Integrasi Praktik Bisnis Berkelanjutan Eropa dalam Akuntansi Indonesia melalui ASCEND 2026

Praktik bisnis berkelanjutan Eropa pada kegiatan ASCEND 2026

VOKASI NEWS – Praktik bisnis berkelanjutan di berbagai negara Eropa terus berkembang dan menjadi salah satu acuan dalam dunia akuntansi serta perpajakan. Berbagai pendekatan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengadopsi praktik yang relevan dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami praktik bisnis berkelanjutan dari perspektif global sebagai bekal memasuki dunia profesional.

Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi D3 Akuntansi dan D3 Perpajakan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan ASCEND 2026 bertajuk Integrating European Business and Sustainability Practices into Indonesian Accounting Practices: A Collaborative International Program. Kegiatan yang membahas praktik ini berlangsung secara daring melalui Zoom pada Jumat, 12 Juni 2026.

Program menghadirkan Mochammad Nurul, Ph.D., candidate dari University of Pécs, Hungaria. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan implementasi praktik tersebut di Eropa serta keterkaitannya dengan pelaporan akuntansi dan kebijakan perpajakan di Indonesia.

Memahami Konsep Keberlanjutan di Eropa

Pada sesi utama, narasumber menjelaskan penerapan sustainability dalam strategi bisnis berbagai perusahaan di Eropa. Materi juga membahas hubungan antara praktik keberlanjutan, pelaporan sustainability, tata kelola perusahaan, dan kebijakan perpajakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selain memperoleh materi, mahasiswa diajak memahami bagaimana praktik bisnis berkelanjutan Eropa dapat diadaptasi sesuai karakteristik sektor usaha di Indonesia. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengenal konsep, tetapi juga memahami peluang penerapannya dalam dunia kerja.

Diskusi Internasional Perluas Perspektif Mahasiswa

Sesi diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Mahasiswa membandingkan praktik bisnis berkelanjutan di Eropa dengan kondisi di Indonesia, khususnya pada bidang akuntansi dan perpajakan. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai tantangan sekaligus peluang implementasi sustainability dalam konteks nasional.

Diskusi juga mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih kritis terhadap perkembangan praktik akuntansi global. Selain itu, peserta memperoleh perspektif baru mengenai pentingnya kolaborasi internasional dalam mendukung pengembangan profesi akuntansi di masa depan.

Menyusun Rekomendasi Kebijakan Berbasis Best Practices

Sebagai tindak lanjut pembelajaran, peserta menyusun policy recommendation project dalam bentuk policy brief. Tugas tersebut mengintegrasikan praktik bisnis berkelanjutan Eropa dengan kondisi sektor usaha di Indonesia.

Mahasiswa juga mengidentifikasi berbagai best practices yang dapat direkomendasikan untuk mendukung penerapan bisnis berkelanjutan dalam bidang akuntansi dan perpajakan nasional. Kegiatan ini membantu peserta mengembangkan kemampuan analisis sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan yang aplikatif.

ASCEND 2026 diikuti oleh 214 mahasiswa Program Studi D3 Akuntansi dan D3 Perpajakan hingga tahap penyelesaian luaran. Tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme mahasiswa terhadap praktik bisnis berkelanjutan Eropa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan global sekaligus mampu merumuskan solusi yang relevan bagi pengembangan akuntansi dan perpajakan di Indonesia.

[BACA JUGA: Elektroakupunktur Efektif Kurangi Nyeri Punggung pada Buruh Pabrik di Plumpang]

Penulis: Wahyu Firmandani, S.A., M.Ak., CPMA., CAPF

Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)