VOKASI NEWS — Mahasiswa Keperawatan UNAIR mengedukasi warga Graha Bunder Amerta tentang sediaan obat padat dan prinsip DAGUSIBU untuk penggunaan obat yang aman.
Pentingnya Literasi Penggunaan Obat bagi Masyarakat
Literasi penggunaan obat merupakan kemampuan seseorang untuk memperoleh, memahami, dan menggunakan informasi mengenai obat secara tepat serta bertanggung jawab. Literasi ini penting karena dapat membantu masyarakat mencegah kesalahan penggunaan obat, seperti kesalahan dosis, waktu pemberian, cara penggunaan, maupun penyimpanan obat.
Selain itu, literasi obat yang baik dapat membantu masyarakat memahami informasi pada kemasan obat, mengenali kemungkinan efek samping, serta mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dengan demikian, masyarakat dapat menggunakan obat secara lebih aman, tepat, dan rasional dalam kehidupan sehari-hari.
Mencegah Kesalahan Penggunaan Obat melalui Edukasi
Kesalahan penggunaan obat masih menjadi salah satu masalah yang dapat terjadi di masyarakat. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.
Oleh karena itu, edukasi kesehatan menjadi langkah penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Melalui edukasi, masyarakat diharapkan mampu memahami bahwa penggunaan obat tidak hanya bertujuan untuk meredakan keluhan, tetapi juga harus memperhatikan aturan pakai, keamanan, dan efektivitas terapi.
Mahasiswa Keperawatan UNAIR Gelar Edukasi di Graha Bunder Amerta
Sebagai bentuk upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, Kelompok 1 Kelas GR Praktikum 2B Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi mengenai sediaan obat padat. Kegiatan ini berlangsung di Balai Amerta, Perumahan Graha Bunder Amerta RT 04 RW 18, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Hafna Ilmy Muhalla dan diikuti oleh sekitar 20 peserta yang merupakan anggota PKK serta warga setempat. Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Amanda Gian Nur Rahma, Frida Dwi Lestari, Cantika Permata Ramadhani, Dania, Dzakiyyah Izzah Megali Hatibie, Muhammad Dzaky Afnan, Syakira Amalia Putri Prayogo, dan Mayliya Rosa.
Dukungan Ketua RT terhadap Kegiatan Penyuluhan
Ketua RT 04 RW 18 Perumahan Graha Bunder Amerta, Ibu Erni Wahyu Ningrum, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, edukasi mengenai penggunaan obat sangat bermanfaat karena dapat menambah wawasan masyarakat dalam menggunakan obat secara aman dan tepat.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu warga karena memberikan informasi yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan memiliki manfaat praktis bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan obat yang benar.
Rangkaian Kegiatan Edukasi Sediaan Obat Padat
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai sediaan obat padat dan penggunaan obat yang benar.
Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi mengenai sediaan obat padat, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman terkait penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhir kegiatan, peserta mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi pemahaman setelah menerima materi.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, mahasiswa memberikan minyak goreng kepada peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan harapan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam penggunaan obat yang aman dan tepat.
Pengenalan Jenis-Jenis Sediaan Obat Padat
Pada kegiatan edukasi ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis sediaan obat padat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh yang dijelaskan meliputi tablet, kapsul, granul, serbuk, suppositoria, dan tablet effervescent.
Selain mengenalkan bentuk sediaan obat, mahasiswa juga menjelaskan karakteristik dan cara penggunaan masing-masing jenis obat. Dengan penjelasan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami bahwa setiap sediaan obat memiliki fungsi, bentuk, dan aturan penggunaan yang berbeda.
Pentingnya Memahami Cara Penggunaan Obat yang Benar
Pemahaman mengenai cara penggunaan obat yang benar menjadi hal penting agar manfaat obat dapat diperoleh secara optimal. Apabila obat digunakan tidak sesuai petunjuk, efektivitas pengobatan dapat menurun dan risiko efek samping dapat meningkat.
Oleh karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri membaca aturan pakai, memperhatikan dosis, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan. Melalui edukasi ini, peserta diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan obat untuk menjaga kesehatan diri maupun keluarga.
Media Edukasi Leaflet dan Papan Obat
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat. Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa menggunakan media edukasi berupa leaflet dan papan obat.
Media tersebut membantu peserta mengenali bentuk, jenis, dan cara penggunaan sediaan obat padat secara lebih jelas. Selain itu, leaflet juga dapat dibawa pulang sehingga peserta dapat membaca kembali informasi yang telah disampaikan.
Evaluasi melalui Pre-Test dan Post-Test
Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Pre-test diberikan sebelum penyampaian materi untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta, sedangkan post-test diberikan setelah kegiatan untuk melihat peningkatan pemahaman.
Dengan adanya evaluasi tersebut, mahasiswa dapat mengetahui efektivitas kegiatan penyuluhan secara lebih terukur. Selain itu, hasil evaluasi juga menjadi gambaran mengenai sejauh mana peserta memahami materi yang telah diberikan.
Peningkatan Pemahaman Peserta tentang Prinsip DAGUSIBU
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Peserta juga mulai memahami pentingnya penerapan prinsip DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peserta mampu menjelaskan kembali beberapa informasi yang telah diberikan selama kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa penyampaian materi melalui penyuluhan, diskusi, dan media edukasi dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat di rumah tangga.
Dampak Edukasi terhadap Penggunaan Obat yang Aman
Penyuluhan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran peserta dalam menggunakan obat secara rasional dan aman. Peserta menjadi lebih memahami pentingnya memperoleh obat dari sumber resmi, menggunakan obat sesuai aturan, menyimpan obat dengan tepat, serta membuang obat yang sudah tidak digunakan dengan cara yang aman.
Dengan meningkatnya pemahaman tersebut, risiko kesalahan penggunaan obat diharapkan dapat berkurang. Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu menerapkan kebiasaan pengelolaan obat yang lebih baik dalam lingkungan keluarga.
Harapan Penerapan Literasi Obat dalam Kehidupan Sehari-hari
Kegiatan penyuluhan telah terlaksana dengan baik dan berhasil meningkatkan pengetahuan serta pemahaman peserta mengenai sediaan obat padat. Penggunaan media edukasi berupa leaflet dan papan obat turut membantu peserta memahami informasi dengan lebih mudah.
Melalui kegiatan ini, anggota PKK dan warga sekitar diharapkan dapat menerapkan pengetahuan mengenai jenis sediaan obat padat, cara penggunaan obat yang benar, serta prinsip DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat membagikan informasi tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Dengan demikian, kegiatan edukasi serupa diharapkan dapat terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
[BACA JUGA: Mengasah Keterampilan Laboratorium melalui PKL di RSI Jemursari]
Penulis: Kelompok 1 GR-2B
Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)



