Pembelajaran Diagnostik Laboratorium melalui PKL di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

VOKASI NEWS – Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medik (TLM) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Sebanyak 10 mahasiswa melaksanakan PKL di RSUD Dr Saiful Anwar Malang. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, mulai 2 Maret hingga 29 Mei 2026. Melalui program ini, mahasiswa dapat mempelajari pelayanan laboratorium rumah sakit rujukan nasional secara langsung. Selain itu, mereka juga mengaplikasikan kompetensi dari perkuliahan.

RSUD Dr Saiful Anwar Malang merupakan rumah sakit rujukan nasional. Fasilitas laboratoriumnya sangat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Selama pelaksanaan PKL, pembelajaran dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Mikrobiologi Klinik, dan Laboratorium Patologi Anatomi.

Memahami Pelayanan di Laboratorium Patologi Klinik

Di Laboratorium Patologi Klinik, mahasiswa mempelajari berbagai divisi penting, seperti sampling, pra-analitik, dan cito. Divisi lainnya meliputi kimia klinik, hematologi, imunoserologi, parasitologi, cairan tubuh, serta biologi molekuler. Setiap divisi memberikan pemahaman mengenai alur pemeriksaan laboratorium mulai dari penerimaan sampel hingga pelaporan hasil pemeriksaan.

Pembelajaran tidak hanya berfokus pada instrumen otomatis dan semiotomatis. Namun, mahasiswa juga mempelajari pemeriksaan manual pada parameter tertentu, khususnya di bidang imunoserologi dan parasitologi. Selain itu, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai pelaksanaan quality control dan kalibrasi alat. Proses ini sangat penting dalam menjaga mutu laboratorium.

Salah satu pengalaman yang menarik diperoleh pada divisi biologi molekuler. Divisi tersebut memberikan kesempatan untuk mempelajari proses imunoscreening transplantasi ginjal melalui pemeriksaan Human Leukocyte Antigen (HLA). Pemeriksaan HLA menjadi salah satu layanan unggulan di sini. Sebab, RSUD dr Saiful Anwar Malang merupakan laboratorium rujukan nasional pemeriksaan tersebut.

Mengenal Proses Diagnosis Penyakit Infeksi

Pembelajaran berikutnya dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Klinik. Kegiatan dilakukan pada beberapa divisi, meliputi pembuatan media, bench kultur dan identifikasi spesimen jamur, sputum, pus, darah dan cairan tubuh, feses, urine, bench pengamatan mikroskopis, serta divisi Biosafety Level (BSL).

Divisi BSL menjadi salah satu bagian yang memberikan pengalaman berharga karena berfokus pada identifikasi infeksi Mycobacterium tuberculosis. Proses pembelajaran mencakup penerimaan sampel, kultur bakteri, pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM), hingga pemantauan sensitivitas antibiotik pasien. Layanan pemeriksaan tuberkulosis di RSUD dr Saiful Anwar Malang juga telah ditetapkan sebagai laboratorium rujukan nasional sehingga memberikan kesempatan untuk mempelajari prosedur pemeriksaan sesuai standar yang berlaku.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya biosafety, ketelitian dalam penanganan spesimen infeksius, serta peran laboratorium mikrobiologi dalam membantu penegakan diagnosis penyakit infeksi.

Mengamati Proses Diagnostik di Patologi Anatomi

Selain laboratorium klinik, kegiatan PKL juga dilaksanakan di Laboratorium Patologi Anatomi yang terdiri atas divisi grossing, histopatologi, sitologi, dan imunohistokimia. Pembelajaran pada laboratorium ini memberikan pemahaman mengenai proses pemeriksaan jaringan dan sel untuk membantu penegakan diagnosis penyakit.

Pengalaman yang paling berkesan diperoleh pada divisi sitologi melalui kegiatan Rapid On-Site Evaluation (ROSE) di ruang operasi. Kegiatan tersebut memungkinkan mahasiswa mengamati secara langsung proses pengambilan sampel menggunakan bronkoskopi hingga pembuatan sediaan dan pewarnaan cepat Diff-Quick. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai peran tenaga laboratorium dalam mendukung ketepatan diagnosis secara cepat dan akurat.

Berbagai pengalaman yang diperoleh selama PKL memberikan gambaran nyata mengenai peran tenaga Teknologi Laboratorium Medik dalam menunjang diagnosis, pemantauan terapi, serta pelayanan kesehatan pasien. Pembelajaran di seluruh laboratorium tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis saja. Namun, kegiatan ini juga melatih ketelitian, komunikasi, tanggung jawab, dan profesionalisme. Semua aspek tersebut menjadi bekal penting sebelum memasuki dunia kerja. Akhirnya, melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai standar pelayanan rumah sakit rujukan serta perkembangan teknologi diagnostik modern.

[BACA JUGA: Dari Teori ke Praktik: Pengalaman PKL Mahasiswa TLM UNAIR di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo]

Penulis: Maureen Syafina Naurah Pradisa, Muhammad Fauzan Pratama, Aurel Auria Korompis, Nazala Sabita Sugiono, Ade iva Nurdiana Soleha

Pembimbing: Aliyah Siti Sundari

Editor: Nawal (Tim Vokasi Branding)