Dari Daun ke Ilmu: Edukasi TOGA, Jamu, OHT, dan Fitofarmaka oleh Mahasiswa Keperawatan Universitas Airlangga

VOKASI NEWS – Pemanfaatan tanaman obat sebagai upaya menjaga kesehatan telah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat Indonesia. Berbagai tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, dan daun sirih sering digunakan untuk membantu mengatasi keluhan kesehatan ringan karena mudah ditemukan dan dapat ditanam di lingkungan rumah.

Pemanfaatan TOGA untuk Kesehatan Keluarga

Tanaman-tanaman tersebut dikenal sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yang memiliki potensi besar untuk mendukung kesehatan keluarga secara mandiri. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa produk obat tradisional memiliki tingkatan pembuktian ilmiah yang berbeda, yaitu jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka.

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan edukasi bagi ibu-ibu PKK Perumahan Graha Bunder Asri (GBA), Kebomas, Gresik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat TOGA serta memberikan pengetahuan tentang klasifikasi obat tradisional berdasarkan tingkat pembuktian ilmiahnya.

Mengenal Jamu, OHT, dan Fitofarmaka

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis TOGA yang umum dijumpai di sekitar rumah. Jahe diketahui sering dimanfaatkan untuk membantu meredakan mual dan memberikan sensasi hangat pada tubuh. Kunyit banyak digunakan untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan, sedangkan kencur dikenal sebagai bahan alami yang sering digunakan untuk membantu meredakan batuk. Selain itu, daun sirih juga diperkenalkan sebagai tanaman yang memiliki sifat antiseptik alami.

Mahasiswa juga menekankan bahwa penggunaan tanaman obat perlu dilakukan dengan tepat. Meskipun berasal dari bahan alami, manfaat TOGA dapat berkurang apabila diolah atau digunakan secara tidak sesuai. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai cara pemanfaatan yang benar menjadi hal penting agar tanaman obat dapat digunakan secara aman dan memberikan manfaat yang optimal.

Selain membahas TOGA, kegiatan edukasi juga mengangkat materi mengenai penggolongan obat tradisional di Indonesia. Jamu merupakan obat tradisional yang khasiatnya didasarkan pada pengalaman penggunaan secara turun-temurun. Sementara itu, OHT merupakan produk herbal yang telah melalui uji praklinik dan menggunakan bahan baku yang memenuhi standar mutu. Adapun fitofarmaka merupakan kelompok obat herbal yang telah melewati uji praklinik maupun uji klinik sehingga keamanan dan manfaatnya telah dibuktikan secara
ilmiah.

Edukasi Masyarakat Tingkatkan Literasi Obat Tradisional

Kegiatan yang dilaksanakan pada 9 Mei 2026 ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan logo penggolongan obat tradisional melalui media poster dan papan edukasi. Peserta juga diajak untuk mengenali perbedaan logo pada kemasan produk jamu, OHT, dan fitofarmaka. Dengan demikian, mereka dapat lebih mudah membedakan masing-masing kategori obat tradisional dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait manfaat tanaman obat, cara penggunaannya, serta perbedaan antara produk herbal yang beredar di masyarakat. Interaksi yang aktif selama diskusi menunjukkan besarnya minat peserta terhadap informasi kesehatan yang berkaitan dengan obat tradisional.

Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Selain itu, tingkat partisipasi peserta selama sesi diskusi juga menjadi indikator dalam menilai pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan TOGA dan penggolongan obat tradisional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan tanaman obat dan memilih produk herbal sesuai kebutuhan. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga dapat diteruskan kepada anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, pemanfaatan obat tradisional dapat dilakukan secara lebih aman, tepat, dan didukung oleh pemahaman yang lebih baik mengenai dasar ilmiah yang melandasinya.

[BACA JUGA: Saat Obat Tak Selalu Diminum: Edukasi Sediaan Obat Khusus oleh Mahasiswa D3 Keperawatan Unair]

Penulis: Yesika Ramadhiana

Pembimbing: Dr. Susilo Harianto S.Kep., Ns., M.Kep.

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)