Sentuhan Humanis Mahasiswa Keperawatan UNAIR di Lamongan: Edukasi Obat Khusus Sambil Berbagi Ceria dengan Lansia

Sentuhan Humanis Mahasiswa Keperawatan UNAIR di Lamongan: Edukasi Obat Khusus Sambil Berbagi Ceria dengan Lansia

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Vokasi UNAIR mengedukasi lansia Dusun Bulugondang tentang sediaan obat khusus melalui papan obat dan cek kesehatan gratis.

Edukasi Kesehatan untuk Lansia di Dusun Bulugondang

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kelompok 4 melaksanakan pengabdian masyarakat dengan mengenalkan sediaan obat khusus kepada para lansia. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat khusus yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, tetapi masih berisiko digunakan secara kurang tepat.

Selain mendapatkan materi edukasi, peserta juga memperoleh layanan cek kesehatan gratis. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kedekatan sosial antara mahasiswa dan masyarakat.

Mahasiswa Berperan sebagai Educator Kesehatan

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berperan sebagai educator dengan menyampaikan materi secara sederhana dan mudah dipahami. Sasaran utama kegiatan adalah lansia, sehingga penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang lebih komunikatif, perlahan, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Mahasiswa menjelaskan bahwa sediaan obat khusus memiliki bentuk dan cara penggunaan yang berbeda. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami aturan penggunaannya agar manfaat obat dapat diperoleh secara optimal dan risiko kesalahan penggunaan dapat diminimalkan.

Melalui pendekatan yang ramah, mahasiswa berupaya menciptakan suasana edukasi yang nyaman. Hal ini membuat peserta lebih mudah bertanya, berdiskusi, dan memahami informasi yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Pendekatan Visual melalui Papan Obat Interaktif

Menyadari bahwa peserta kegiatan adalah lansia, Kelompok 4 menggunakan metode edukasi yang tidak kaku. Mahasiswa memanfaatkan papan obat interaktif dan leaflet berwarna sebagai media pembelajaran agar materi lebih mudah dipahami.

Papan obat digunakan untuk menampilkan contoh sediaan obat khusus secara visual. Dengan melihat bentuk dan contoh penggunaannya secara langsung, peserta dapat lebih mudah membedakan jenis obat serta memahami cara penggunaannya.

Selain itu, leaflet diberikan sebagai media informasi yang dapat dibaca kembali setelah kegiatan selesai. Media ini diharapkan dapat membantu lansia maupun keluarga dalam mengingat informasi penting terkait penggunaan obat khusus di rumah.

Mengenalkan Inhaler, Patch Transdermal, dan Implan

Materi yang disampaikan mencakup tiga jenis sediaan obat khusus, yaitu inhaler, patch transdermal, dan implan. Ketiga sediaan tersebut dipilih karena cukup sering ditemukan dalam pelayanan kesehatan, tetapi masih belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.

Pada materi inhaler, peserta dikenalkan dengan cara penggunaan obat hirup yang benar agar obat dapat bekerja secara optimal pada saluran pernapasan. Sediaan ini umumnya digunakan untuk membantu melegakan pernapasan, terutama pada kondisi tertentu yang membutuhkan terapi melalui saluran napas.

Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan mengenai patch transdermal atau koyo obat. Peserta diberikan pemahaman bahwa tidak semua koyo hanya berfungsi sebagai penghangat tubuh. Beberapa patch mengandung zat aktif yang dapat diserap melalui kulit, sehingga penggunaannya perlu memperhatikan kondisi kulit dan petunjuk pemakaian.

Memahami Fungsi Implan dalam Pelayanan Kesehatan

Selain inhaler dan patch transdermal, peserta juga memperoleh informasi mengenai implan. Implan merupakan sediaan atau alat yang ditanam di bawah kulit dan dapat bekerja dalam jangka waktu tertentu.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa menjelaskan implan secara sederhana agar mudah dipahami oleh lansia. Salah satu contoh yang diperkenalkan adalah implan kontrasepsi yang digunakan dalam pelayanan keluarga berencana.

Melalui penjelasan tersebut, peserta memahami bahwa obat atau alat kesehatan tidak selalu digunakan dengan cara diminum atau dioleskan. Beberapa sediaan khusus memiliki cara kerja tertentu sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Evaluasi Pemahaman melalui Pre-Test dan Post-Test

Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, mahasiswa memberikan pre-test sebelum penyampaian materi. Tahap ini dilakukan untuk melihat pengetahuan awal peserta mengenai sediaan obat khusus.

Setelah edukasi selesai, peserta kembali mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah peserta menerima penjelasan dan melihat visualisasi melalui papan obat.

Dengan adanya evaluasi tersebut, kegiatan edukasi tidak hanya berfokus pada penyampaian materi. Selain itu, mahasiswa juga dapat melihat sejauh mana informasi yang diberikan mampu dipahami oleh peserta.

Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Lansia

Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah adanya layanan cek kesehatan gratis. Mahasiswa menyediakan posko pemeriksaan tekanan darah dan pengukuran berat badan bagi para lansia yang hadir.

Pemeriksaan tekanan darah menjadi layanan yang penting bagi lansia karena dapat membantu mendeteksi risiko hipertensi sejak dini. Selain itu, pengukuran berat badan juga dapat memberikan gambaran umum mengenai kondisi kesehatan peserta.

Pelayanan tersebut dilakukan dengan telaten dan ramah. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai obat, tetapi juga mendapatkan perhatian terhadap kondisi kesehatannya.

Antusiasme Lansia dalam Mengikuti Kegiatan

Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh keceriaan. Lansia yang awalnya terlihat malu-malu mulai aktif bertanya setelah mahasiswa menyampaikan materi dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

Peserta menunjukkan rasa ingin tahu mengenai cara penggunaan inhaler, pemakaian koyo obat, serta fungsi implan dalam pelayanan kesehatan. Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai sediaan obat khusus memang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga menyediakan konsumsi sehat bagi peserta yang hadir. Sentuhan sederhana ini membuat kegiatan terasa lebih humanis dan memperkuat kedekatan antara mahasiswa dan masyarakat.

Edukasi sebagai Wujud Kepedulian Mahasiswa

Melalui kegiatan ini, Kelompok 4 Keperawatan UNAIR tidak hanya membagikan pengetahuan mengenai sediaan obat khusus. Lebih dari itu, mahasiswa juga menghadirkan perhatian, kebahagiaan, dan kepedulian bagi para lansia di Dusun Bulugondang.

Kegiatan edukasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya promotif dan preventif di masyarakat. Dengan pendekatan yang sederhana dan humanis, masyarakat diharapkan lebih memahami penggunaan obat khusus secara tepat, aman, dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan tidak hanya tentang menyampaikan materi. Edukasi juga dapat menjadi ruang untuk membangun kedekatan, meningkatkan kepedulian, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

[BACA JUGA: Membentuk Keluarga Cerdas Obat melalui Edukasi Penggunaan Sediaan Obat Setengah Padat]

Penulis: Siti Muzdalifah

Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)