VOKASI NEWS – Pemantauan status gizi balita menjadi kebutuhan penting dalam layanan kesehatan masyarakat. Kondisi gizi yang tidak sesuai dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak pada masa berikutnya. Di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kebutuhan pengelolaan data pemeriksaan balita menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan posyandu.
Data pemeriksaan balita umumnya mencakup usia, jenis kelamin, berat badan, serta tinggi atau panjang badan. Data tersebut perlu diolah secara tepat agar status gizi balita dapat diketahui lebih cepat. Apabila proses pengolahan masih dilakukan secara manual, penentuan status gizi dan pemberian saran makanan dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Kebutuhan sistem digital muncul karena layanan kesehatan balita tidak hanya memerlukan pencatatan data, tetapi juga informasi yang mudah dipahami oleh pengguna. Sistem yang mampu mengolah data pemeriksaan dan menampilkan rekomendasi menu makanan dapat membantu proses pendampingan gizi balita secara lebih praktis. Dengan demikian, hasil pemeriksaan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi saran menu yang relevan dengan kondisi anak.
Pengembangan Sistem dan Pengolahan Data Antropometri
Pengembangan sistem rekomendasi menu makanan balita di Desa Ketapanrame dilakukan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Sistem dirancang agar data balita, data pemeriksaan, dan data menu makanan dapat dikelola dalam satu platform. Hasil akhirnya berupa informasi status gizi serta rekomendasi menu makanan yang disesuaikan dengan usia dan kondisi gizi balita.
Penentuan status gizi pada sistem dilakukan menggunakan data antropometri balita. Data yang digunakan meliputi jenis kelamin, tanggal lahir, tanggal pemeriksaan, berat badan, serta tinggi atau panjang badan. Data tersebut diproses menggunakan standar pertumbuhan anak dari World Health Organization melalui perhitungan z-score.
Penerapan Metode Fuzzy Tahani dan Teknologi Sistem
Metode Fuzzy Tahani digunakan untuk mencocokkan usia balita dan status gizi dengan data menu makanan. Setiap menu memiliki rentang usia dan target status gizi tertentu. Menu yang sesuai akan ditampilkan sebagai rekomendasi, sedangkan menu yang tidak sesuai tidak ditampilkan. Pendekatan ini membantu sistem menangani data yang memiliki rentang nilai, seperti usia balita dan kategori status gizi.
Sistem dibangun menggunakan Laravel Filament sebagai backoffice, Laravel Blade sebagai halaman publik, FastAPI sebagai layanan perhitungan, dan MySQL sebagai basis data. Back office digunakan untuk mengelola data balita, data pemeriksaan, dan data makanan. Halaman publik digunakan untuk menampilkan hasil status gizi serta rekomendasi menu makanan kepada pengguna.
Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sistem dapat membantu proses pemantauan status gizi dan penyampaian rekomendasi menu makanan balita di Posyandu Desa Ketapanrame. Sistem ini diharapkan mampu mendukung layanan posyandu di desa tersebut agar pengelolaan data pemeriksaan lebih mudah, terarah, dan bermanfaat bagi pendampingan gizi balita.
Penelitian ini sejalan dengan SDG 2: Zero Hunger dan SDG 3: Good Health and Well-Being melalui pemanfaatan sistem rekomendasi berbasis Fuzzy Tahani untuk mendukung pemantauan status gizi serta pemberian rekomendasi menu makanan balita di Desa Ketapanrame secara lebih terarah dan praktis.
[BACA JUGA: SILEBAR Dukung Efisiensi Arsip Digital PTPN Kebun Tanjung Lebar]
Penulis: Rheza Novia Ramadhani
Pembimbing: Endah Purwanti
Editor: Nawal Eka Paramita (Tim Vokasi Branding)



