VOKASI NEWS – Modalitas USG di lapangan sering dijumpai sebagai modalitas pencitraan diagnostik yang mampu menghasilkan gambaran jaringan lunak secara realtime dan bersifat non-invasif. Selama pengaplikasian berlangsung memerlukan media penghantar seperti gel untuk memperoleh citra yang optimal. Upaya memperoleh kualitas citra USG optimal dengan memperluas jenis gel ultrasound salah satunya gel alternatif berbahan dasar pati sagu. Potensi pati sagu sebagai gelling agent yang memiliki kandungan amilosa tinggi yang dapat menyebabkan kerentanan terhadap retrogradasi dan meningkatkan elastisitas pasta pati sagu, berpotensi dalam menghasilkan film hidrogel dan pembentukan gel.
Formulasi Alternatif Gel Pati Sagu 50% Penambahan Asam Sitrat
Penambahan asam sitrat terhadap formulasi gel alternatif dapat meningkatkan kestabilan karakteristik gel pati sagu 50%, serta menstabilkan nilai pH. Secara pengamatan, dapat menunjukkan nilai pH yang stabil 6,5 selama 7 hari pengamatan. Nilai pH yang stabil secara signifikan dapat memengaruhi kenyamanan penggunaan, kestabilan formulasi, serta mutu produk selama penyimpanan. Selain itu, asam sitrat berperan dalam memperkuat struktur hidrogel melalui interaksi dengan molekul pati sehingga diharapkan mampu menghasilkan gel yang lebih homogen dan stabil.
Evaluasi citra USG dengan membandingkan ke dua gel yakni standar dan pati sagu 50% penambahan asam sitrat menunjukkan hasil uji statistik tidak ada perbedaan signifikan antara gel standar dan gel pati sagu dengan nilai p > 0,05. Sementara itu, kemiripan yang di miliki dari hasil citra USG pada phantom QA/QC USG hampir 100% sama dengan gel standar. Karakteristik fisik nilai daya sebar hari ke-3 hingga hari ke-7 menunjukkan stabil dengan adanya gliserin yang mempertahankan kelembapan dan kestabilan, serta propilen glikol dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan homogenitas gel pati sagu 50%.
Evaluasi Kualitas Citra USG Pada Phantom QA/QC USG
Gel ultrasound berfungsi sebagai media kopling dalam menghilangkan lapisan udara di antara tranduser dan permukaan objek. Kualitas gel alternatif selanjutnya dievaluasi menggunakan phantom QA/QC USG sebagai media uji standar. Phantom digunakan karena mampu memberikan kondisi pengujian yang seragam sehingga kualitas citra dapat dianalisis secara objektif. Evaluasi dilakukan melalui beberapa parameter, yaitu depth of penetration, uniformity, resolusi spasial aksial, dan resolusi spasial lateral. Keempat parameter tersebut merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan sistem ultrasonografi menghasilkan citra yang jelas dan akurat.
Pengembangan gel ultrasound berbahan dasar pati sagu dengan penambahan asam sitrat memberikan peluang pemanfaatan sumber daya lokal sebagai alternatif produk kesehatan yang lebih ekonomis. Inovasi ini tidak hanya mendukung pengembangan biomaterial berbasis bahan alam, tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap produk berbahan sintetis. Evaluasi menggunakan phantom QA/QC USG menunjukkan bahwa formulasi baru tersebut memiliki potensi sebagai media penghantar gelombang ultrasonik yang efektif. Selain mampu mempertahankan kualitas citra, formulasi ini juga memiliki karakteristik fisik yang lebih stabil dibandingkan media penghantar konvensional.
[BACA JUGA: Analisis Perbandingan Penggunaan Gel Standar dan Gel Pad Terhadap Kualitas Citra Pada USG Ligamen Calcaneofibular]
Penulis: Andira Ervali Putri
Pembimbing: Prof. Dr. Anggraini Dwi.S,dr., Sp.Rad., Subsp. NKL(K) dan Weni Purwanti, S.Si., M.Si.
Editor: Aghnia Faizatus Z. (Tim Branding Vokasi)



