Inovasi Mahasiswa UNAIR: Sistem Verifikasi Usia di Top Up Game Tingkatkan Keamanan Transaksi

VOKASI NEWS – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melalui unit bisnis mahasiswa GC Gamingstore menghadirkan inovasi teknologi terbaru berupa fitur mitigasi risiko transaksi digital. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas dinamika industri top up game online yang kian kompleks dan berisiko tinggi. Fokus utama pengembangan sistem terletak pada fitur verifikasi usia guna melindungi pengguna di bawah umur dalam aktivitas pembayaran elektronik.

Inovasi tersebut dipresentasikan secara lugas dalam ajang bergengsi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2025 di Universitas Tidar Magelang pada 19-21 November 2025. Unit bisnis yang berada di bawah naungan PT Ardata Digital Inovasi ini mewakili Fakultas Vokasi UNAIR untuk berkompetisi di tingkat nasional. Kehadiran fitur ini menjadi pembeda utama di tengah menjamurnya platform top up game yang belum menerapkan regulasi perlindungan anak secara ketat.

Sistem Proteksi Berlapis bagi Pengguna

Implementasi teknologi pada website gcgamingstore.id mencakup tiga pilar utama yaitu fitur Setting Prefix Order, Cek Nickname, dan Verifikasi Usia. Sistem verifikasi usia mewajibkan pelanggan memberikan pernyataan sadar terkait pemenuhan batas usia atau izin orang tua sebelum transaksi dieksekusi. Prosedur ini terekam secara permanen dalam basis data sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum dan etika bisnis digital.

Integrasi Application Programming Interface (API) juga ditingkatkan untuk memastikan akurasi data akun pelanggan saat melakukan pengisian ulang item game. Fitur Cek Nickname secara otomatis menampilkan identitas pemilik akun sebelum tahap pembayaran untuk mencegah kesalahan input yang merugikan secara finansial. Gabungan fitur-fitur tersebut terbukti efektif menekan angka kegagalan transaksi operasional secara signifikan bagi kelancaran operasional bisnis.

Dampak Positif terhadap Resiliensi Bisnis

Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa angka kegagalan transaksi menurun drastis dari angka rata-rata 9,2 persen menjadi hanya 5,0 persen setelah fitur diterapkan. Penurunan ini memberikan kepastian perlindungan margin bagi perusahaan dari potensi kerugian akibat refund yang berulang. Keberhasilan teknis ini juga didukung oleh manajemen operasional yang disiplin melalui penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) formal.

Pengembangan inovasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) digital lainnya di Indonesia. Isu perlindungan anak dalam transaksi digital merupakan hal krusial yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan industri e-commerce. Fakultas Vokasi UNAIR terus berkomitmen mendukung mahasiswa dalam melahirkan solusi aplikatif yang memberikan dampak positif bagi ekosistem ekonomi digital nasional.

[BACA JUGA: 11 Mahasiswa Manajemen Perkantoran Digital Lolos Beasiswa Bank Indonesia]

Penulis: Pandika Ardi Herwanto

Pembimbing: Amaliyah

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)