Smart Helmet dengan Sistem Peringatan Kecelakaan dan Pelacakan Lokasi GPS bagi Pengendara Sepeda Motor

VOKASI NEWS – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor mendorong lahirnya berbagai inovasi keselamatan. Salah satunya adalah Smart Helmet berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mendeteksi kecelakaan sekaligus mengirimkan lokasi pengendara secara otomatis.

Inovasi ini dikembangkan untuk mengatasi keterlambatan penanganan darurat. Pada banyak kasus kecelakaan, korban terlambat mendapatkan pertolongan karena lokasi kejadian tidak segera diketahui. Melalui teknologi Smart Helmet, informasi tersebut dapat dikirim secara cepat kepada keluarga maupun pihak terkait.

Mendeteksi Kecelakaan Secara Otomatis

Sistem Smart Helmet menggunakan mikrokontroler ESP32-Devkit V1 yang dipadukan dengan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) MPU-6050. Sensor tersebut berfungsi memantau perubahan posisi kepala pengendara selama perjalanan.

Apabila helm mengalami kemiringan hingga mencapai sudut kritis sebesar 60 derajat atau lebih, sistem akan mengenali kondisi tersebut sebagai indikasi kecelakaan. Setelah itu, perangkat secara otomatis mengaktifkan status darurat tanpa memerlukan tindakan dari pengendara.

Mengirim Lokasi Korban Secara Real Time

Keunggulan utama Smart Helmet terletak pada kemampuannya mengirimkan informasi lokasi secara real time. Sistem memanfaatkan modul komunikasi GSM A7670E untuk menghubungkan perangkat ke jaringan internet.

Selanjutnya, modul Global Positioning System (GPS) NEO-6M menentukan titik koordinat lokasi pengendara. Data berupa latitude, longitude, dan status darurat kemudian dikirim ke Firebase Realtime Database sehingga dapat diakses secara langsung.

Dengan sistem tersebut, lokasi korban dapat diketahui lebih cepat sehingga proses evakuasi diharapkan berlangsung lebih efektif.

Aplikasi Android Permudah Pemantauan

Penelitian ini juga mengembangkan aplikasi berbasis Android menggunakan framework Flutter. Aplikasi tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan kondisi pengendara.

Pengguna dapat melihat sudut kemiringan helm, posisi pengendara pada peta digital, hingga alamat lokasi yang diperoleh melalui proses geocoding. Saat sistem mendeteksi kecelakaan, aplikasi akan secara otomatis memperbesar tampilan peta agar lokasi korban lebih mudah ditemukan.

Hasil Pengujian Tunjukkan Akurasi Tinggi

Pengujian dilakukan di lingkungan Kampus Universitas Airlangga. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi perubahan posisi helm sesuai kondisi yang telah ditentukan.

Selain itu, modul GPS menghasilkan tingkat akurasi yang baik dengan selisih posisi sekitar 3,95 hingga 5,57 meter dibandingkan titik pada Google Maps. Pengiriman data darurat juga berlangsung cukup cepat, yaitu sekitar 23 hingga 27 detik tanpa mengalami packet loss.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa Smart Helmet memiliki potensi sebagai perangkat keselamatan aktif yang dapat membantu mempercepat penanganan korban kecelakaan lalu lintas.

Pengembangan teknologi seperti ini diharapkan mampu mendukung peningkatan keselamatan berkendara sekaligus memanfaatkan Internet of Things sebagai solusi dalam bidang transportasi dan kesehatan.

[BACA JUGA: Dampak Kelelahan Kerja terhadap Kinerja Pekerja Pelabuhan]

Penulis: M. Kemal Hajid

Editor: Inviana (Tim Vokasi Unair)