Mahasiswa D-III Keperawatan Vokasi UNAIR Menggelar Proyek Pemberian Edukasi Sediaan Obat Khusus untuk Masyarakat Desa Sumari

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR menggelar proyek edukasi kepada masyarakat Desa Sumari mengenai sediaan obat khusus. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat yang aman, tepat, dan sesuai kebutuhan terapi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas praktikum Farmakologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memberikan informasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Mengenal Beragam Sediaan Obat Khusus

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis sediaan obat khusus yang sering digunakan dalam pelayanan kesehatan. Beberapa di antaranya adalah sediaan transdermal patch, inhalasi, tetes mata, tetes telinga, suppositoria, serta bentuk sediaan lain yang dirancang untuk kebutuhan terapi tertentu.

Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Tim mahasiswa juga menjelaskan bahwa setiap sediaan obat memiliki karakteristik, cara penggunaan, serta kelebihan yang berbeda dibandingkan sediaan oral seperti tablet atau kapsul.

Sebagai contoh, sediaan transdermal patch dapat menghantarkan obat melalui kulit secara bertahap. Cara kerja tersebut membantu menjaga kadar obat tetap stabil dalam tubuh. Sementara itu, sediaan inhalasi banyak digunakan pada pasien dengan gangguan pernapasan karena dapat bekerja langsung pada saluran napas.

Peserta Aktif Berdiskusi tentang Penggunaan Obat

Selain pemaparan materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Diskusi tersebut berkaitan dengan penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada jenis obat yang belum banyak dipahami masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Beberapa pertanyaan membahas cara penyimpanan obat, waktu penggunaan yang tepat, serta efek samping yang mungkin terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ketertarikan untuk memahami penggunaan obat secara lebih aman dan benar.

Ketua kelompok pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memahami bentuk dan cara penggunaan obat.

“Masyarakat sering kali hanya mengenal obat dalam bentuk tablet atau sirup. Melalui edukasi ini, kami ingin memperkenalkan berbagai sediaan obat khusus beserta manfaat dan cara penggunaannya agar terapi yang dijalani menjadi lebih efektif dan aman,” ujarnya.

Pentingnya Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan

Kegiatan edukasi ini juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat tertentu. Hal tersebut penting karena setiap bentuk sediaan obat memiliki aturan penggunaan yang berbeda. Kesalahan dalam penggunaan obat dapat memengaruhi efektivitas terapi dan meningkatkan risiko efek samping.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu membaca petunjuk penggunaan obat. Selain itu, penggunaan obat sebaiknya tetap mengikuti anjuran tenaga kesehatan, terutama pada obat yang memerlukan cara pemakaian khusus.

Melalui proyek edukasi ini, mahasiswa berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Pemahaman yang baik mengenai sediaan obat khusus diharapkan mampu mendukung penggunaan obat yang rasional serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara umum.

[BACA JUGA: Edukasi Penggolongan Obat Bahan Alam ke Warga Gresik]

Penulis: Jefri Ferdiansyah

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)