Di Balik Aliran Air Bersih Ada Persediaan yang Harus Dijaga

VOKASI NEWS – Air bersih dapat mengalir ke rumah masyarakat karena didukung oleh berbagai proses operasional yang berjalan dengan baik. Salah satu aspek yang sering luput dari perhatian adalah pengelolaan persediaan. Material seperti pipa, valve, water meter, hingga bahan kimia harus selalu tersedia agar distribusi air tetap lancar.

Bagi perusahaan daerah air minum, persediaan bukan sekadar aset di gudang. Persediaan menjadi komponen penting yang mendukung pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

PSAK 202 Menjadi Acuan Pengelolaan Persediaan

Pengelolaan persediaan perlu dilakukan sesuai standar akuntansi yang berlaku. Salah satunya adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 202 yang mengatur pengakuan dan pengukuran persediaan dalam laporan keuangan.

Melalui standar tersebut, perusahaan diwajibkan mengakui persediaan yang masih memiliki manfaat ekonomi pada masa mendatang. Nilai persediaan juga harus diukur berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah. Ketentuan tersebut bertujuan menghasilkan informasi keuangan yang andal, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Stock Opname Temukan Sejumlah Permasalahan

Hasil kegiatan stock opname menunjukkan masih terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan persediaan. Beberapa material, seperti Butterfly AVK, Giboult Joint ACP, dan pipa GI, tidak mengalami pergerakan dalam waktu yang lama. Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan barang di gudang sehingga meningkatkan risiko kerusakan dan biaya penyimpanan.

Tim juga menemukan sejumlah water meter yang mengalami kerusakan fisik sehingga tidak dapat digunakan kembali. Selain itu, terdapat selisih antara jumlah persediaan yang tercatat dalam sistem dengan kondisi fisik di gudang.

Perbedaan tersebut berpotensi menyebabkan nilai persediaan yang disajikan dalam laporan keuangan menjadi tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa pengendalian internal, khususnya pada proses pencatatan barang masuk dan keluar, masih perlu ditingkatkan.

Evaluasi Berkala Tingkatkan Efektivitas Pengelolaan

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, perusahaan perlu melakukan evaluasi secara berkala terhadap persediaan yang tergolong slow moving. Pelaksanaan stock opname rutin juga penting untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dan kondisi fisik barang.

Selain itu, material yang telah rusak atau tidak lagi memberikan manfaat ekonomi perlu ditinjau kembali. Langkah tersebut membantu perusahaan menentukan perlakuan akuntansi yang tepat sekaligus menjaga keandalan informasi dalam laporan keuangan.

Pengelolaan Persediaan Dukung Pelayanan Publik

Pengelolaan persediaan yang baik tidak hanya meningkatkan kualitas laporan keuangan. Persediaan yang tersedia sesuai kebutuhan juga membantu perusahaan memenuhi kebutuhan operasional secara lebih cepat dan efisien.

Penerapan PSAK 202 secara konsisten diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas perusahaan sekaligus menjaga kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. Dengan sistem pengelolaan persediaan yang baik, perusahaan dapat memberikan layanan yang lebih optimal dan berkelanjutan.

[BACA JUGA: Posisi Bending Sulit Dipertahankan, Alat Fiksasi Ini Bantu Pemeriksaan Skoliosis Lebih Stabil]

Penulis: Anugrah Pebria Rahmawati

Editor: Inviana (Tim Vokasi Unair)