VOKASI NEWS – Himpunan Mahasiswa D-III Keperawatan (HIMA) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Divisi Kewirausahaan (KWU) menyelenggarakan perlombaan secara daring dan berskala nasional. Kegiatan ini bertajuk “Airlangga Healthpreneur Competition (AHC) 2026”. Perlombaan berlangsung pada 27 Maret hingga 25 April 2026.
Perlombaan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan generasi muda. Fokus utama kegiatan ini adalah inovasi produk pangan sehat, bergizi, dan rendah gula. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kemampuan perencanaan kewirausahaan. Sasaran peserta meliputi siswa SMA/SMK/MA/sederajat dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Hal ini berkaitan dengan perkembangan gaya hidup modern. Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan membuka peluang dalam kewirausahaan berbasis kesehatan (healthpreneur). Produk pangan sehat, khususnya makanan ringan dan kue rendah gula serta rendah kalori, menjadi salah satu inovasi dengan potensi pasar yang luas.
Lewat perlombaan “Airlangga Healthpreneur Competition 2026”, peserta diharapkan dapat memanfaatkan peluang tersebut. Peserta didorong untuk menciptakan produk pangan sehat yang berkualitas. Produk tersebut diharapkan memperhatikan kadar gula, lemak, dan kalori. Selain itu, produk juga harus aman dikonsumsi dalam jangka panjang.
Tujuan dan Dampak dalam Inovasi
Airlangga Healthpreneur Competition (AHC) 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkompetisi. Kompetisi ini berfokus pada pembuatan produk pangan sehat, terutama kue rendah gula dan rendah kalori.
Program ini turut meningkatkan kemampuan peserta dalam berbagai aspek. Dalam kegiatan ini, peserta dilatih memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk.
Selain itu, peserta juga mempelajari berbagai keterampilan. Keterampilan tersebut meliputi perencanaan biaya produksi, strategi pemasaran digital, dan penyusunan rencana penjualan yang terstruktur. Antusiasme generasi muda terhadap kompetisi ini tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 124 tim.
Program ini mengusung tema “Sigap Inovasi untuk Generasi Healthpreneur”. Melalui tema tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat healthpreneur sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berorientasi pada kesehatan masyarakat.
Perlombaan ini juga memberikan banyak manfaat serta keuntungan bagi para peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung. Kegiatan diawali dengan sesi tanya jawab antara peserta dan panitia. Selanjutnya, peserta mengikuti presentasi produk. Pada tahap ini, peserta memperoleh kritik dan saran dari dewan juri sebelum memasuki babak semifinal.
Kegiatan ini juga memberikan berbagai keuntungan. Manfaat tersebut meliputi sertifikat penghargaan (e-sertifikat), uang pembinaan (modal), serta perluasan relasi dari berbagai instansi di seluruh Indonesia. Selain itu, peserta juga memperoleh pengalaman dan ilmu. Hal ini dapat menjadi pondasi dalam mengembangkan usaha dan ide produk.
Dari Inovasi Produk ke Peluang Bisnis
Melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat, peserta menghadirkan berbagai inovasi produk. Produk tersebut tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai kesehatan dan potensi bisnis. Produk yang dihasilkan mencerminkan kemampuan peserta. Peserta mampu mengombinasikan kreativitas dengan kebutuhan pasar akan makanan sehat.
Juara pertama diraih oleh Tim Rakyat Solo dengan produk inovasi bernama Chesaboo. Produk ini terbuat dari campuran tepung mocaf, tepung sorgum, tepung bonggol jagung, serta bubuk ikan gabus. Produk tersebut tidak hanya bebas gluten dan kacang. Chesaboo ini juga memiliki nilai gizi yang baik sehingga aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan.
Harapan untuk sebuah Peluang
Wakil Dekan 1 Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Dr. Andi Estetiono, S.E., M.M., turut menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta. Beliau berharap peserta tetap semangat dan terus berkembang dalam menginovasi produk. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan.
Melewati pengalaman selama kompetisi, peserta diharapkan mampu membangun pola pikir kewirausahaan yang berkelanjutan. Peserta juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap pentingnya pola hidup sehat di masyarakat. Hal ini menjadi langkah awal dalam mencetak generasi healthpreneur. Generasi ini diharapkan tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
[BACA JUGA: Lewat Sosialisasi Interaktif, Mahasiswa Keperawatan Ajarkan Penggolongan Obat yang tepat]
Penulis: Reynaldi Octavian Susanto & Ussy Rahmasari
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



