VOKASI NEWS — Mahasiswa Keperawatan UNAIR mengedukasi ibu-ibu PKK tentang penggunaan sediaan obat khusus secara aman dan tepat.
Penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami penggunaan berbagai jenis sediaan obat secara tepat dan aman. Kurangnya pengetahuan mengenai cara penggunaan, penyimpanan, serta aturan pemakaian obat dapat menyebabkan kesalahan penggunaan obat yang berisiko menurunkan efektivitas terapi, bahkan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
Sediaan Obat Khusus Masih Kurang Dikenal Masyarakat
Beberapa jenis sediaan obat khusus, seperti inhalasi, implan, dan patch transdermal, masih sering dianggap sulit digunakan karena masyarakat belum familiar dengan bentuk dan tata cara pemakaiannya. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan sediaan obat khusus menjadi penting agar masyarakat dapat menggunakan obat secara benar, aman, dan rasional.
Mahasiswa Keperawatan UNAIR Gelar Penyuluhan di Graha Bunder Asri
Sebagai bentuk upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, mahasiswa Semester 2 Kelompok 4 Farmakologi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang penggunaan sediaan obat khusus. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 Mei 2026 di Balai RW 6 Graha Bunder Asri, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan sasaran 15 orang ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.
Pelaksanaan Pre-Test untuk Mengukur Pengetahuan Awal Peserta
Sebelum penyuluhan dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai penggunaan sediaan obat khusus. Hasil pre-test tersebut kemudian digunakan sebagai dasar evaluasi untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan penyuluhan.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari project pembelajaran mata kuliah Farmakologi dengan dosen pengampu Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M.B. Kegiatan dilaksanakan oleh Kelompok 4 GR-2B yang terdiri dari Alicia Desyifa Ardianti, Arya Prajna Dharma, Aurellia Elviana, Gracela Yolanda Sitanggang, Nabila Astuti Khairani, Najwa Salsabila, dan Meida Aulia Lukmana.
Materi Edukasi tentang Inhalasi, Implan, dan Patch Transdermal
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi pengertian sediaan obat khusus, jenis-jenis sediaan obat, fungsi masing-masing sediaan, cara penggunaan, cara penyimpanan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama penggunaan obat. Sediaan obat yang dijelaskan dalam kegiatan ini meliputi obat inhalasi, implan, dan patch transdermal.
Demonstrasi Penggunaan Obat Khusus secara Langsung
Dalam sesi demonstrasi, peserta diperkenalkan dengan beberapa contoh produk, seperti Zoladex, Vicks, dan Salonpas. Melalui contoh tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai bentuk sediaan, fungsi, cara penggunaan, serta penyimpanan obat yang benar. Demonstrasi dilakukan secara langsung agar peserta dapat memahami langkah-langkah penggunaan obat dengan lebih jelas dan mudah dipraktikkan.
Pentingnya Mengikuti Aturan Pakai dan Penyimpanan Obat
Selain menjelaskan cara penggunaan obat, penyuluh juga memberikan edukasi mengenai pentingnya mengikuti aturan penggunaan obat sesuai anjuran tenaga kesehatan. Peserta diberikan pemahaman bahwa penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan obat bekerja kurang maksimal, bahkan menimbulkan risiko kesehatan.
Peserta juga diingatkan untuk selalu memperhatikan aturan pakai, masa kedaluwarsa, serta cara penyimpanan obat agar kualitas obat tetap terjaga. Edukasi ini diharapkan dapat membantu peserta lebih berhati-hati dalam menggunakan obat, terutama sediaan obat khusus yang memiliki cara penggunaan tertentu.
Media Edukasi untuk Mempermudah Pemahaman Peserta
Media yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi papan obat, alat peraga, dan leaflet edukasi. Penggunaan media tersebut bertujuan untuk mempermudah peserta dalam memahami materi yang disampaikan.
Leaflet yang dibagikan berisi informasi singkat mengenai jenis-jenis sediaan obat khusus beserta cara penggunaannya. Dengan adanya media tersebut, peserta dapat membaca kembali informasi yang telah disampaikan dan menggunakannya sebagai media pembelajaran di rumah.
Peningkatan Pengetahuan Peserta Setelah Penyuluhan
Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai penggunaan sediaan obat khusus.
Nilai rata-rata peserta meningkat dari 82,6% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Selain itu, antusiasme peserta selama sesi tanya jawab menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan manfaat positif bagi masyarakat.
Edukasi sebagai Upaya Penggunaan Obat yang Aman dan Rasional
Melalui kegiatan ini, masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Graha Bunder Asri Gresik, diharapkan dapat lebih memahami penggunaan obat secara benar, aman, dan rasional dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diharapkan mampu menerapkan informasi yang diperoleh dalam keluarga maupun lingkungan sekitar sehingga kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat yang tepat dapat terus meningkat.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, edukasi kesehatan, serta penerapan ilmu farmakologi secara langsung kepada masyarakat.
[BACA JUGA: Edukasi Obat Bahan Alam: Alami Bukan Berarti Tanpa Batas]
Penulis: Alicia Desyifa Ardianti
Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)



