VOKASI NEWS – Program magang industri tidak hanya memberikan pengalaman mengenai proses kerja perusahaan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan menghadapi kondisi darurat. Salah satu pengalaman tersebut diperoleh melalui pelatihan penanggulangan kebakaran yang diselenggarakan oleh tim Health, Safety, and Environment (HSE) PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO) di area perusahaan di Sidoarjo.
Pelatihan ini diberikan kepada karyawan dan mahasiswa magang sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan kerja industri. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang terus dikembangkan oleh perusahaan.
Bukan Sekadar Teori
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai dasar-dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lingkungan industri. Materi yang disampaikan meliputi klasifikasi jenis api, segitiga api, penggunaan alat pemadam, serta prosedur tanggap darurat yang berlaku di area pabrik. Pemahaman ini penting karena setiap jenis kebakaran memerlukan metode penanganan yang berbeda.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait penyimpanan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), masa pakai tabung, hingga langkah awal yang harus dilakukan ketika menemukan titik api di area kerja.
“Keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab petugas HSE, tetapi seluruh pekerja harus memahami prosedur tanggap darurat,” ujar salah satu instruktur HSE PT SPINDO dalam sesi pelatihan.
Praktik Langsung Menggunakan APAR
Puncak kegiatan berupa simulasi pemadaman api menggunakan APAR di area terbuka perusahaan. Dengan pendampingan instruktur, peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan teknik pemadaman menggunakan metode TATA. Metode tersebut meliputi Tarik pin pengaman, Arahkan nosel ke sumber api, Tekan tuas, dan Ayunkan semprotan secara merata.
Simulasi dilakukan menggunakan media latihan yang telah dipersiapkan secara aman dan terkendali. Melalui praktik langsung, peserta dapat memahami pentingnya menjaga jarak aman, memperhatikan arah angin, serta mengendalikan penggunaan APAR secara efektif saat menghadapi kondisi darurat.
Seluruh peserta mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa helm keselamatan selama kegiatan berlangsung. Penerapan prosedur tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan selama proses pelatihan.
Bekal Penting untuk Dunia Kerja
Pelatihan ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi kebakaran merupakan tanggung jawab seluruh elemen perusahaan, termasuk mahasiswa magang. Pengetahuan mengenai penggunaan APAR, prosedur evakuasi, dan tindakan awal saat terjadi kebakaran menjadi bekal penting sebelum memasuki dunia kerja.
Program magang di PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO) membuktikan bahwa kegiatan magang tidak hanya memberikan wawasan teknis sesuai bidang studi. Program tersebut juga menanamkan budaya keselamatan kerja sebagai bagian penting dari profesionalisme di dunia industri.
[BACA JUGA: SP2DK Datang, Biaya Ratusan Juta Dipertanyakan]
Penulis: Moh. Nurdin Syah
Editor: Vioretha (Tim Branding Vokasi)



