Vokspreneur Bootcamp 1: Ideapreneur, Langkah Awal Mahasiswa Vokasi UNAIR Mewujudkan Ide Bisnis

VOKASI NEWS – Program Vokspreneur resmi memulai rangkaian kegiatannya melalui Bootcamp 1. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya menerima materi. Mereka juga diajak mempraktikkan ilmu melalui sesi Ideation Workshop. Pada sesi ini, peserta mulai merancang ide bisnis secara sederhana. Perancangan dilakukan melalui tiga aspek utama, yaitu What (nama ide bisnis), Who (target pasar), dan Why (alasan memilih ide tersebut).

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026. Lokasi kegiatan berada di Gedung Aula Vokasi C. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 30 mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Peserta merupakan mahasiswa yang telah mengisi formulir pendaftaran dan memiliki minat dalam pengembangan ide bisnis.

Bootcamp ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong peserta mengembangkan ide menjadi konsep bisnis yang nyata dan terarah.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan. Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan. Sambutan tersebut menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menciptakan peluang melalui kewirausahaan.

Membangun Pola Pikir Wirausaha melalui Materi Inspiratif

Pada sesi inti, peserta mendapatkan dua materi utama. Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam membangun pemahaman bisnis. Materi pertama berjudul Future Trends. Materi ini disampaikan oleh Imam Wahyu Sobirin, seorang System Analyst di PT Interaktif Teknologi sekaligus alumni D4 Teknik Informatika Universitas Airlangga. Ia mengajak peserta memahami peluang bisnis di masa depan. Selain itu, peserta juga diajak membaca tren sebagai dasar menentukan ide usaha.

Selanjutnya, materi kedua berjudul Ideation and Validation. Materi ini disampaikan oleh Nadiatul Humairoh, mahasiswa D4 Manajemen Perkantoran Digital 2025. Materi tersebut membekali peserta dengan cara mengembangkan ide bisnis. Peserta juga diajarkan melakukan validasi awal agar ide yang dimiliki memiliki potensi untuk direalisasikan. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sesi ini berlangsung interaktif, dengan peserta aktif berdiskusi dan menggali informasi dari pemateri.

Praktik Langsung melalui Ideation Workshop

Tidak hanya menerima materi, peserta juga diajak untuk langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh melalui sesi Ideation Workshop. Pada sesi ini, peserta mulai merancang ide bisnis mereka secara sederhana melalui tiga aspek utama, yaitu What (nama ide bisnis), Who (target pasar), dan Why (alasan memilih ide tersebut).

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing ide dalam kelompok kecil, di mana setiap peserta mempresentasikan idenya dan mendapatkan masukan berupa satu apresiasi positif serta satu pertanyaan kritis dari peserta lain. Diskusi ini menjadi ruang belajar yang mendorong keberanian peserta dalam menyampaikan gagasan serta melatih kemampuan berpikir kritis.

Pada tahap akhir, peserta melakukan finalisasi ide berdasarkan masukan yang telah diterima, sehingga ide bisnis yang dimiliki menjadi lebih matang dan terarah.

Mendorong Tindak Lanjut melalui Penugasan

Sebagai bentuk keberlanjutan pembelajaran, peserta diberikan penugasan untuk menyusun Business Model Canvas (BMC) dari ide bisnis yang telah dirancang. Hasil dari penugasan ini akan dikumpulkan dan menjadi bahan evaluasi pada tahap mentoring berikutnya.

Menciptakan Lingkungan Kolaboratif dan Progresif

Melalui Bootcamp 1: Ideapreneur ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman dasar mengenai alur bisnis dan pengembangan ide, tetapi juga merasakan langsung proses diskusi dan kolaborasi dengan sesama peserta. Kegiatan ini menjadi fondasi awal dalam rangkaian program Vokspreneur yang akan terus membimbing peserta hingga tahap implementasi bisnis melalui trial bazar hingga pameran akhir.

Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga tidak hanya siap menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan melalui ide-ide bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.

[BACA JUGA: Lewat Sosialisasi Interaktif, Mahasiswa Keperawatan Ajarkan Penggolongan Obat yang tepat]

Penulis: Vika Hikmatul Maula

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)