VOKASI NEWS – Magang menjadi salah satu tahapan penting dalam pembelajaran mahasiswa D-III Keperawatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Salah satu pengalaman tersebut diperoleh saat menjalani praktik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).
Ruang IGD merupakan salah satu unit pelayanan dengan ritme kerja yang cepat dan dinamis. Di unit ini, kecepatan berpikir, ketepatan tindakan, serta kerja sama tim menjadi faktor penting dalam menangani pasien. Oleh karena itu, magang di IGD memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika pelayanan keperawatan gawat darurat.
Program magang dirancang agar mahasiswa dapat mengikuti setiap tahapan pelayanan pasien. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlibat mulai dari pengkajian awal hingga berbagai tindakan keperawatan yang membutuhkan respons cepat. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik di lapangan.
Beradaptasi dengan Ritme Pelayanan Gawat Darurat
Sejak hari pertama, mahasiswa beradaptasi dengan ritme kerja IGD yang berlangsung cepat. Salah satu kemampuan yang dipelajari ialah melakukan anamnesis untuk menggali kondisi pasien secara efisien meskipun waktu yang tersedia terbatas. Selain itu, mahasiswa juga belajar menyiapkan alat dan bahan medis sebelum tindakan dilakukan, termasuk mengoplos obat sesuai kebutuhan pasien.
Mahasiswa turut mendampingi perawat ruangan dalam memberikan asuhan keperawatan secara langsung. Kegiatan tersebut meliputi pemberian injeksi serta berbagai tindakan keperawatan lainnya. Di samping itu, perawat ruangan secara rutin memberikan materi tambahan sebagai bekal pengetahuan klinis bagi mahasiswa.
Mengembangkan Keterampilan Klinis
Selama menjalani magang, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melatih berbagai keterampilan teknis yang menjadi kompetensi dasar seorang perawat. Keterampilan tersebut meliputi pemasangan infus, pemberian terapi oksigen, pemasangan nasogastric tube (NGT), pemasangan kateter, hingga perawatan luka.
Pengalaman berharga lainnya diperoleh ketika mahasiswa berkesempatan mengikuti code blue, yaitu respons cepat tim medis saat menangani pasien yang mengalami henti jantung (cardiac arrest). Selain itu, mahasiswa juga mendampingi dokter dalam prosedur pemasangan central venous catheter (CVC). Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa belajar mengambil keputusan secara cepat tanpa mengabaikan ketelitian dalam setiap tindakan.
Mempersiapkan Mahasiswa Menjadi Perawat Profesional
Fasilitas kesehatan di RSUA memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa. Berbagai alat kesehatan modern yang digunakan selama magang membantu mahasiswa mengenal perkembangan teknologi dalam pelayanan keperawatan gawat darurat. Dengan demikian, wawasan mahasiswa mengenai praktik klinis menjadi semakin luas.
Pengalaman selama magang menunjukkan bahwa pelayanan di IGD tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis. Kemampuan berpikir kritis, ketelitian, serta komunikasi yang baik antartenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Oleh karena itu, kolaborasi antara perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan yang optimal.
Kegiatan magang ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Melalui pengalaman belajar di lingkungan rumah sakit, mahasiswa memperoleh bekal keterampilan, profesionalisme, serta kesiapan mental untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
[BACA JUGA: Learning Respiratory Health Through Songs]
***
Penulis: Adelia Putri Agastya Yulianti
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



