkan posisi supine maupun semi-erect. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa perubahan posisi pasien dapat membantu meningkatkan visualisasi pankreas pada pemeriksaan USG.
Artefak pada Pemeriksaan USG Pankreas
Penelitian ini juga mengidentifikasi artefak yang muncul pada citra USG. Artefak yang ditemukan meliputi dirty shadowing, reverberation artifact, dan shadowing artifact. Di antara ketiga artefak tersebut, yang paling sering ditemukan yaitu dirty shadowing yang berkaitan dengan keberadaan gas gastrointestinal.
Meskipun seluruh volunteer telah menjalani puasa sebelum pemeriksaan, sejumlah kecil gas masih dapat menghasilkan artefak yang memengaruhi kualitas visualisasi pankreas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pasien dapat membantu meningkatkan visualisasi pankreas, dengan posisi knee-chest menghasilkan visualisasi paling lengkap dibandingkan posisi lainnya.
[BACA JUGA: Pengendalian Internal untuk Mendeteksi Fraud di Industri Perhotelan]
Penulis: Vivin Alfadiya
Pembimbing: Alifatus Wahyu Nur Ma’rifah dan Krizky Eka Putra Sulistya
Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)



