Video Edukasi sebagai Upaya Meningkatkan Kesiapan Pasien pada Pemeriksaan Radiografi Panoramik

Video Edukasi sebagai Upaya Meningkatkan Kesiapan Pasien pada Pemeriksaan Radiografi Panoramik

VOKASI NEWS – Dalam pelayanan kedokteran gigi, pemeriksaan radiografi panoramik menjadi salah satu prosedur yang umum dilakukan. Pemeriksaan panoramik mampu menampilkan struktur anatomi gigi, mandibula, maksila, temporomandibular joint, serta jaringan pendukung dalam satu citra. Seluruh struktur tersebut dapat diperoleh hanya melalui satu kali penyinaran. Hasil pemeriksaan dapat membantu dokter gigi untuk menegakkan diagnosis sekaligus menyusun rencana perawatan lebih lanjut.

Di balik proses pemeriksaan yang berlangsung singkat, masih terdapat pasien yang merasa gugup sebelum memasuki ruangan radiologi. Kekhawatiran terhadap alat, prosedur pemeriksaan, ataupun hasil yang diperoleh membuat pasien sulit untuk merasa tenang. Timbulnya pergerakan sedikit saja pada kepala selama proses penyinaran dapat memengaruhi hasil kualitas citra. Menurut Iannucci & Howerton (2017), ketepatan posisi pasien merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pemeriksaan radiografi panoramik.

Berangkat dari kondisi tersebut, dilakukan penelitian di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga terhadap 83 pasien yang menjalani pemeriksaan radiografi panoramik setelah memperoleh video edukasi mengenai prosedur pemeriksaan.

Video Edukasi Dapat Meningkatkan Kesiapan Pasien

Video edukasi dirancang sebagai sarana pemberian informasi kepada pasien sebelum pemeriksaan dilakukan. Media ini bertujuan untuk menjelaskan tujuan pemeriksaan, tahapan prosedur, durasi pemeriksaan, serta posisi tubuh yang harus dipertahankan selama proses penyinaran berlangsung. Informasi yang diberikan secara audiovisual diharapkan mampu membantu pasien untuk memahami prosedur pemeriksaan sehingga dapat mengurangi rasa cemas.

Hasil penelitian menunjukkan 89,2% pasien berada pada kategori tidak cemas, sedangkan 10% mengalami kecemasan ringan pasca diberikan video edukasi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemberian informasi melalui video edukasi dapat meningkatkan kesiapan pasien dalam menjalani pemeriksaan. Pasien menjadi lebih tenang, mampu memahami instruksi yang diberikan oleh radiografer, serta lebih kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.

Evaluasi Kualitas Citra dalam Pemeriksaan Radiografi Panoramik

Penelitian mengevaluasi sepuluh kriteria evaluasi kualitas citra radiografi panoramik berdasarkan Iannucci & Howerton (2017), yaitu : Mark for Left or Right, Motion Artifact, Tongue Position, Chin Position, Patient Symmetry, Anterior Teeth Positioning, Posterior Teeth Positioning, Anatomical Coverage, Spine Ghost Image, dan Foreign Objects. Parameter tersebut digunakan untuk memastikan bahwa kualitas citra yang dihasilkan memenuhi standar diagnostik. 

Hasil evaluasi menunjukkan sebesar 48,2% citra termasuk dalam kategori Excellent dan 51,8% termasuk dalam Diagnostically Acceptable. Menariknya, tidak ditemukan citra berkategori Unacceptable, sehingga seluruh hasil pemeriksaan masih layak digunakan sebagai dasar penegakan diagnosis tanpa memerlukan pengulangan foto. 

Uji analisis menggunakan Spearman’s Rho, menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas citra radiografi panoramik. Hal tersebut menjelaskan bahwa kualitas citra radiografi panoramik tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi psikologis pasien, tetapi dipengaruhi juga oleh positioning pasien, radiografer dalam memberikan instruksi, serta kepatuhan pasien selama proses pemeriksaan. Pemberian video edukasi sebelum dilakukan pemeriksaan diharapkan dapat menjadi solusi inovasi terkait pelayanan di bidang radiologi, khususnya pada pemeriksaan radiografi panoramik. Selain dapat membantu mengurangi kecemasan, video edukasi dapat meningkatkan pemahaman pasien terkait prosedur pemeriksaan sehingga terjadi komunikasi yang lebih efektif antara radiografer dengan pasien, serta dapat meningkatkan pelayanan menjadi lebih berkualitas.

[BACA JUGA: How Interactive Learning Inspires Children to Love English and Skin Health]

Penulis: Shafaa Rosa Nabiilah Azzahra

Pembimbing: Berliana Devianti Putri dan Ghinaa Rihadatul ‘Aisy Farhah

Editor: Aghnia Faiza (Tim Branding Vokasi)